Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
326


__ADS_3

Sehabis Sinta menganti pakian dan menbersihkan wajahnya mereka bertiga baringkan tubuh mereka diatas kasur Sinta.


"Sekarang kamu tidak bisa mengelak lagi Sin jadi ceritalah dari awal sampai selesai, awas kalau ada yang kamu sembunyikan dari kami"


"Baiklah tapi ingat kalian berdua harus janji jangan sampai teriak ya, ini sudah malam loh nanti menganggu penghuni lainnya."


"Iya bawel..." jawab Melli dan Bella.


"Jadi ternyata mantan Istri pak Iksan itu adalah....selingkuhan kakakku yang kita ketemu di tadi di penjara mbak Nadia, aku saja mendengarnya terkejut"


"Apa......jadi itu mantan istri mas Iksan"? Pekik Melli dan Bella bersamaan membuat gendang telinga Sinta hampir pecah."


"Astaga kalian berdua ya kompak banget kalau teriak, kalian pikir teligaku terbuat dari apa kalau aku tuli bagaimana? gila benar nih dua teman gak ada akhlak ini teriak pas pula didekat teligaku"


"Ya, maaf Sin namanya juga orang terkejut sampai tidak menyadari kalau teliga kamu ada disitu yang masih kepake hehehe"


"Astaga Bella kamu pikir teliga ku ini tidak terpake lagi kalau memang aku budek ,tidak mungkin aku dengar teriakan kalian berdua"


Sinta omelin kedua teman kocaknya lagian mereka berdua teriak gak tanggung-tanggung, mereka tidak bisa membedakan malam dengan siang.


Setelah Sinta di desak oleh kedua temannya akhirnya Sinta ceritakan semua dari awal Iksan cerita kalau Nadia adalah mantan istrinya, jadi Sinta dan Iksan mereka berdua tidak menyembunyikan apapun karena Sinta berpikir untuk apa menyembunyikan kalau suatu saat akan ketahuan juga lebih baik sekarang saja.


Selama Sinta bercerita kedua temannya hanya diam melogo mendengar cerita Sinta mereka sampai heran kok bisa pula seperti itu.

__ADS_1


"Rumit banget ya ceritanya jadi mbak Nadia itu selingkuhan kakak kamu dan mantan istri mas Iksan, kalau seandainya ya, kalian berdua jodoh terus kamu nikah dengan mas Iksan berarti, kamu nikah dengan mantan suami selingkuhan kakak kamu, nah kalau ke mbak Nadia lagi...mantan suaminya menikah dengan mantan calon adik ipar hahaha gila ribet benar." Ujar Bella.


"Betul Bell ribet benar jalan ceritanya."


"Ah, mana mau pak Iksan sama aku Bell, lantaran aku ini adik kandung dari laki-laki yang sudah selingkuh dengan istrinya, jadi itu tidak mungkin kalau aku menikah dengan pak Iksan berarti pak Iksan memanggi l kakakku dengan sebutan kakak ipar yang sudah membuat rumah tanggahnya hancur. Walsupun memang yang datang dengan sendirinya mbak Nadia, tapi disini mas Surya juga salah gak tanya dulu dan waktu itu juga mas Surya sudah punya mbak Cessie"


"Tapi intinya disini apapun persoalannya semua sudah berakhir Bell, Sin. Kakak kamu sudah di penjara, mbak Nadia juga hanya tunggu sidang putusan sedangkan ibu kamu dirumah sakit, bu Cessie juga sudah bahagia begitu juga kamu Sin. Sekarang kamu sudah dewasa jadi belajar dari masalah sebelumnya agar semua itu tidak terulang lagi, ingat jangan mau diperdaya oleh siapapun termasuk ibu kamu dan kakak kamu, kamu bisa memilih hidup kamu sendiri." Ujar Melli agar sedikit kasih nasihat buat Sinta.


"Iya, Sin. Mell benar, kamu sudah dewasa jadi tidak perlu diatur oleh ibu dan kakak kamu apalagi kalau kamu sudah menikah belajar dari rumah tangga kakak kamu hancur karena selalu di atur oleh ibu kamu"


Sinta mendengar nasihat dari kedua temannya jadi bahagia dan salut dengan mereka berdua, Sinta bersyukur bisa mendapatkan teman sebaik Melli dan Bella, yang mau berteman dengan tanpa memandang masa lalunya.


"Ya, sudah saatnya kita tidur karena sudah malam besok baru lanjut lagi"


Akhirnya mereka bertiga istirahat karena selain sudah gantuk sekarang juga sudah malam banget.


*******


Mata hari pagi malu-malu menampakan wajahnya, ketiga gadis yang tidur masih pules diatas ranjang belum ada yang begerak dari tempat tidurnya.


Tidak lama kemudia pemilik kamar mengeliat..dan langsung memeriksa jam di hpnya ternyata sudah mau setegah tujuh awalnya Sinta berencana mau ngerjain kedua temannya itu, dengan mengatakan kalau sudah jam sembilan tapi setelah dipikir-pikir jangan karena mereka masih tidur jadi aliran darah mereka masih terus berjalan, nanti kalau pas kanget darah mereka stop terus terjadi sesuatu dengan mereka bagaimana, siapa yang mau tanggung jawab jadi Sinta Inisiatif untuk bagunkan kedua temannya dengan lembut


Sinta menepuk pipi mereka berdua denganlembut dan pelan.

__ADS_1


"Bell, Mell. Bagun sudah setegah tujuh kalian berdua tidak bangun, masih mau tidur terus saja"


Sudah di bangunin ulang-ulang tapi mereka berdua tidak ada yang mau bangun. Justru Bella dan Melli menyuruh Sinta bangunin mereka setengah delapan Sinta berpikir masuk juga jam sembilan jadi tidak masalah.


"Bell..Mell bangun ini sudah jam setegah tujuh."


"Sin..boleh gak bangunin kami setengah delapan saja rasanya masih ngantuk banget lagian kita masuk jam sembilan masih sempat"


"Ok baiklah kalau begitu istirahatlah nanti aku bangunin sesuai dengan permintaan kalian berdun."


Sinta gegas pergi ke dapur kecilnya dan masak nasi goreng kebetulan ada rasi semalam yang masih bagus jadi Sinta rencana bikin nasi goreng untuk mereka bertiga, karena Sinta yakin kedua orang itu bangun sudah tidak sempat masak lagi.


Sinta siapkan nasi dan semua bumbu untuk nasi goreng sosis karena kebetulan yang ada tinggal sosis jadi terpaksa yang ada aja telur tinggal satu butir. Menurut Sinta tidak masalah yang penting enak dan bisa menganjal perut.


Hampir lima belas menit Sinta berkutak dengan nasi goreng akhirnya selesai juga.


"Hummm dari wanginya sepertinya. sangat enak deh,aku siapkan dulu di meja kecil itu biar aku mandi dan bersiap setelah itu nanti baru aku bangunin kedua temanku ini enak sekali mereka tidur kayak tidak ada beban sama sekali."


Sinta langsung merampas handuk yang bertengger di cantolan pakian dan langsung masuk kedalam kamar mandi...Sinta membersihkan dirinya namun tiba-tiba pikirannya tertuju kepada Cessie dan Sinta seperti sangat mengkuatirkan kondisinya.


"Mbak Cessie kenapa ya kok tiba-tiba jadi kepikiran mbak Cessie, atau mbak Cessie ada kenapa-kenapa ya ah...kebetulan nomor mbak Cessie sama aku nanti aku telpon saja deh dari pada kuatir semog tidak terjasi sesuatu dengannya"


Sinta kembali melanjutkan mandinya biar agak sengar, hampir dua puluh menit Sinta didalam kamar mandi setelah selesai mandi dan mengeringkan rambutnya . Setelah selesai siap tinggal berapa menit lagi setengah delapan akhirnya Sinta inisiatif untuk membangunkan kedua temannya.

__ADS_1


"Bell, Mell. Yuk bangun sudah setengah delapan atau kalian tidak mau masuk kerja. Biar tidur puas kalau begitu aku mau berangkat dulu ya, jangan lupa kalau kalian bangun bersihkan wajah dan gosok gigi biar makan nasi gorengnya ya awas kalau nasi gorengnya tidak habis"


__ADS_2