
Sesampainya di kontrakan sebelum mereka bertiga masuk kedalam kamar masing-masing untuk membersihkan diri karena sudah sangat lelah. Bella bertanya pada Sinta apakah setelah selsai mandi Sinta langsung tidur atau gak.
"Eh...Sin setelah selesai mandi kamu langsung istirahat gak"? Tanya Bella.
"Belum Bell aku masih belum ngantuk sih kenapa rupanya Bell mau main kekamarku "Tanya Sinta.
"Rencana sih gitu Sin itupun kalau kamu ijinkan aku akan datang ke kamar kamu, Mell kamu mau ikut gak setelah selesai mandi kita ke kamar Sinta ada Ac loh haahha...."
"Iya deh aku juga mau tapi mandi dulu badan lengket banget nih."
"Ya sudah sana kalian mandi dulu biar tidak bauh nanti kalau kalian masuk ke kamarku nanti kalau kalian belum mandi jadi bauh lagi kamarku haaha...bercanda ya"
"Gapapa sekali-sekali bauh ."
Akhirnya Bella dan Melli masuk ke kamar mereka untuk membersihkan diri begitu juga dengan Sinta. Karena mereka sudah selesai makan jadi selesai mandi langsung istirahat itupun kalau mereka sudah ngantuk.
Sinta yang baru saja masuk kedalam kamar tiba-tiba ada bunyi hp membuat Sinta yang awalnya pengen langsung mandi diurun, Sinta mengeluarkan hpnya dari dalam tas dan melihat nama di kontak itu sambil menaikan kedua Alisnya.
"Pak Iksan untuk apa di telpon malam-malam begini tumben"?
Sinta langsung mengangkat telpon dari Iksan.
"Hallo pak Iksan ada yang bisa saya bantu pak"?
"Hallo Sinta.. Maaf aku menanggu gak dan lagi ngapain? Sudah pulang kerja ya, aku tidak perlu apa-apa sih hanya saja pengen ngobrol sama kamu boleh gak Sin"?
__ADS_1
"Oh begitu ya pak, aku baru sampai di kontrakan jadi baru mau mandi pak Iksan telpon, kalau pak Iksan ingin gobrol penting sih tidak masalah"
"Sin besok malam kamu ada waktu gak, aku bisa minta tolong temani aku ke suatu tempat itu pun kalau Sinta punya waktu tapi kalau Sinta tidak punya waktu tidak apa-apa mungkin lain waktu saja."
Sinta yang mendengar penuturan Iksan menaikan kedua alisnya, karena Sinta binggung mau menemani Iksan kemana.
"Bisa tapi apakah Melli dengan Bella juga ikut soalnya aku takut sendirian"?
"Tidak perlu takut Sin aku ini bukan pria jahat, aku tahu menghormati seorang perempuan, aku hanya ingin kamu menemani aku saja jadi Bella dan Melli tidak perlu ikut, boleh gak"?
Sinta sempat berpikir kira-kira terimah gak ya tawaran Iksan karena kalau Sinta gak terimah gak enak karena Iksan sudah baik padanya. Jadi tidak masalah balas budi pak Iksan sekali ini saja pikir Sinta akhirnya Sinta terimah ajakan Iksan untuk pergj Diner.
"Baiklah pak Iksan aku mau menemani pak Iksan tapi janji kali ini saja dan aku tidak bisa pulang tengah malam jam sepuluh aku harus sampai di kontrakan karena besoknya nanti aku kerja."
Iksan yang mendengar bahwa Sinta berkenan menemaninya Dinner langsung bahagia Iksan sampai melompat kegirangan sangking bahagianya Iksan tidak menyadari kalau ternyata di belakangnya ada mbak Alana menatap kebingungan.
"Kamu sudah gila ya San kok kayak orang stres begitu loncat-loncat sendiri sambil tertawa ada apa sih...pasti gara-gara temannya Bella itu kan? Kamu harus ingat San jangan menyakiti hati seorang perempuan dan satu lagi sekarang kamu bukan hidup sendiri tapi kamu sudah punya Dira jadi tolonglah kalau kamu cari ibu sambung untuk Dira cari yang benar-benar menyayangi Dira, jangan sampai Dira menderita cukup dia nenderita karena ditinggal oleh ibu nya semasa kecilnya jadi buatlah dia bahagia tapi kalau kamu sebagai ayahnya tidak sanggup membuat dia bahagia biar mbak yang membawahnya"
Iksan menatap wajah mbaknya memang benar apa yang di katakan mbak Alana karena Dira sudah kehilangam kasih sayang seorang ibu dari kecil, jadi Iksan ingin mencari seorang istri yang benar-benar tulus menyayangi putri semata wayangnya.
Tapi Iksan percaya kalau Sinta adalah ibu yang tepat untuk Dira karena sudah banyak pertimbangan yang Iksan lakukan, Iksan juga tidak mau putrynya nanti menderita lagi karena Iksan salah memilih istri, jadi Iksan juga tidak mempersoalkan kekuatiran mbak Alana karena memang itu juga benar.
"Mbak, Iksan sudah mempertimbangkan semuanya jadi menurut Iksan dia perempuan yang baik dan dia juga pasti jadi ibu yang baik untuk Dira tapi itu penilaian Iksan, sekarang Iksan mau tanya sama mbak menurut penilaian mbak dia gadis yang baik dan penyayang gak."
Kali ini Iksan balik memberikan pertanyaan kepada mbak Alana karena Iksan mau minta pendapat mbak Alana.
__ADS_1
"Kalau menurut penilaian mbak memang dia gadis yang baik dan juga polos sepertinya dia juga sayang sama Dira, tapi jangan buru-buru kamu harus mengenal dia lebih jauh dulu siapa keluarganya dan asal-usulnya. Tidak perlu orang kaya mau tidak punya apa-apa juga tidak masalah asal atittude yang baik dalam keluarga itu sudah cukup."
"Baiklah mbak Iksan akan lakukan sesuai dengan apa yang mbak katakan Iksan akan cari tahu siapa dia dan dimana keluarganya. Apakah dia hidup sendiri atau masih memiliki keluarga tadi diluar kota"
"Baiklah mbak percaya sama kamu kalau kamu tanya sama mbak, mbak sangat setuju kamu dengannya tapi tidak tahu ayah sama ibu karena mereka masih mengharapkan Cessie"
Setelah selesai bicara mbak Alana langsung berlalu pergi dan meninggalkan Iksan sendirian berdiri di balkon atas.
Benar kata mbak Alana aku tidak boleh gegaba aku harus cari tahu seluk beluk Sinta dulu karena aku sudah pengalaman jadi jangan sampai aku gagal yang kedua kalinya.
Ini juga untuk kebaikan Dira nanti kedepannya aku tidak mau egois hanya untuk mementingkan kebahagiaanku saja tapi kebahagiaan putry aku juga sangat penting jangan sampai dia menderita lagi aku tidak mau.
Aku telpon dulu orang kepercayaanku untuk cari tahu siapa Sinta sebenarnya nanti baru aku melamarnya setelah tahu semua tentangnya, aku tidak mencari gadis kaya atau apalah itu yang penting dia gadis yang baik.
Iksan langsung menghubungi seseorang yang perna mencari tahu tentang Nadia sekarang Iksan menyuruhnya untuk mencari tahu tentang Sinta, kalau orang yang sama di suruh pasti gampanglah orang itu langsung tahu siapa Sinta karena Iksan juga pernah menyuruh orang itu untuk cari tahu tentang Sinta tapi sampai sekarang belum ada kabar dari orang kepercayaan Iksan.
"Hallo..."
"Hallo bos"?
"Kamu sudah mendapatkan informasih belum mengenai siapa perempuan itu, dan semua keluarganya ada dimana sekarang"
"Aduh bos maaf saya lupa mengabari bos kalau sebenarnya saya sudah tahu semua informasih tentang perempuan itu bos tapi semoga bos tidak syok mendengarnya dan bagaimana kalau besok saja bos kita ketemmu."
Waduh semoga Iksan tidak menolak Sinta.
__ADS_1