
Karena Nadia tidak kunjung mengambil minuman yang ada di tangan bu Icha ada seorang ibu-ibu geram dan langsung merampas minuman itu dengan kasar dari tangan bu Icha dan langsung melemparkan ke Nadia membuat bu Icha kanget.
Sebenarnya kelakuan ibu itu keterlaluan juga sih Nadia salah apa coba sama sih ibu sampai segitunya memperlakukan Nadia.
"Bu jangan keterlaluan deh Nadia itu melakukan kesalahan sama orang tuanya bukan sama kita. Biar itu urusan dia dengan orang tuanya kita sebagai manusia harus saling tolong menolong, ingat bu waktu ini terus berputar ibu juga punya anak gadiskan belum menikah jangan sampai itu juga terjadi sama anak gadis ibu" ujar bu Icha.
"Oalah.....sudah deh bu Icha tidak usah menolong anak durhaka seperti ini dia saja tidak memikirkan perasaan orang tuanya kenapa kita harus memikirkan dia, makanya kamu Nadia jadi perempuan itu jangan murahan akhirnya kamu tidak bisa hamilkan seumur hidupmu, kamu menelantarkan anak kamu yang masih kecil jadi sekarang kamu menyesalkan sekarang kamu pergilah penuhi syarat yang sudah di berikan oleh orang tua kamu"
"Siapa tau saja mantan suami kamu masih memiliki hati sama kamu dan ingin rujuk, tapi kalau itu kena aku mungkin sudah gak usah punya istri seperti ini lebih baik aku cari istri lain yang mau menyayangi anakku. Kasian kali hidupmu Nadia lihat setelah kamu di usir oleh suami kamu penampilan kamu juga sudah kayak gembel" sambung ibu-ibu itu.
Bu Icha yang sangat kasian dengan Nadia dengan lembut bu Icha menyuruh Nadia pulang ke tempat tinggalnya yang sekarang.
"Nadia sekarang pulanglah tunggu ayah dan ibumu tenang dulu baru datang saya tahu sekasar-kasarnya ibu kamu memaki kamu dalam hatinya itu sangat sakit. Ibu siapa yang mau memperlakukan anaknya seperti itu tapi kamu juga harus tahu mereka juga memikul tekanan yang sangat berat yang di ciptakan oleh kamu. Ibu minta kamu pulanglah."
Bu Icha berusaha memapah Nadia bangun dan Nadia juga hanya nurut saja tidak ada perlawanan setelah di papanya berdiri Nadia memandang bu Icha dan tersenyum.
"Makasih ya bu, ibu sudah baik sama saya walaupun saya banyak kesalahan tolong sampaikan kepada ibu dan ayah aku minta maaf. Mungkin selamanya aku tidak akan menginjakan kakiku disini lagi tapi tidak tahu kedepannya kalau memang Tuhan sayang sama saya dan masih memberikan waktu untuk saya kesini lagi mungkin harus tunggu waktu yang lama."
__ADS_1
"Tolong sampaikan kata maafku kepada ayah dan ibu karena aku sudah melukai hati mereka, aku bukan anak yang baik aku hanya membuat mereka menderita jadi memang seharusnya aku pergi jauh dari mereka katakan sama ibu dan ayah aku menyayangi mereka dan buat ibu-ibu maafkan aku."
Nadia membalikan badan dan menyeret kakinya dengan berat dan berlalu pergi Nadia sengaja tidak pesan taksi di depan rumah tapi ia berjalan kedepan sambil meneteskan air mata.
Setelah kepergian Nadia ada seorang ibu-ibu yang berdiri disitu mulai bicara padahal dari mulai Nadia datang sampai dia pergi tidak ada satu katapun keluar dari mulut ibu itu, padahal dari tadi yang lain sudah berulang kali menghujat Nadia tapi ibu itu gak justru dia terlihay sedih.
"Kenapa aku sedih ya melihat sih Nadia begitu memang sih dia salah tapi seharusnya para ibu-ibu tidak boleh seperti itu ingat ibu-ibu kita disini pada punya anak semua kita tidak tahu apa yang terjadi kedepannya. Lagian Nadia tidak melakukan kesalahan sama kita kenapa kita juga ikut menghujat seharusnya tidak boleh begitu."
"Oalah tidak usah sok bijak deh bu menasihati kami suka-suka kamilah mau ngapain kan memang dia salah" ujar salah satu ibu yang kelihatan sekali tidak menyukai Nadia.
Sedangkan Nadia sekarang sudah sampai didepan tapi tidak langsung pesan taksi ia masih duduk di halte dengan meminum air yang di berikan oleh bu Icha untuk menahan rasa hausnya karena dari tadi dia sudah mengeluarkan banyak tenanga karena menangis.
"Ya Allah seperti inikah kehidupan yang ku jalani, rasanya aku tidak sanggup untuk melanjutkan hidup ini, aku pikir setelah aku selesai membalaskan dendam ku kepada Surya hidupku tenang dan aku kembali hidup bahagia dengan keluarga yang aku cintai, namun ternyata aku salah semu hancur tanpa tersisah mas Iksan sudah tidak ada harapan lagi sedangkan ayah dan ibu juga sudah tidak mau menerimaku lagi apa lagi yang harus aku lakukan semuanya buntu."
Hampir sepuluh menit Nadia duduk termenung disitu dan akhirnya dia pesan taksi tidak lama kemudia sebuah mobil taksi berhenti tepat di depan Nadia.
"Mbak Nana ya" tanya sopir taksi.
__ADS_1
"Iya pak"
Nadia langsung masuk kedalam mobil dan pak sopir menjalankan mobilnya dan berlalu pergi meninggalkan tempat tinggal kedua orang tuanya, sepanjang perjalanan Nadia tidak berhenti menangis pak sopir memperhatikan Nadia dari kaca. Ada sedikit rasa kasian di hati pak sopir melihat Nadia menangis tapi apa boleh buat pak sopir juga tidak mengenal Nadia jadi dia hanya diam saja melihat Nadia menangis.
"Tenyata begini rasa sakitnya jika kita di tolak oleh orang-orang yang kita sayangi sakit yang aku rasakan saat aku di tolak oleh mas Iksan itu tidak seberapa dibandingkan dengan rasa sakit yang di tolak oleh ibu dan ayah, rasanya aku tidak punya arah tujuan kemana. Ternyata seperti ini rasanya ditolak oleh orang tua tapi memang ini salahku, ya semua salahku aku lah yang penyebab kehancuran keluarga jadi memang aku yang harus bertanggung jawab maafkan aku ayah ibu maafkan aku"
Mobil taksi terus melaju tapi baik Nadia mau pun pak sopir mereka tidak ada pembicaraan lagian apa juga yang mau mereka bicarakan tidak ada juga.
Tidak lama kemudian mobil yang di tumpangin Nadia berhenti.
"Neng sudah sampai" ujar pak sopir memberitahu.
"Baik pak makasih" ujar Nadia langsung turun dari mobil karena Nadia turun di jalan raya jadi dia harus jalan kaki kedalam melalui gag, memang mobil bisa masuk tapi Nadia sengaja.
Nadia tidak lupa membeli Nadia untuk makan nanti kalau sampai di kontrakan setelah selesai beli Nadia langsung membanyar dan kembali jalan menuju kontrakan namun saat tiba di kontrakan banyak sekali orang ada bekerumun dan berbisik-bisik saat melihat Nadia datang.
Nadia berjalan terus dia tidak peduli dan saat mau masuk betapa terkejutnya Nadia melihat siapa yang berdiri di hadapanya seketika wajah Nadia pucat pasi tapi tidak melawan sama sekali Nadia hanya diam.
__ADS_1