
Karena Nadia gak bukain pintu kamar untuk Surya, terpaksa Surya tidur berdesakan dengan mama dan Sinta di ruang tegah. Untung ada kasur lebih jadi Surya pakai untuk alas tidurnya, kalau gak malan ini Surya kedinginan dilantai, biar tahu rasa, sudah enak tidur di kamar mewah dan kasur emput, kamu yang minta tidur di lantai, kamu mala menghianati wanita yang sangat mencintaimu.
Malam itu Surya sama sekali gak bisa tidur ia sepertinya sangat gelisa entah kenapa, tapi perasaannya gak enak dan pikirannya entah melayang kenaman-mana, perasaan Surya mengatakan kalau akan terjadi sesuatu hal yang buruk. Tapi apa itu ia juga gak tahu
"Ya Tuhan kenapa ya perasaanku tiba-tiba gak enak gini, semoga gak terjadi sesuatu nantinya, rasanya gelisa banget mau tidur juga gak bisa ah... mendingan main hp aja"
Karena Surya gak bisa tidur, akhirnya Surya mengambil hp dan main game yang ada di hpnya, untuk menemaninya sampai ngantuk siapa tahu dengan ia main hp, bisa hilang gelisanya dan benar saja tak lama setelah Surya main hp akhirnya ia tertidur
Apa yang di rasakan Surya Sama hal yang di rasakan juga oleh Nadia, Nadia dikamar tapi gak bisa pejamkan matanya karena tiba-tiba perasaan takut dan gelisah mendominasi kantuknya, sehingga matanya gak bisa dipejamkan.
Sudah dipaksa ulang-ulang sama Nadia untuk menutup matanya tapi parcuma sama sekali gak bisa, membuat Nadia jadi berpikir kenapa dan apa yang terjadi.
"Hummm kenapa perasaan takut dan gelisa tiba-tiba muncul ya, apa karena ini bawaan bayi makanya tiba-tiba merasa gelisa dan takut menghantuiku, tapi gak mungkin juga, selama aku hamil, ngidam aja gak talalu, mala aku rasa biasa aja berbedah jauh dengan kehamilan anak pertamaku dengan mas iksan itu baru ngidamku ngeri. Sampai tengah malam juga aku pengen makan pempek-pempek sampai mas iksan susah paya mencarinya sampai dapat".
"Hummm jadi kangen sama anakku dan mas iksan, kalau selesai masalah ini aku langsung kembali ke luar negeri untuk ketemu dengan anakku dan mas iksan, pasti mereka juga lagi merindukanku. Tungguin aku ya mas aku pasti pulang untuk menemui kalian."
Senyum mengembang terpancar di wajah Nadia, karena mengigat kembali masa dimana ia dimanja sama iksan dan apapun yang ia minta selalu di turuti sama iksan.
Makanya sekarang kehamilan Nadia kali ini membuatnya heran karena jarang sekali ia ngidam, tapi malam ini ia merasakan perasaan yang sangat gelisa itu yang membuat Nadia binggung. Ia melihat jam di hpnya ternyata sudah pukul satu malam, akhirnya dengan paksa Nadia menutup matanya dan tak lama ia pun tertidur dengan pulas.
__ADS_1
******
Keesokan harinya masih pagi sekali Surya dan bu Ayu sudah heboh membuat penghuni rumah yang lain bangun. Nadia membuka pintunya untuk Surya masuk ke kamar karena mau ambil pakiannya, sedangkan Sinta yang masih ngantuk masa bod*h, karena Sinta masuk kerja jam Sembilan jadi ia malas bagun cepat dari tidurnya, biarpun ia mendengar keributan di pagi hari malas Sinta menangapi mereka.
Sedangkan Surya masuk kedalam kamar dan langsung ambil handuk terus mandi, membuat Nadia penasaran dan bertanya, namun karena Surya sudah keburu masuk ke kamar mandi jadi ia gak menjawab.
Membuat Nadia kesal tapi ia tetap menunggu Surya keluar untuk memastikan Kemana Surya pergi, tak selang lama Surya keluar dari kamar mandi dengan handuk dililit di pinggangnya dengan rambut yang setegah basah dan wajah kelihatan segar.
Nadia langsung menghampiri Surya dan bertanya" mas kamu mau kemana sih sepagi ini baru jam tujuh kurang loh."
Surya menatap Nadia ia melihat wajah pacarnya itu ternyata masih ada bekas tamparan semalam di pipi Nadia. Membuat Surya merasa bersalah. Padahal awalnya Surya rencana gak mau bicara dengan Nadia tapi karena melihat memar di pipinya, jadi timbul rasa kasian.
Nadia belum menjawab ia masih berpikir apakah ia ikut atau gak harus di pertimbangkan dengan baik, Nadia berpikir kalau dia ikut mungkin seruh juga tambah manas-manasin orang tua Cessie agar mereka mengusir Surya dan mamanya, tapi kalau ia gak ikut takutnya Surya dengan mamanya berhasil membujuk Cessie.
Akhirnya Nadia memutuskan untuk ikut bersama Surya dan bu Ayu sedangkan Sinta masih tidur, setelah mereka selesai siapa-siapa Nadia, Surya dan bu Ayu berangkat ke rumah Cessie jam tujuh lewat. Awalnya bu Ayu gak mau Nadia ikut serta, tapi karena Surya mengancam bu Ayu kalau, bu Ayu marah-marah lagi sama Nadia mendingan ia tinggal makanya bu Ayu langsung diam dan membiarkan Nadia ikut serta.
Tak lama taksi pesanan Surya datang dan mereka segerah naik dan taksi membawa mereka bertiga berlalu pergi meningalkan kontrkan.
Sepanjang perjalanan menuju ke rumah orang tua Cessie, baik bu Ayu maupun Nadia tak saling bicara satu sama lain, padaha mereka berdua duduk berdampingan kayak tom dan jerry aja padahal dulu bu Ayu sangat mendambakan dan menanjung Nadia, tapi sekarang mala berbalik mereka saling musuhan.
__ADS_1
Surya yang melihat ketengangan antara Bu Ayu dan Nadia sengaja menciptakan suasana yang tenang dan aman dengan membuka obralan terlebih dahulu.
"Mah, kalau seandainya kita di usir sama keluarga Cessie gimana mah, kalau sesampai di sana mama dan kamu Nadia jangan bikin kekacauan disana, kalian diam aja biar aku aja yang bicara"
"Ya saya sih tergantung mas, jadi saya gak janji kita lihat aja nanti kalau sudah sampai,"
Tak lama mobil taksi berbelok dan berhenti pas didepan sebuah gerbang tinggi kalau terlihat dari luar sebuah rumah mewah dan halaman yang sangat luas, melihat itu mata bu Ayu berbinar.
"Wah...rumah besan gedeh banget ya mama gak sabar masuk kedalam deh Surya."
selang berapa menit muncul seorang laki-laki berdiri tepat di depan gerbang" Selamat pagi pak, bu. Maaf anda cari siapa ya,"
"Maaf pak Apakah ini kediaman Pak Arya pemilik perusahaan Arya grup?" tanya surya sopan.
"Iya benar ini kediaman pak Arya, kalian siapa ya" apa sudah janji sama beliau"
"Oh saya gak perlu janji pak karena saya ini mantunya dan ini mertua Nona Cessie," ujar surya sombong tapi satpam itu mala mengeryitkan dahinya binggung, karena setahunya sekarang anak tuanya itu sudah dalam proses cerai dengan suaminya.
"Ok baiklah tunggu sebentar saya lapor dulu sama bos" sedangkan satpam itu lari masuk kedalam rumah dan melaporkan kalau ada tamu.
__ADS_1
"Ck, masa suami dengan mertua datang juga harus lapor segala bukannya langsumg buka aja pintunya."