Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
67:67


__ADS_3

Sedangkan di ruangan, cessie masih ada disana beserta semua staff gak ada satu pun yang beranjak dari sana selain surya dan nadia, karena cessie yang dasarnya rendah hati, biarpun ia seorang direktur, ia tetap menjaga kehormatan dan wibawahnya, cessie minta maaf ke semua para staff dan manejer yang ada dalam ruangan itu, atas kekacuan tadi.


"Hallo semuanya saya harap masalah tadi kucup kita yang tahu, jangan sampai masalah ini menyebar keluar dari ruangan ini, karena kalian sudah berjuang dan kerja keras kalian selama ini membuat perusahaan makin berkembang, jadi nanti kalian semua akan menerima bonus"


Semua karyawan senang mendengarnya ada binar bahagia terpancar di wajah mereka, dan mereka serempak mengucapkan terimah kasih kepada bu direktur yang baru.


"Makasih bos" ujar mereka serempak.


"Sekarang kalian boleh kembali bekerja, saya secara pribadi minta maaf atas kejadian tadi"


Semua para staff sebelum keluar mereka mengucapkan selamat kepada cessie dan aris sebagai pengganti surya dan juga cessie sebagai penganti ayahnya pak arya.


Setelah semua para staff keluar, cessie pak arya dan aris beserta lita juga masih ada jadi mereka berempat.


aris menghampiri adiknya yang masih berdirj dan memeluknya, sembari tertanya, apakah cessie baik-baik saja karena aris kuatir kejadian tadi menguncang jiwa cessie, pak arya melihat itu ia juga ikut meneluk putry nya, "kamu benaran gapapa sayang, kamu harus sabar dan kuat ini cobaan untuk kamu,"


"Yah, kak cessie baik-baik saja, mungkin karena bawaan bayi juga makanya mood agak gak bagus, tapi cessie kuat, cessie bukan wanita lemah jadi ayah dan kak jangan kuatir


"Syukulah kalau begitu nak ayah senang mendengarnya". Ujar pak arya


"Ayah tahu nak, sekarang ini kondisi kamu gak baik-baik saja, tapi kamu gak mau tunjukin ke ayah dan kak kamu, bahwa kamu lemah." gumam pak arya dalam hati


pak arya segera memperkenalkan lita ke kedua anaknya" Nak ini lita silakan kalian berdua siapa yang akan memilih lita sebagai sekretasinya."


"Dek, lita untuk kamu aja, biar kak sendiri ya mencari sekretaris kak, soalnya kak maunya yang cowok bukan cwek." Jawab aris jujur membuat pak arya dan cessie mengeleng kepala sambil tersenyum.

__ADS_1


"Bagaimana kak bisa dekat dengan cewek kalau seperti ini cobak, punya sekretaris cewek aja gak mau gimana sih kak, kapan cessie punya kak ipar."


"Huss dek nanti aja itu di pikirkan sekarang ini kita fokus dulu ke audit, kita secepatnya audit agar surya dan perempuan itu, di hukum seberat-beratnya jangan kasih mereka bernafas."


Pak arya dan cessie terkekeh sedangkan lita hanya senyum simpul aja, agak sedikit tertarik dengan aris.


"Lit nanti kamu tolong panggilkan tim audit kantor kita ya, saya mau ketemu dengan mereka dulu nanti Hari senin baru mulai audit, apakah hanya nadia dengan surya yang korupsi atau masih ada oknum lainnya."


"Siap bu, kalau begitu saya parmisi." ujar lita sambil keluar dari ruangan dan berlalu pergi ke ruangannya, sedangkan tinggal aris cessie dan pak arya, mereka bertiga juga bergegas keluar dari ruangan miting dan masuk ruang kerja aris yang sebelumnya menjadi ruangan surya.


"Nak mulai sekarang ruangan kerja kamu disini, kalau kamu gak suka tatanannya boleh kamu menata ulang sesuai keinginan kamu. Semoga kamu suka."


"Ia ayah bagus kok ruangannya adem dan nyaman." setelah selesai dari ruangan aris mereka bertiga kembali melangkah ke ruangan pak arya, yang sebentar lagi akan menjadi ruangan cessie.


Pada saat mereka masuk, mereka tak mendapati bu intan di dalam ruangannya, " loh ibu kemana ayah, bukankan tadi ibu disini" tanya cessie.


"Memangnya ibu kenapa ayah, ibu sakit" tanya cessie kuatir membuat pak arya hanya tersenyum dan menjawab." Ibu kamu gak kenapa-napa nak, ibu hanya baring-baring aja karena kita tinggalkan sendirian disini.


"Oh kirain ibu sakit, ayah gimana kalau kita makan dulu, cessie lapar sekali lagian ini juga sudah jam makan siang hahaha" ujar cessie terkekeh


"Yuk kalau gitu kita makan di restoran sebrang aja." Akhirnya mereka berempat turun ke bawa untuk pergi makan, karena dari tadi bu intan mendengar semua pembicaraan mereka. Dan bu intan keluar dari kamar tidur pribadi di ruangan pak arya.


Karena restoran di depan perusahaan hanya menyeberang jalan aja, jadi mereka gak perlu naik mobil, tak lama mereka sampai di restoran tersebut dan mereka pesan makanan.


Karena pesanan makanan mereka belum juga datang jadi pak arya buka pembicaraan, ia bertanya cessie tentang perkembangan restoran dan apertement." Nak dimana dengan restoran kamu, apa masih berjalan dengan lancar dan pengurus apertement gimana."

__ADS_1


"Syukur ayah sekarang restoran makin maju dan apertemen juga sejauh ini masih aman ayah, pokoknya ayah gak usa kuatir"


"Syukurlah kalau begitu ayah senang mendengarnya, tapi ayah hanya pesan mulai sekarang kamu harus hati-hati sama surya, karena dia sudah tahu identitas kamu jadi ayah takut ia nekat melakukan kejahatan".


Tak lama mereka menunggu, akhirnya makanan mereka tersaji di atas meja, karena cessie sudah lapar ia langsung melahap makanannya, membuat ketiga orang didepannya tersenyum.


"Ayah lihat tuh adik, makanya lahap kali kayak sudah satu tahun gak makan hahaha.


"Haha gapapa namanya ibu hamil jadi lapar terus, setelah mereka selesai makan, mereka kembali ke kantor".


Sedangkan di tempat lain sekarang surya sudah sampai di kontrakan nadia, ia melihat mamanya dan sinta kondisi mereka sangat prihatin, berantakan karena mereka baru selesai membersihkan rumah. Bu ayu yang melihat surya langsung membrondongin surya dengan banyak pertanyaan, padahal mereka gak melihat surya lagi kusut banget dan gak ada semangat hidup.


"Loh surya kok kamu juga sudah pulang, kalian berdua hari ini ane...biasanya pulang sore dan barengan pulang, hari ini Kalian mala pulang cepat dan pulang sendiri-sendiri kalian berdua kenapa."


"Mah, nanti aja ya surya jelasin soalnya surya capek mah, jadi mama gak usa banyak tanya dulu surya mau istirahat."


Mendapatkan jawaban yang tak mengenakan bu ayu hanya mendegus kesal melihat safat anak calon menantunya hari ini.


"Sangat menyebalkan, gak anak gak mantu sama-sama gak jelas di tanyain bukannya menjawab mala sifatnya seperti itu. Tahu kayak gitu gak usa tanya."


Sinta yang dari tadi duduk gak jauh dari situ kesal juga lihat sang mama, sudah tahu orang baru pulang bukannya diam mala semua pertanyaan di keluarkan, padahal sinta lihat muka surya gak bersahabat sama sekali.


"Lagian mama juga, kerjanya ngomel aja setiap hari, gak ada hari tanpa dengar omelan mama, jangankan mas surya dengan mbak nadia, sinta aja nih bosan dengan omelan mama setiap hari gak ada habisnya."


"Sinta......kamu ngomong apa barus....dasar anak kurang ajar mala umpetin mamanya, kalau gak mau dengar omongan mama ya, gak usa disitu."

__ADS_1


"Terus sinta kemana mah kalau bukan disini memangnya mama punya tempat lebih baik dari sini."


__ADS_2