Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
379


__ADS_3

Sekretaris Lita mengelus pundak Cessie sembari berkata Lirih" mbak Cess...kamu beruntung punya suami yang sangat menyayangi Abian aku saja terharu mendengarnya. Dokter Julio memang suami idama banget."


"Iya Lit kamu benar aku sangat bersyukur punya suami seperti mas Julio, yang bukan hanya menyayangi aku tapi dia juga sangat menyayangi Abian sebagai anak kandungnya sendiri, yuk kita kesana sana duduk sama mereka.


Baru saja Cessie dan sekretaris Lita melangkah mendekati para suami mobil Faya dan Aris masuk pekarangan rumah, di ikuti dari belakang mobil pak Arya dan bu Intan tidak lama muncul mobil ibu Rina dan pak Adam.


"Wah janjian nih semua kok datang bisa barengan begini? yang belum datang mobil Iksan saja, mereka masih di jalan paling" ujar Cessie.


Awalnya Iksan berencana memberikan perusahaannya kepada Bella setelah menikah agar Iksan pindah keluar negeri bersama dengan Sinta, tapi ternyata setelah Bella menikah suaminya tidak mau Bella kerja berat-berat jadi Bella hanya bantu urus bisnis suaminya.


Semua keluar dari mobilnya masing-masing dan langsung menuju ketaman samping rumah, karena sudah ada tempat tersedia disana.


"Ibu, ayah. " Cessie dan dokter Julio menyapah orang tua mereka dan juga mereka menyapa Iksan dan Sinta,vSinta yang baru saja sampai juga.


"Ibu dan ayah kabarnya bagaimana sehatkan"? tanya Cessie pada kedua orang tuanya dan kedua mertuanya juga"


"Kami sehat nak lihatlah ibu sehat sekali"


Mereka semua duduk taman karena cuaca sore juga enak jadi mereka santai.


"Karena kita semua sudah berkumpul tinggal Bella ya, tapi katanya ada acara keluarga juga di rumah jadi mereka tidak bisa hadir, sudah di infokan ya di grup jadi kita mulai saja ya kocok arisannya biar cepat kalau sudah selesai kota bisa makan" ujar Cessie.

__ADS_1


"Iya mbak langsung saja, nanti baru di share digrup biar bisa di lihat", ujar Sinta.


" Setelah mereka semua dan berbincang-bincang sebentar mereka mulai merik arisan, dan ternyata yang dapat adalah Sekretaris Lita dan pak Galu.


"Wah....bisa beli mobil baru nih buat sih kembar hehehe" ujar Cessie


"Hahahah...boleh juga tuh, tapi masalahnya mereka belum bisa apa-apa jadi buat tabungan mereka saja, nanti setelah mereka besar baru mereka bisa minta apa yang mereka mau." ujar sekretaris Lita jadi sekarang sekretaris Lita kalau di luar manggil Cessie dengan sebutan mbak karena dari umur Cessie lebih tua, tapi kalau di kantor bari baru di panggil dengan sebutan ibu.


"Ah...mbak tadi pikirnya aku yang dapat, rencana mau beli pesawat tapi sayangnya justru yang dapat mbak Lita hehehe" ujar Sinta bercanda.


"Oalah kalau mau beli pesawat tidak perlu menungu Arisan juga Sin tinggal minta ayahnya Dira pasti langsung dibelikan hehe"


Semua sudah siap dan saatnya mereka makan santai sekali mereka makan.


*****


sedangkan di sebuah rumah yang tidak kalah mewah seorang perempuan berhijab baru selesai melaksanakan sholat. Sambil tersenyum wanita itu menedekati ibunya yang duduk di sofa sambil makan cemilan.


"Ibu..kapan ibu antar Nadia pergi kerumah mbak Cessie untuk minta maaf bu, kalau tidak Nadia selalu merasa bersalah terus begini, nanti kalau kita sudah selesai dari rumahnya kita juga ke tempat mas Iksan ya bu tidak masalah kalau mas Iksan tidak mau memaafkan Nadia dan Dira tidak mau ketemu dengan Nadia yang penting Nadia datang untuk minta maaf bu, Nadia bersyukur kalau Nandi sudah meninggal pun bu Nadia bahagia karena Dira sudah mendapatkan ibu sambung yang baik buat Dira.


Sinta itu gadis yang baik jadi mas Iksan pasti bahagia mendapatkan istri sebaik Sinta, begitu juga Dira bisa mendapatkan ibu sambung yang baik"

__ADS_1


Jadi sebenarnya Nadia sudah keluar dari penjara tapi sayangnya Nadia sakit jadi dokter sih menvonis Nadia kalau umur Nadia tidak lama lagi, itu yang membuat Nadia iklas mungkin ini sudah takdir yang dia alami oleh Nadia.


"Nak kamu harus tenang dulu bukannya ibu tidak maungantar kamu untuk ketemu dengan mereka tapi lihat kondisi kamu nak, kamu sekarang lagi sakit kamu harus dengar apa kata dokter nak kamu harus banyak istirahat nanti ayah pulang dari kantor baru ibu kasih tahu ya"


Jadi selain Nadia sudah keluar dari penjara ternyata pak Yanto dan bu Sari berhasil membangun kembali perusahaan mereka.


"Iya bu Nadia tahu tapi tunggu sampai kapan bu kalau nanti tiba-tiba Nadia meninggal bagaimana? sedangkan Nadia belum minta maaf sama mereka gimana bu ayoklah Nadia mau kalau nanti Allah panggil pulang Nadia, Nadia bisa tenang."


"Nak kamu bicara apa sih, ibu tidak suka ya mendengar kamu bicara seperti itu. Ingat kamu punya Allah yang bisa menyembuhkan segala penyakit jadi ibu yakin kamu sembuh jangan perna bicara begitu lagi ibu tidak suka mendengarnya, saat ini ibu dan ayah berusaha memberikan obat terbaik untukmu agar kamu bisa sehat kembali nak karena kata dokter biarpun sudah di vonis tapi kalau kamu benar-benar mengikuti anjuran dokter dan berdoa kepada Allah kamu pasti sembuh." ujar bu Sari marahin Nadia.


Sedangkan Nadia tersenyum dan bergumam dalam hati" Ya Allah ampuni aku yang berdosa ini, aku anak durhaka Allah sudah berikan aku orang tua sebaik ibu dan ayah tapi aku tidak tahu bersyukur, aku sudah melukai hati mereka, tapi mereka masih mau memaafkan aku dan menerima aku kembali kerumah, aku merasa bersalah dan berdosa terhadap kedua orang tuaku."


"Makasih ya bu, makasih atas semuanya Nadia bukan putry yang baik buat ibu dan ayah, Nadia sudah banyak sekali melukai hati ayah dan ibu tapi ayah dan ibu masih mau memaaflan Nadia. Nadia merasa jadi anak tidak berguna bu hanya tahu mempermalukan ayah dan ibu bahkan membuat semua hancur bu tapi ayah dan ibu masih mau menerima Nadia disini"


Bu Sari sangat terharu dengan perkataan Nadia memang dulu bu Sari dan pak Yanto marah, tapi setelah Nadia berubah mereka kembali menyayanginya. Bu Sari bersyukur setelah Nadia keluar dari penjara Nadia sangat berubah dia tidak perna meninggalkan ibadah.


Saat bu Sari dan Nadia asyik ngobrol pulang pak Yanto.


"Wah putry ayah dan ibu ngapain lagi ngemil ya, bagaimana kondisi kamu nak jangan banyak gerak ya kamu harus banyak istirahat, besok kamu harus terapi" ujar pak Yanto.


"Iya ayah, tapi ayah mandi dulu soalnya baru dari luar bisa ajakan ada kuman yang menempel di pakian ayah kita tidak tahu hehehe" ujar Nadia sambil terkekeh hal itu membuat bu Sari dan pak Yanto juga ikut tertawa.

__ADS_1


__ADS_2