
Sebenarnya Nadia juga dulu datang karena dendam tapi sekarang Nadia sudah ada perasaan cinta terhadapa Surya, tapi Nadia menguburkan perasaan itu karena Nadia tahu sekarang Surya pasti sudah membencinya, jadi Nadia tidak berharap Surya kembali mencintainya. Nadia tahu Surya masuk penjarah bukan semata kesalah Surya tapi karena jebakan dari dia juga.
"Sejujurnya aku sudah mencintai mas Surya, memang awalnya aku datang karena dendam tapi sekarang, aku benar-benar mencintai kamu mas tapi aku tidak berani aku tahu kamu sudah sangat membenci aku jadi tidak mungkin kamu kembali mencintai aku. Lebih baik aku pergi dari sini dan semoga aku tidak ketemu dengan kamu lagi mas, semoga kamu bahagia ya mas maafin aku karena sudah membuat hidup kamu menderita begini karena dendam" gumam
Nadia langsung gegas pergi meninggalkan Surya yang berdiam diri di tempatnya Nadia pikir Surya diam karena emosi ternyata Surya melamun, Nadia tidak menghiraukan kemarahan Surya jadi Surya tidak menyadari kalau Nadia dan teman-temannya sudah pergi jauh, saat Surya sadar dari lamunannya ternyata Nadia sudah tidak ada membuat Surya binggung Nadia kemana, karena Surya tidak tahu Nadia pergi ke arah mana akhirnya Surya memutuskan pergi.
"Dasar perempuan licik dia pergi entah kemana dasar sinting, dia yang membuat hidupku begini tapi dia tidak mau bertanggung jawab, sekarang tujuanku hanya satu aku harus cari dimana tempat tinggal Sinta, biar aku minta uang dan pergi mengunggat Cessie ke pengadilan, aku mau ambil hak asu Abian aku tidak iklas Abian menyayangi orang lain sedangkan aku ayah kandungnya, masa dia memanggil suami baru Cessie papi sedangkan memanggil aku om enak aja aku tidak iklas apalagi sekarang Cessie aku lihat dia sangat bahagia dengan suami barunya.
Tapi kalau Abian sangat dekat dan menyayangi suami baru Cessie, berarti ayah sambung Abian sangat menyayanginya sehingga anak itu sangat dekat dengannya. Sulit juga nanti kalau aku bawah Abian pergi, tapi cobak aja dulu siapa tahu bisa." gumam Surya.
Surya melanjutkan perjalanannya menujuh ke pasar tapi pikirannya masih ternyiang-nyiang dengan perkataan Nadia, dan Nadia juga banyak sekali perubahan dalam dirinya ternyata benar kata Cessie bahwa Nadia sudah sangat berubah, hal itu membuat Surya terpanah dengan penampilan baru Nadia yang sudah berhijab, sehingga kelihatan sangat cantik dan angun sekali.
"Nadia sekarang makin cantik setelah dia berhijab, kalau seandainya dia masih mau kembali denganku, aku tidak masalah jika dia datang dengan rasa dendam tapi sekarang dia sudah berubah, aku lupa menanyakan dimana tempat tinggalnya agar aku datang minta maaf kepada kedua orang tuannya. Semua ini terjadi karena ayah yang tidak bertanggung jawab jadi semua berimbas ke aku pada akhirnya ibu masuk rumah sakit jiwa aku masuk penjarah dan Sinta tidak tahu dimana sekarang.
__ADS_1
Memang hidupku hancur karena perbuatan Nadia tapi sekarang aku sadar dia lakukan itu karena Nadia menuntut keadilan dari sih penabrak, sekarang ayah sudah meninggal makanya dia datang karena ingin menghancurkan hidupku, dan Nadia juga berhasil tapi kami berdua sama-sama masuk kepenjarah. Jadi impas sekarang aku fokus dengan Abian kalau aku dapat hak asu Abian aku bisa nikah dengan Nadia dan kami asu bersama. Apalagi Nadia tidak bisa hamil lagi jadi pas banget." Gumam Surya.
Surya kepasar dan duduk di sebuah warung, kebetulan Surya belum makan sehingga perutnya sudah mulai bunyi, hal itu membuat Surya malu karena didengar oleh mbak di warung. Sehingga mbak warung menawarkan makanan untuk Surya.
"Mas belum makan ya, kalau mas mau makan boleh saya kasih makanan, oh ya, boleh tahu mas dari mana sepertinya mas cari pekerjaan ya, aku bisa berikan pekerjaan untuk mas." ujar mbak warung mungkin karena kasian dengan Surya sehingga mbak warung ingin memberikan makanan untuk Surya, bahkan mbak Warung juga menanyakan apakah Surya ingin bekerja, karena mbak warung mencermati Surya.
"Maaf maaf mbak, saya tidak punya uang dan memang saya mau cari pekerjaan apa aja saya kerja yang penting halal mbak. Memangnya mbak mau berikan aku pekerjaan apa"? Tanya Surya.
"Mas tidak perlu bayar, aku berikan makanan gratis karena kebetulan aku membutuhkan karyawan di warung ini karena setiap hari sangat rameh jadi aku butuh seseorang untuk bantu cuci piring satu hari dua ratus, masuk dari jam delapan sampai jam sebelas malam, itu hanya gaji sementara tapi kalau nanti aku lihat rajin dan bersih aku akan nambahin gajinya setelah tiga bulan kerja." ujar mbak itu
Setelah mbak warung dan memberikan makanan untuk Surya, Surya langsung mengambil makanan itu dan makan dengan lahap karena mbak warung berikan Surya makanan lumayan banyak. Setelah selesai makan dan kenyang Surya mengucap terimah kasih kepada mbak Warung dan Surya langsung memberitahukan mbak warung bahwa dia menerimah tawaran mbak itu.
"Mbak makasih ya, makanannya sangat enal sudah kasih gratis untuk makan dan apakah penawaran mbak tadi masih berlakuh? Kalau masih aku mau kerja disini mbak itupun kalau mbak tidak keberatan" pinta Surya.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu ini sudah siang jam satu mau setegah dua jadi lebih baik besok aja mas datang kesini, mas boleh pulang nanti besok jam delapan mas Sudah disini dan jangan manggil aku mbak karena kalau kita lihat dari umur aku masih jauh lebih mudah dari mas, umurku dua puluh tiga tahu." ujar mbak warung.
Surya jadi malu mendengar mbak warung bicara begitu, dalam hati Surya perempuam secantik ini ternyata masih sangat mudah dan baik hati, bukah hanya wajahnya yang cantik tapi hatinya juga cantik.
"Makasih ya mbak eh....siapa ya, namanya" tanya Surya.
"Panggil aku Celsi aja mas" ujar perempuan itu senyum manis membuat Surya terlenah dengan senyuman mbak warung, tapi Surya juga diam sejenak karena nama Celsi hampir sama dengan Cessie.
"Celsi?..." tanya Surya.
"Iya mas ada yang salah dengan nama itu?" tanya perempuan itu.
"Tidak...Cel...nama kamu hampir sama dengan nama temanku, tapi itu tidak penting kok karena nama kamu bagus sama seperti orangnya cantik dan baik hati" ujar Surya.
__ADS_1
Seketika membuat Celsi tersenyum simpul, karena mendapatkan pujian dari Surya, sepertinya Celsi masih sendiri belum menikah sehingga dapat sedikit pujiam dari seorang asing yang belum kenal juga sudah merasa bahagian karena dapat pujian.