Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
210


__ADS_3

Nadia yang sudah ketakukan karena takut semua orang tahu kalau dia orangnya yang sekarang di incar oleh polisi, kalau berani ada satu orang aja yang melaporkan kalau Nadia ada di kontrakan itu, pasti langsung di ringkus. setelah ia selesai makan ia kembali menyandarkan tubuhnya itu ditembok kamarnya sambil memengang kepalanya sambil matanya tertutup rapat, pikiran Nadia masih ternyiang nyiang dengan perkataan tetangganya barusan.


Ya Tuhan untung banget aku tidak sebut naman asliku tadi kalau tidak sebentar lagi mungkin tempatku bukan disini lagi melainkan di sel...tidak...aku belum siap....tunggu aku ke rumah ayah dulu. Aku tidak mau hidupku di sel sia-ska tidak ada yang menolong.


Hanya karena mikiran hal itu Nadia susa tidur, karena rasa takut sudah mulai menghantui Nadia, ia takut pas dia tidur tiba-tiba ada yang sergap dia pada hal dia belum siap.


Kenapa rasa ketakutan itu tidak hilang sih dari hidupku, apakah caraku untuk balas dendam itu salah, padahal aku hanya mencari keadilan untuk kematian kak Ady.


Tapi kenapa sekarang seolah aku yang melakukan kesalahan itu ya, semua orang pada benci sama aku dan menjauhiku bahkan menyalahkan aku karena menurut mereka aku sudah melakukan kesalahan yang besar padahal aku lakukan itu karena aku hanya mau kak ady mendapatkan keadilan, karena mereka tidak ada yang mau mengerti dengan apa yang aku alami kalau mereka mengerti mungkin tidak akan melakukan hal itu."


Aduh kenapa sih sudah jam segini tidak bisa tidur lagi, besok aku di kontrakan aja deh gak usa kemana-mana dulu karena kalau aku jalan terus habis bisa uang yang ada sama aku. Sedangkan tinggal sedikit untung juga waktu itu aku tidak bayar kontrakan kalau tidak aku bisa mati kelaparan.


Mau cari kerja juga status buronan seperti ini bukannya mendapatkan pekerjaan justru nanti mendapatkan hukuman.


Nadia berusaha memajamkan matanya tapi susa sekali dan sekitar jam satu barulah Nadia bisa tidur nyenyak. Dalan tidurnya Nadia bermimpih kalau polisi datang ke kontrakannya dan kenyeret dia pergi dari, dan saat itu sang ayah dan ibunya ada tapi mereka justru mendukung polisi untuk membawahnya pergi, ketimbang menahan polisi agar tidak membawahnya.


Nadia berteriak untuk minta tolong tapi parcuma karena orang tuannya tidak ada yang mau menolongnya.

__ADS_1


"Ayah.....tolong Nadia...Nadia tidak mau dibawah oleh polisi ayah...tolong jangan biarkan aku dibawah oleh mereka ayah." teriak Nadia.


Nadia berteriak histeris tapi sayang ayahnya tidak sekalipun bergerak hati untuk sekedar menolongnya, dan sang ibu juga ada di samping sang ayah. Nadia lakukan hal yang sama minta tolong juga ke sang ibu.


"Ibu tolong Nadia bu...tolong...Nadia tidak mau dibawah...tolong kenapa kalian diam aja sih bu ayah, masa kalian membiarkan aku dibawah oleh polisi sedangkan kalian ada disini tapi tidak mau menolong aku gimana, orang tua macam apa kalian" cercah Nadia


Nadia yang melihat dalam itu, dia jadi marah sama orang tuanya karena tidak mau menolongnya tapi pada saat Nadia marah justru sang ibu berkata.


"Kamu bukan anak ibu dan ayah lagi, kamu sudah memilih jalanmu sendiri jadi nikmati saja, bukankah sebelumnya itu ibu dan ayah sudah peringatkan kamu jika tidak perlu balas dendam karena balas dendam itu tidak akan menyelesaikan masalah."


"Melainkan membawah kita kedalam jurang, kematian kak kamu itu sudah di takdirkan oleh Allah sehingga ibu dan Ayah sudah iklas merelakan Ady pergi tapi justru kamu yang mencelakakan diri kamu sendiri tahu kamu, semua ini gara-gara kamu kita hancur."


Nadia keringat dingin karena mimpih buruknya itu. Membuatnya berusaha membuka mata juga sangat berat karena dia masih dalam alam bawah sadarnya. Dia masih berusaha membelah dirinya agar ayah dan ibunya mau mendukungnya namun sayang dia justru dapat penolakan dari kedua orang tuannya membuat Nadia menangis histeris.


"Cara kamu itu salah Nadia sadarlah sekarang ini kamu sudah terperangkap dengan dendam kamu sendiri, jadi kamu yang harus bertanggung jawab atas semua perbuatan yang sudah kamu lakukan, sekarang pergilah karena ibu dan ayah sudah tidak mau melihat kamu lagi pergiiii........"


"Ibu....ayah........"

__ADS_1


Nadia sadar dari mimpi buruknya itu dengan air mata membasahi pilinya dan berkeringat dingin...nafasnya tersengal-sengal seperti di kejar.


Huusssss...huusssss...


Nadia menarik napas dalam-dalam baru ia keluarkan dengan kasar. Ya Tuhan ternyata aku hanya mimpih kenapa ya kok kayak nyata banget gitu, di usir sama ayah dan ibu ini yang kedua kalinya aku mimpi tapi mimpi yang sama kalau ibu dan ayah menolakku.


Ah ini hanya mimpi mana mungkin kedua orang tuanku bisa sekejam itu, mengusir anaknya sendiri apalagi tinggal aku anaknya, pasti mereka akan berterimah kasih padaku karena aku sudah berhasil membalaskan dendam kepada keluarga Surya, walaupun pada akhirnya aku juga ikut terjerumus tapi setidaknya mereka berusahalah sebagai orang tua untuk mengeluarkan aku dari penjara.


Ini sudah jam berapa ya, lihat jam aja gak bisa hp aja gak punya nasib sial banget dulu punya segalanya sekarang susa segalanya. Makan juga susa mau hubungi orang juga susa, apalagi punya uang apes banget.


Nadia bangun dari tidurnya dan hendak ke kamar mandi karena mau buang air. Setelah selesai ia rencana ngitip keluar apakah sudah terang atau belum ternyata masih gelap berarti belum pagi pikirnya. Hummm ternyata masih gelap baguslah biar aku tidur lagi.


Karena memang hari ini rencana mau istirahat full dikontrakan tidak ingin kemana-mana dulu. Kalau soal makan biar nanti pas bagun masak mie aja deh...untung ada stok mie jadi tidak perlu keluar. Akhirnya Nadia gegas kembali untuk tidur karena memang ia masih ngantuk lebih baik tidur lagi dari pada menguap terus.


Nadia kembali membaringkan tubuhnya di atas kasur dan bersiap untuk menutup mata, namun tiba-tiba pintu diketuk dari luar membuat Nadia terkejut, ini masih gelap siapa sih yang datang bertamu jam segini. Karena Nadia takut jadi ia tidak beranjak dari tidurnya ia menutup matanya dengan rapat-rapar untuk berusaha tidur tapi susa.


Karena ketukannya hanya dua kali jadi setelah itu tidak ada lagi, namun hal itu justru membuat Nadia ketakutan dia takut itu polisi yang datang. Sangking takutnya Nadia menutupi seluru tubunya dengan selimut dan memajamkan matanya tidak lama kemudian akhirnya ia kembalu tertidur.

__ADS_1


Nadia kembali tertidur dengan pulas ia sudah melupakan segalah yang terjadi dalam hidupnya, biar dia istirahat dan besok bisa kembali dengan suasana yang baru. Karena semenjak Nadia mengambil keputusan untuk balas dendam sejak itu juga ketakutan mulai menghantuinya sampai saat ini"


__ADS_2