Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
86:86


__ADS_3

Di tempat lain.....


Sekarang iksan beserta anak dan suster sudah sampai di rumah, namun pikiran iksan berkelana kemana-mana iksan masih memikirkan cessie, iksan sangat berharap agar suatu saat ia bisa kenal lebih dekat lagi dengan cessie dan keluarga cessie, ada terbesit keinginan didalam pikiran iksan untuk melamar cessie nanti, kalau cessie sudah resmi cerai dengan surya, tapi iksan gak tahu kalau sekarang ini cessie tenggah hamil anak surya.


Karena dira juga menyukai cessie membuat iksan senang karena dari sejak bayi ibunya sudah meninggalkannya jadi sulit sekali bagi dira untuk dekat dengan orang lain kecuwali suster dan mbaknya iksan yang biasa di panggil ibu oleh dira.


"Cess kamu buat aku seperti laki-laki kurang waras, senyum sendiri pada saat mengigat kamu tahu. Tapi sayangnya kamu masih dalam proses cerai, semoga sebelum aku melamar kamu belum ada laki-laki lain yang masuk dalam hatimu."


Karena dira sudah tidur mungkin karena cepa juga seharian di pantai, jadi pulang sampai di rumah dira langsung tidur, sedangkan iksan masih mondar-mandir pengang hpnya pengen telpon cessie tapi masih ragu, takutnya menganggu apa lagi baru juga ketemu tadi.


Dengan penuh pertimbangan akhirnya iksan memberanikan diri untuk kirim pesan ke cessie namun belum juga di baca, iksan harap-harap cemas semoga cessie gak marah.


Setelah di tunggu sekitar sepeluh menit tapi gak ada balasan akhirnya iksan simpan hpnya di nakas dan ia membaringkan tubuhnya di samping dira, dan tak lama ia tertidur.


******


Keesokan harinya cessie bagun pagi-pagi dan bersiap untuk pergi ke kantor bersama aris karena pak arya ada urusan jadi gak bisa ikut, lagian sekarang yang jadi pemimpin cessie jadi walapun pak arya gak datang, tetap aman karena hari ini juga mulai audit, jadi nadia dan surya siap-siap aja untuk nginap di hotel pardeo.


Setelah cessie siap dengan penampilan yang memukau, ia turun ke bawa dan langsung menuju ke meja makan, ternyata disana sudah di tunggu oleh orang tuanya dan kaknya aris. Cessie langsung menyapa mereka bertiga" selamat pagi ayah, ibu dan kak yang paling tanpan tapi menyembelin hahaha." ujar cessie sambil terkekah.


"Hmm pagi juga princess, jawab mereka kompak, membuat cessie melongo.

__ADS_1


"Wah....tumben kompak banget yah, bu sama kk aris hahaha". Ujar cessie sedangkan yang lain hanya nyegir kuda.


"Nak kalian sudah siapkan hari ini audit serahkan aja ke tim audit apapun hasilnya kalian harus terimah, semoga pelaku hanya dua orang itu aja." ujar pak arya.


"Iya ayah tenang aja, oh ya ayah cessie rencana mau memutuskan kontrak kerjasama dengan perusahaan Anjaya, bagaimana menurut ayah," tanya cessie.


"Ayah serahkan semua ke kamu nak terserah kamu mana yang terbaik menurutmu, tapi bagaimana dengan ibu setujuh gak" tanya pak arya.


Bu intan menghela napas panjang baru berucap" sebenarnya mama sih agak sedikit keberatan nak, karena yang melakukan kejahatan adalah anaknya bukan orang tuanya, ibu tahu pak yanto itu baik, hanya saja istrinya yang ibu kurang srek, makanya dulu ibu mau bantu, tapi semua ibu serahkan kembali ke kamu nak, mungkin memang itu yang harus kita lakukan agar mereka sebagai orang tua lebih mengajari anaknya dengan baik."


"Terus bagaimana dengan pendapat kak"tanya cessie lagi biarpun aris hanya kak angkat tapi cessie sangat menghargai kak nya itu.


"Ok lah kalau begitu nanti cessie pikirkan lagi tapi, apapun keputusan cessie, cessie harap baik ayah, ibu kak aris gak kecewa dengan keputusan itu dan untuk ibu, cessie tahu ibu gak tega melihat keluarga pak yanto bangkrut tapi mungkin dengan masalah ini keluarga pak yanto tahu seperti apa sifat dan kelakuan jahat anaknya." ujar cessie disambut anggukan dari ketiga orang itu.


Dan sekarang mereka berempat lagi sarapan bersama, mereka sarapan dalam diam gak ada obralan lagi mereka.


Setelag sarapan, cessie bersama dengan aris berangkat ke kantor dengan satu mobil karena aris gak mau cessie bawa mobil sendiri, takutnya cessie kenapa-napa. Cessie dan aris mencuim punggung tangan ayah dan ibunya lalu masuk kedalam mobil dan berlalu pergi.


Sepanjang perjalanan cessie dengan aris bercanda ria, cessie sengaja bahas tentang faya untuk melihat reaksi kaknya seperti apa, karena cessie rencana mau jodohin faya dengan kakak angkatnya itu.


"Kak menurut kak, faya itu tipe gadis seperti apa? kan kemarin kak selalu bersama faya sahabat aku jadi pasti sedikit-sedikit kak bisa menilai lah"ujar cessie memancing aris untuk berikan penilaian.

__ADS_1


"Hmm kalau menurut kak faya gadis yang ceria dan menyenangkan kalau berteman sama dia dan dia juga tipe gadis yang gak banyak nuntut." ujar aris membuat cessie senyum.


"Oh gitu ya, terus tipe kakak untuk memilih pasangan sebagai istri itu seperti apa? coba kak beritahukan kepadaku."


"Kalau kak sih suka cewek yang sifatnya seperti faya, hanya saja kak mau punya pasangan yang romantis dan perhatian, kak gak mau pasangan yang cuek." ujar aris sedangkan cessie hanya senyum sambil manggut-manggut.


"Memang kenapa dek kok nanya seperti itu? lagian sekarang kaka belum memikirkan pasangan dulu, cukup jagain kamu aja sampai lahiran dan bisa memiliki pasangan lagi bari kak bisa mikirkan diri kak."


"Aku baik-baik aja kak jadi sekarang kak sudah bisa kok cari pasangan, kak jangan kuwatirkan aku karena ada ayah ibu dan semua orang yang sayang sama aku, lagian kalau kak sudah punya pasangan itu lebih bagus karena biar cessie punya teman belanja hahaha". Ujar cessie sedangkan aris hanya gelengkan kepala melihat tingkah adik angkatnya itu.


Tak lama kemudia mereka berdua sampai do loby kantor, aris membukakan pintu untuk cessie namun cessie melototinya, sedangkan yang di lototin hanya nyegir kuda.


Aris dan cessie berjalan bersama masuk kedalam kantor dan langsung naik lift menuju ke ruangan mereka. Tak lama pintu lift terbuka


Ting tong!


Cessie dan aris keluar dari dalam lift ternyata lita sudah menunggu cessie di depan lift sambil menyapa mereka" selamat pak ibu dan pak"


"Selamat pagi juga lit" jawab cessie sendangkan aris hanya pasang muka datar. Dan mereka melangkah masuk ke ruangan mereka masing-masing sedangkan lita turut masuk ke ruangan cessie karena ada yang mau lita sampaikan.


Setelah sampai di dalam ruangan baru lita menyerahkan berkas untuk di periksa oleh cessie dan menyampaikam tentang hari ini ada audit di kantor. Cessie hanya mendengar dengan saksama dan lita juga sampaikan kalau dalam satu minggu ke depan gak ada miting jadi cessie masih bisa bernapas legah.

__ADS_1


__ADS_2