Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
238


__ADS_3

Keesokan harinya sesuai janji Aris yang akan mengantarkan kekasih hatinya kebandara karena harus memenuhi permintaan sang paman yang ngotot agar Faya harus datang kesana. Sebenarnya ada yang janggal dengan permintaan paman Faya tapi Aris tidak bisa berpikiran negatif bisa jadi ada hal lain yang harus Faya dan pamannya bicarakan.


Masih pagi jam setegah tujuh Aris dan Cessie sudah bersiap dan segerah ke meja makan untuk sarapan, biasanya pak Arya dan bu Intan yang duluan duduk menunggu kedua anaknya sekarang kebalikan kedua anaknya yang duluan datang dan menunggu mereka.


"Kakak tumben ibu sama ayah belum datang biasanya mereka duluam duduk disini" tanya Cessie.


"Iya dik mungkin ayah dan ibu masih mandi atau baru bangun tunggu saja lagian ini juga masih pagi sekali loh dik, lihat masih setengah tujuh" ujar Aris


"Iya juga sih berarti kita yang kecepatan ya kakak duduk disini, ya mau bagaimana lagi nanti kalau kita terlambat datang kasih Fayanya kita sudah janji mau antar kebandara"


"Iya dik"


Tidak lama kemudia pak Arya dan bu Intan datang menghampiri mereka dengan senyuman manis dari bun Intan melihat kedua anaknya sudah duduk menunggu di meja makan.


"Pah lihat deh tumben banget putra putry kita sudah menunggu di meja makan dengan penampilan mereka berdua juga sudah rapi kira-kira mau keman ini"


"Iya bu, papa juga heran biasanya jam segini ada yang baru gegas ke kamar mandi dan ada juga yang baru buka mata, tapi sekarang sudah segar buger duduk di meja makan"


Sindiran bu Intan dan pak Arya membuat Cessie dan Aris terkekeh. Melihat tingkah kedua orang tua mereka.


"bu, yah Cassie dengan kakak Aris mau ke bandara"


"Apa...mau ke bandara mau ngapain disana nak" ujar pak Arya dan bu Intan.


Hahah...keluarga unik Cessie belum selesai bicara juga langsung di sambung oleh pak Arya dan bu Intan bagaimana mau lanjutkan ceritannya kalau di terpotong

__ADS_1


"Astaga yah, bu bisa gak jangan di potong dulu belum selesai Cessie bicara juga jadi gak lanjutkan". Ujar Cessie membuat sang ibu dan sang ayah saling pandang.


" Hehe maaf nak yaudah lanjut ayah dan ibu mau dengar " ujar bu Intan.


"Tadi malam saat Cessie dan kakak Aris dalam perjalanan pulang dari rumah Iksan dan hendak pulang ke rumah Faya telpon yaj, bu."


"Terus...."


Akhirnya Cessie dan Aris menceritakan semua perihal tentang Faya ke bu Intan dan pak Arya tapi justru pak Arya dan bu Intan tidak sejutu, Karena menurut mereka ada yang tidak beres. Tinggal sebentar lagi mau nikah masa Faya harus kesana lagian itu juga bukan paman kandung Faya.


Tapi karena Faya sudah tidak punya siapa-siapa lagi makanya Faya minta tolong jadi wali nikah kenapa Faya harus diminta lagi kesana.


"Loh kok bisa begitu untuk apa lagi Faya harus kesana nak kenapa gak langsung bicara di hp aja sih, kok perasaan ibu mengatakan ada yang tidak beres dengan pamannya Faya, takutnya Faya kenapa-napa loh lebih baik bilang sama Faya biar tidak usa pergi"


"Ayah juga sebenarnya sependapat dengan ibu, perasaan ayah mengatakan kalau paman Faya menyembunyikan sesuatu dan Faya bisa dalam bahaya, tapi kita jangan mikir yang ane-ane dulu itu hanya asumsi ayah sama ibu. siapa tahu niat paman Faya baik, biarkanlah Dia pergi nak tapi kamu harus bijak lebih baik kamu minta alamat tempat dimana paman Faya tinggal jadi jika terjadi sesuatu kita bisa kesana untuk menolong Faya."


"Baiklah ayah Aris akan sampaikan ke Faya jika Faya masih ingin pergi nanti Aris minta alamat saja" ujar Aris


"Baik nak jangan sampai kita gegaba"


Setelah selesai sarapan Cessie dan Aris langsung pergi jemput Faya dan antar kebandara.


"Kami berangkat dulu yah, bu." ujar Cessie dan Aris pamit kedua orang Tuanya.


"Hati-hati jangan lupa salam untuk Faya."

__ADS_1


Cessie dan Aris masuk kedalam mobil dan keluar dari pekarangan rumah, Cessie duduk di kursi penumpang karena, nanti Faya yang duduk di depan, Aris minta Cessie untuk duduk didepan tapi Cessie gak mau harus jaga perasaan sahabatnya, kalau Aris belum punya pacar sih tidak apa-apa, tapi sekarang Aris sudah punya Calon jadi Cessie juga tahu aturan biarpun Aris kakaknya tapi harus tau batas.


"Dik kenapa kamu duduk di situ sini aja duduk, kamu kaya jaga jarak dengan kakak kamu sendiri, kamu takut corona ya hehehr, ah sekarang tidak ada yang namanya corona-corona semua sudah sehat."


"Hahaha corona ada-ada aja kakak, corona sudah tidak berlaku, biarkan saja calon istri kakak duduk disitu, kakak harus tahu dan bisa menempatkan situasi sekarang kakak tidak sendiri lagi tapi sudah punya calon biarpun aku adiknya kakak jika kakak sudah punya pasangan."


" Pasangan kakak itu yang berhak duduk disamping kakak bukan adik kakak karena nanti kedepannya dia yang selalu menemani kakak dalam suka duka sedangkan adik kakak juga sudah berumah tangga jadi prioritas kakak saat ini bukan Cessie lagi tapi Faya ingat itu kakak."


Perkataan Cessie berhasil membuat hati Aris tersentu dan terharu dengan pengertian Cessie Aris tidak menyangka pikiran Cessie sangat dewasa sekali padahal Aris sendiri tidak berpikir sejauh itu tapi Cessie bisa.


Aris menatap Cessie dari kaca dan melihat wajah manis Cessie" kamu sangat begitu baik dan pergertian dik, jujur aku sangat bersyukur dan bahagia bisa menjadi bagian dari hidup kalian, hidupku terasa berwarna saat aku jadi kakak kamu, dan saat itu kamu juga sama sekali tidak menolak aku, bagaimana bisa aku berlaku jahat sama kamu, justru aku berpikir untuk menjagamu seumur hidupku" Gumam Aris dalam hati.


"Baiklah dik makasih ya atas perhatian kamu sama kakak tapi menurut kakak kamu tetap adik yang terbaik dalam hidup kakak dik, jika nanti setelah kamu sudah menikah dengan Julio, jangan jauh ya dek tinggalnya biar kakak sering main kerumah kalian karena kalau kamu gak ada di rumah pasti sepi."


"Aku seorang istri kakak jadi jika suami bilang apa ya aku harus nurut asal tidak merungikan aku saja, kalau disuruh tinggal sama mertua yah jelas aku harus nurut dong kakak."


Aris menyetir dengan perasaan yang tidak bisa di artikan karena Aris ingat kembali perkataan pak Arya dan bu Intan, jangan sampai hal itu terjadi, jadi sebelum berangkat ke bandara Aris harus bicara dulu dengan Faya.


Takutnya entah Faya sudah di jodohka n di tempat pamannya bisa saja itu terjadi, jadi sebelum semua terlambat harus di cengah agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.


hampir empat puluh menik akhirnya mobil yang di tumpangi Cessie dan Aris sampai juga di kediaman Faya langsung di sambut oleh Faya.


Aris tidak mau lama-lama lagi, jadi Aris langsung bicara karena waktu terus berputar jadi jangan sampai Faya terlambat pesawat.


"Sayang kita harus bicara sebelum kamu berangkat, apa sebaiknya kamu tidak perlu kesana dan kalau memang perlu penting biar kita kasih ongkos sama paman saja biarkan paman yang kesini. Jujur aku takut sayang kamu kenapa,-kenapa disana"

__ADS_1


"Mas jangan kuwatir aku baik-baik saja, gak mungkin aku kenapa-kenapa disana ada paman juga kok jadi sayang tenang aja ya"


__ADS_2