Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
188


__ADS_3

Disebuah ruangan yang berukurang sepetak termenung seorang pria yang sudah mulai gemukan dan rambutnya sudah mulai panjang tidak terurus, ia duduk termenung di sudut kamar itu dengan pandangan matanya menatap kedepan dengan tatapan yang kosong. Sedangkan ditubuhnya terdapat banyak sekali bekas luka seperti pukulan, wajahnya bengkak entah apa yang terjadi padanya tapi yang jelas saat ini kondisinya tidak baik-baik saja.


Pria itu termenung tiba-tiba seorang teman napinya datang dan menyuruhnya untuk memijit kakinya yang katanya sakit.


"Woy...pijitin dulu kakiku dari pada kamu tidak ada kerjaan dari tadi bengong aja,"


"Maaf bang aku tidak bisa tanganku lagi sakit dan semua badanku,"


"Oh....jadi kamu masih mau melawan aku, mau dihajar lagi sampai babak belur dulu baru kamu mau pijitin kakiku."


"Wah...bos nich boca makin menjadi, dia mala melawan mungkin mau di hajar lagi, tadi siapa-siapa yang sudah mengambil bagian"


"Nih.. Tiga orang ini, memangnya kasus dia apa bos?" tanya napi yang satu karena pas Surya masuk kebetulan napi yang sedang bertanya itu ada diluar, karena dapat kunjungan dari orang tuannya jadi pas dia masuk ternyata Surya sudah babak belur di hajar habis-habisan oleh napi yang sudah lama di dalam.


"Banyak kasusnya itu, yang pertama kasus perselingkuhan yang kedua kasus korupsi entah yang lain apalagi."


"Wah....sangat hebat juga kamu ya, sudah punya istri bukannya dijaga dengan baik justru kamu selingkuhi dia, sepertinya memang kamu harus dikasih pelajaran ya, he kamu tahu biarpun aku jahat dan sampai masuk kesini karena demi menjaga dan menafkahi anak istriku sehingga aku bisa masuk kesini karena, aku sudah susa paya kerja ternyata mandor saua justru makan gaji kami sehingga kami membunuh mandor itu."


Tapi kamu sudah dikasih istri justru kamu selingku cobak aku cek sehebat apa senjatamu, sampai satu saja tidak cukup, dan justru menyakiti anak gadis orang.


Pria tadi bangkit dari duduknya dan menanggil salah satu teman napinya yang sementara berbaring diatas kasus, dia juga yang tadi menghajar Surya sampai babak belur.

__ADS_1


"Bro sini dulu, tolong bantu angkat dia berdiri ada yang mau aku sampaikan ke laki-laki bejat ini."


Teman yang tiduran itu bangun dan mendekati Surya dan menendang bokongnya.


"woy....bangun budek ya, kamu tidak dengar disuruh bangun berdiri ha" bentak napi itu


Mau tidak mau Surya berusaha bangkit berdiri karena Surya memang tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh teman napi satu ruangan itu.


Setelah Surya berdiri dengan tengap temannya mendekati Surya lalu berkata, seandainya kamu tidak menjadi laki-laki bejat dan menyakiti hati istrimu mungkin kamu bisa lolos dariku tapi kali ini tidak, aku juga punya dua orang saudara perempuan sehingga sebejat-bejatnya aku, aku tidak akan mau menyakiti perempuan apalagi istriku.


Bukkkk...bukkkkk.


"Argh.......Sakit patah senjataku...ampun bang ampun"


"Hahaha...apa kamu bilang baru segitu aja bilang sakit, tapi pas yakitin hati istrimu kamu tidak merasakan sakit begitu, aku mau buat kamu sakit dan mendingan kamu tidak punya anak seumur hidupmu dari pada nanti anakmu menderita karena kena karma dari kamu.


"Bang ampun bang aku mohon, saat ini aku berusaha untuk memperbaiki hubungaku dengan istri pertamaku bang aku menyesal"


"Penyesalan kamu itu sudah tidak berguna karena aku yakin istri pertama kamu dimana sudah mengugat cerai kamu, mendingan kamu terimah saja jangan egois jadi laki-laki. Biarkan dia pergi dan bahagia dengan pria yang pantas untuk dia, karena kamu sudah tidak pantas lagi dengannya. Sekarang kamu lihat kondisi kamu saat ini, apa kamu yakin istri kamu masih mau menerima kamu".


Surya hanya diam mencenar semua ucapan temannya itu, memang benar yang ia katakan seharusnya dia tidak egois, biarkan Cessie pergi dan hidup bahagia dengan laki-laki yang mencintainya, namun dalam hati Surya tidak iklas membiarkan Cessie dimiliki oleh laki-laki lain. Apalagi sekarang Cessie lagi mengandung anaknya ia tidak iklas melihat anaknya bahagia bersama laki-laki lain dan memanggilnya papa sedangkan dia tidak.

__ADS_1


Surya yang membayangkan kembali semuanya itu, merasa sesak di dadanya, ia tidak sanggup pada saat ia keluar dari penjara dan pas ketemu dengan anaknya tapi justru anaknya tidak mengenalinya dan mala manggil suami kedua Cessie sebagai ayahnya.


"Tidak bang aku tidak iklas istriku dengan laki-laki lain, besok ada sidang putusan aku harus memenangkan sidang ini agar aku bisa kembali lagi dengan istriku karena sekarang dia lagi mengandung anakku."


"Oh ya, kalau seprti itu kenapa kamu main serong dengan perempuan lain, kamu aja tidak iklas melihat mantan istri kamu bersanding dengan laki-laki lain, terus kamu tahu tidak bagaimana perasaan mantan istri kamu pas tahu kamu punya perempuan lain, kamu tahu tidak seperti apa sakitnya, jadi laki-laki jangan egois."


"Aku khilaf bang"


"Khilaf memangnya berapa tahun kamu selingkuh dengan perempuan itu"


"Hampir satu tahun lebih"


Bukkkkkkk" itu bukan khilaf tapi keenakan"


Surya kembali terdiam tapi didalam hatinya dia tidak akan mau meninggalkan Cessie, karena sekarang Nadia sudah tidak tahu dimana ribahnya, jadi hanya satu harapan Surya saat ini adalah Cessie karena ibu Ayu juga sudah masuk rumah sakit jiwa. Sedangkan selama ini Sinta tidak perna datang menjenguknya begitu juga dengan mbak Eva.


"Ya Tuhan ternyata seperti ini ya kalau sudah jatuh tidak ada satu orangpun yang mau menjenguk, tapi aku salah juga sih kemarin itu mbak Eva dan Sinta datang menjenguk sebelum aku dipindahkan. Bukannya aku bahagia justru aku marah sama mereka mungkin karena ini juga makanya Sinta tidak pernah datang lagi kesini."


Surya termenunggu dia sudah terduduk kembali di sudat kamar karenan mamang teman Surya sengaja tidak berikan kasur untuk Surya. Padahal masih ada kasur yang kosong mereka sengaja membuat seperti itu supaya Surya itu tahu kalau di penjara itu tidak enak seperti yang mereka juga alami.


"Woy....kenapa diam disitu...masih belum bangun makanya, sudah di kasih istri cantik dan baik jangan jahatin dia, kamu pikir aku tidak tahu seperti apa kasus kamu, aku tahu karena aku dengar dari teman yang lain."

__ADS_1


Biarpun temannya Surya selalu menjailinnya tapi Surya kali ini ia tidak pengen berbuat kesalahan. Ia pengen berdiam diri untuk mendapatkan cara yang bagus untuk rencana apa yang ia ambil untuk besok karena jujur Surya memang belum tobat.


Dan belum juga menyerah dengan semua keputusan, ia masih percaya kalau besok pasti ia di belah oleh hakim dan Cessie yang akan disalahkan karena sudah berani melaporkan suaminya ke polisi, padahal Surya tidak menyadari kalau dia lah yang menjobloskan dirinya ke dalam masalah.


__ADS_2