
Cessie melangkah masuk kedalam lift dan naik ke lantai atas dimana ada ruangan kerjanya, saat Cessie keluar dari dalam lift ternyata berpapasan dengan sekretaris Lita . Dengan senyum manis sekretaris Lita menyapa Cessie.
"Selamat siang bu, saya pikir ibu tidak datang karena da berkas yang harus ibu tanda tangani" ukar sekretaris Lita.
"Selamat siang sekretaris Lita, baiklah antar ke ruamg saya ya" Cessie masuk ke ruangannya sedangkan sekretaris Lita juga masuk kedalam ruangannya, setelah sampai di dalam Cessie mulai membuka leptop. Saat Cessie lagi Asyik memeriksa file yang sudah masuk tibak-tiba ketukan pintu dari luar.
Tok tok tok!
"Masuk" ujar Cessie mempersilahkan orang itu masuk, ternyata yang datang adalah sekretaris Lita untuk mengantar berkas yang di maksud sekretaris Lita.
"Maaf bu ada berkas yang harus ibu tanda tangani, sebenarnya saya yang di suruh untuk tanda tangan oleh pak bambang karena ini menyangkut proyek yang saya tangani bu, tapi ini berkas terakhir untuk melengkapi berkas yang belum di lengkapin oleh sekretaris Nara jadi saya di minta untuk melengkapi semua, saya tidak enak kalau bukan ibu yang tanda tangan cobak ibu caba dulu semua takutnya ada yang masih kurang."
Cessie menatap sekretaris Lita dengan tatapan tidak bisa di artikan karena menurut Cessie sekretaris Lita adalah sosok gadis yang paling sopan dan sangat menghargai orang lain, kalau sekretaris Lita tidak menghargai Cessie mungkin dia langsung tanda tangan saja tanpa menunggu persetujuan dari Cessie sebagai bosnya, apalagi pak Bambang yang menyuruh.
Cessie tersenyum pada sekretaris Lita sembari berkata" sekretaris Lita, kenapa tidak tanda tangan saja kalau di minta sama pak Bambang tidak masalah karena saya percaya dengan sekretaris Lita, tidak mungkin sekretaris Lita mau kan perusaha-an ini bermasalah jadi saya percaya sekretaris Lita pasti berikan yang terbaik untuk perusaha-an ini."
"Tidak bu....saya tidak berani melakukan ini, lebih baik ibu saja tapi sebelum ibu tanda tangan tolong dibaca dulu takutnya masih ada kesalahan" Cessie hanya mengelengkan kepala melihat tingkah sekretarisnya.
"Ya, sudah kalau begitu taruh saja disini nanti saya cek sebenarnya itu adalah hak sekertaris Lita untuk tanda tangan, karena memang selama ini yang berjuanga menangani proyek itu adalah sekretaris Lita, tapi karena sekretaris Lita tidak mau jadi tidak masalah tapi saya periksa dulu baru saya tanda tangan."
"Baik bu kalau begitu saya parmisi dulu bu" ujar sekretaris Lita pamit tapi kembali di panggil oleh Cessie.
"Sekretaris Lita..."sekretaris Lita yang sudah di depan pintu kembali menoleh.
"Iya, bu. Ada yang bisa saya bantu?" tanya sekretaris Lita.
__ADS_1
"Maaf tadi ada yang mau saya tanyakan pada sekretaris Lita, soal Nara bagaimana dengan kinerjanya selama ini sekretaris Lita ajarin."?
Sekretaris Lita, langsung terkejut dan tengang mendengar pertanyaan Cessie karena sekretaris baru yang di pilih oleh Aris menurut sekretaris Lita dia tidak bisa kerja apa-apa padahal sudah lim bulan dia diajarin
"Aduh...bagaimana ini kalau aku jujur bilang Nara belum bisa apa-apa dan selama ini semua lapor yang dia buat salah semua sehingga aku lagi yang mengerjakannya, kira-kira bu Cessie marah gak ya. Kalau aku jujur tidak enak nanti aku di bilang mentang-mentang senior disini jadi ngaduh ke bos tapi kalau aku tidak kasih tahu Nara anggap reme. Dan justru tidak mau belajar aku juga yang capek, bagaimana ya, humm aku punya ide biar bu Cessie tahu bagaimana kinerjanya aku suruh saja bu Cessie minta langsung laporan keuangan bulan ini saja biar bu Cessi tahu langsung dari Nara jangan aku yang kasih tahu." Gumam sekretaris Lita dalam hati.
"Sekretaris Lita saya lagi bicara pada anda ada apa kenapa tidak mau jawab" tanya Cessie penuh selidikan.
"Ummm bagaimana ya bu, ..saya rasa itu bukan rana saya untuk menyampaikan sesuatu ke bu Cessie tanpa ada bukti jadi saya mau bu Cessie sendiri yang melihatnya. Begini saja bu, laporan keuangan dari Nara bulan ini belum masuk bagaimana kalau ibu minta laporannya biar ibu lihat sendiri" ujar sekretaris Lita sedangkan Cessie berpikir.
'Ya, sudah kalau begitu nanti setelah sekretaris Lita keluar tolong panggilkan sekretaris Nara kesini ya"
"Baik Bu" akhirnya sekretaris Lita keluar dari ruangan Cessie dan menuju ke ruangan sekretaris Nara.
Tok tok tok....!
"Masuk"
"Mbak Lita ada apa"? Tanya sekretaria Nara.
"Nara..di panggil sama bu Cessie tolong keruangan bu Cessie." ujar sekretaris Lita.
"Ha...di panggil sama bu Cessie, untuk apa mbak" tanya sekretaris Nara sudah mulai panik.
"Saya tidak tahu jadi cobak kamu pergi temui bu Cessie jangam membiarkan bu Cessie lama menunggu"
__ADS_1
"Oh, baik mbak" setelah selesai dari ruangan Nara Sekretaris Lita kembali masuk kedalam ruang dan mengerjakan pekerja-anya.
Sedangkan Nara sudah bersiap untuk ke ruangan Cessie sebenarnya Nara juga binggung kenapa tiba-tiba bosnya memanggilnya itu untuk, keruanganya.
Sekretaris Nara bangkit dari duduknya dan gegas keluar untuk menemui Cessie.
Tok tok tok!
"Masuk"
Creekkk!
"Maaf bu, ibu memanggil saya, ada yang bisa saya bantu bu?" Tanya sekretaris Nara.
"Iya sekretaris Nara...tolong siapkan laporan keuangan bulan ini saya mau cek dulu semua sudah selesai kan?" pertanyaan Cessie membuat sekretaris Nara terkejut karena laporan itu semua belum dia kerjakan, sudah sekali di kerjakan tapi kata sekretaris Lita dan Aris kalau masih banyak yang salah tidak sesuai dengan data asli.
"Mampus aku....laporannya justru belum aku perbaiki lagi bagaiman ini selama ini mbak Lita yang selalu memperbaikinya tapi kemarin katanya banyak pekerjaan jadi mbak Lita tidak mau. Bagaimana ini bisa ketahuan kalau selama ini aku malas kerja dan bisa di pecat padahal sudah susa paya aku dapat pekerjaan ini." gumam Nara dalam hati.
"Sekretaris Nara ada apa, kenapa diam sudah selesaikan laporannya tolong cepat antar kesini ya saya mau periksa dulu, kamu boleh keluar" karena Cessie tahu gelagat ane dari sekretaris Nara jadi Cessie sengaja menyuruhnya segerah keluar karena Cessie tidak mau terimah alasan."
"Ba..baik bu, saya segera antarkan laporan kesini" dengan gugup sekretaris Nara menjawab pertanya-an Cessie. Sekretaris Nara langsung gegas keluar dari ruangan Cessie dan masuk ke ruanganya dengan perasaan tidak karuan.
"Aduh bagaimana ini aku harus cepat-cepat selesaikan laporan jangan sampai bu Cessie marah, lagian selama ini bukan bu Cessie yang langsung menerima laporan itu harus kasih dulu ke pak Aris baru pak Aris berikan kepada bu Cessie tumben bu Cessie minta" gumam dalam hati
Makanya sekretaris Nara kerja itu yang benar jangan suka mengandalkan orang lain, sekarang kamu jadi bodohkan tidak tahu apa-apa saat bos kamu menyuruhmu membuat laporan, kamu jantungankan jadinya.
__ADS_1
Makan gaji butah namanya selama ini harap gampang dari sekretris Lita yang mengerjakan semuanya, kamu tinggal terimah giliran bos kamu menyuruhmu menyelesaikan laporan kamu justru gelagapan mampus kamu.