Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
338


__ADS_3

Mbak Eva, dengan sedih terpaksa melangkahkan kakinya melalui koridor runah sakit jiwa, dan keluar dengan hatinya berkecamuk biarpun bu Ayu banyak berbuat kesalahan, tapi dia tetap seorang ibu yang melahirkan dan membesarkan mbak Eva, memang mbak Eva marah dan kesal tapi mbak Eva masih memiliki kasih dalam hati kecil mbak Eva sangat mengasih bu Ayu.


Anak mana yang tidak hancur hatinya melihat ibu yang melahirkannya mengalami sakit jiwa, dengan lemas mbak Eva menyeret kakinya menuju ke loby rumah sakit jiwa untuk menunggu taksi.


Tak selang lama sebuah taksi online berhenti tepat di depan mbak Eva dan sang sopir langsung turun dan membukakan pintu untuk mbak Eva.


"Makasih pak", ujar mbak Eva saat masuk kedalam mobil


"Sama-sama mbak" ujar pak sopir.


Kasian mbak Eva, sama seperti Sinta mereka berdua menanggung beban berat setiap kali Sinta pergi jenguk bu Ayu dan Surya pasti pikiran juga setelah pulang, apalagi Surya yang tidak perna beruba.


Pantas saja Sinta melarang aku untuk datang jenguk Surya ternyata Sinta sudah tahu kalau Surya tidak beruba justru makin menjadi, aku jadi nyesal datang jenguk Surya tahu kayak gini aku gak datang. Memang Surya sama sekali tidak punya otak, ia tidak memikirkan kondisi ibu di rumah sakit jiwa kalau sifatnya kayak gini setelah dia keluar dari penjara pasti buat masalah lagi."


Mbak Eva tidak habis pikir dengan jalan pikiran Surya biarlah sudah terlanjur datang juga jadi tidak masalah.


Akhinya mbak Eva, kembali ke kontrakan Sinta sudah siang sekitar setegah satu karena Zila sudah kecapean akhirnya mbak Eva menidurkan Zila, begitu juga karena mbak Eva merasa pusing dia juga ikut berbaring di samping Zila dan tertidur.


Mbak Eva mengeliat sekitar jam tiga ternyata lama juga tidurnya. Mbak Eva bangun ternyata ia merasa sangat lapar kasian mbak Eva karena banyak pikiran jadi lupa makan siang sedangkan Zila mbak Eva sudah belikan bubur untuknya.

__ADS_1


"Aduh, rasanya lapar sekali kira-kira tadi pagi Sinta masak gak ya, gak ku periksa juga tadi, mala gak mikir beli bawah makanan "


Mbak Eva bangun dan membuka lemari kecil yang biasa Sinta menyimpan makanan ternyata ada ikan goreng dengan sayur dan nasi, baguslah biar bisa isi perut.


Mbak Eva langsung mengambil makanan itu dan makan tidak lama setelah itu Zila juga ikut bangun dan mbak Eva kasih makan Zila. Setelah itu mbak Eva mandiin Zila karena sudah jam Lima jadi sebentar lagi jam enam mbak Eva sudah berangkat ke terminal bus.


Ternyata saat mbak Eva sudah bersiap mau berangkat Sinta dan kedua sahabatnya pulang, mereka minta ijin karena mau antar mbak Eva ke terminal, lagian sebentar lagi mereka juga pulang kerja.


Sinta dan Bella terus Melli antar Mbak Eva ke terminal dan setelah itu mereka pulang ke kontrakan.


"Sin ternyata sepi ya kalau mbak Eva dan Zila gak disini, soalanya mbak Eva sangat menyenangkan kalau ngobrol sama dia, tambah lagi ada Zila yang imut selama hampir satu bulan lebih disini membuat kita terhibur saat pulang kerja capek tapi pas lihat dia kita jadi semangat."


"Mau bagaimana lagi Bell, mbak Eva juga sudah punya keluarga tersendiri jadi harus pulang untuk urus suami, kalau masih sendiri boleh lah ini sudah bersuami. Lagian aku pengen mbak Eva biar cepat pulang karena kalau dia tetap disini pasti banyak pikiran, memikirkan mas Surya sama sekali tidak beruba dan ibu yang masih di rumah sakit jiwa, cukup aku aja yang memikirkan itu jangan mbak Eva karena mbak Eva sudah cape mikirin keluarga kecilnya"


"Sabar ya Sin, percayalah semua itu pasti akan berlalu, kamu juga jangan banyak mikir nanti kamu sakit dan kulia kamu terbengkalai"


"Tahu gak kalian aku ini sebenarnya gerah banget jadi aku mau mandi, kalau kalian tidak mau mandi jangan tidur disini karena aku tidak mau tidur bareng orang yang tidak mandi walaupun gak bauh sih"


Bella memutar bola matanya, sedangkan Melli hanya nyegir kuda mendengar penuturan Sinta.

__ADS_1


"Ya udah tunggu aja kami mau pergi mandi dulu awas saja kamu tidur, kalau sampai kami datang kamu sudah tidur pintu aku dobrak biar kamar kamu tidak perlu pake pintu hahaha"


"Sue lo pada...kalau aku gak pakek pintu terus bagaimana caranya aku bisa tidur, nanti saat aku tidur tiba-tiba ada orang jahat menerobos masuk terus mencelakai aku siapa yang bertanggung jawab"


Bella dan Melli tidak hiraukan ocehan Sinta mereka berlalu pergi ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri.


******


Ditempat lain waktu yang berbedah seorang perempuan cantik ternyata sudah di putuskan hukumannya, jadi ternyata Nadia hanya di jatuhkan hukuman tujuh tahun penjara. Karena Nadia menderita penyakit paru-paru basah sehingga itu menyebabkan badan Nadia semakin hari makin menurun. Untung Nadia sudah mendapatkan penanganan medis dan minum obat sehingga wajah Nadia agak sedikit cerah kembali


Setelah Nadia mendapatkan putusan vonis dari hakim, Nadia dengan lapang dada siap menerima hukumannya. Dan bahkan banyak perubahan yang di ciptakan oleh Nadia yang dulu tidak tahu namanya sholat sekarang Nadia tidak perna telat melakukan ibadahnya.


Saat ini Nadia baru selesai melakukan sholat dan duduk termenung di sudut ruangan, Nadia merasa sedih karena selama ia di kantor polisi sampai di pindahkan ke lapas, tidak perna sekalipun kedua orang tuannya datang menjenguknya. Setiap Nadia sholat Nadia selalu berdoa kepada Allah agar mengampuni semua dosa dan kesalahannya, begitu juga Nadia tidak lupa berdoa agar orang tuanya mau memaafkannya.


"Bu, yah. Maafkan Nadia, Nadia sudah mengecewakan kalian karena Nadia juga, Ayah kehilangan perusahaan yang ayah bangun dari nol...maafkan semua perbuatan Nadia ayah, jika ayah dan ibu ingin Nadia tidak boleh datang lagi ke rumah tidak masalah Nadia tidak akan datang lagi tapi tolong maafkan Nadia. Biar Nadia bisa tenang yah, bu. Jika saat ini Allah mengambil nyawa Nadia tidak masalah Nadia iklas yang penting ayah dan Ibu mau menaafkan Nadia."


Nadia menangis terseduh-seduh di sudut ruangan sampai bahunya tergoncang. Nadia hanya butuh kata maaf dari orang-orang yang sudah di sakitinya seperti Cessie dan keluarganya. Terkhusus orang tua Nadia.


Saat Nadia menangis dalam diam ada seorang sipir datang menghampiri Nadia dan memanggilnya, katanya ada kunjungan untuk Nadia, seketika Nadia mendongak karena Nadia tidak percaya kalau ada yang masih peduli dengannya sampai mau datang jenguknya.

__ADS_1


Walaupun Nadia menatap sipir tapi belum bergerak dari tempat dimana ia duduk.


Kira-kira siapa ya, yang datang mengunjungi Nadia?.


__ADS_2