
Tepat hari ini satu minggu surat panggilan di terimah oleh surya dan cessie, dan seharusnya mereka akan menghadiri sidang pertama pukul sembilan pagi di pengadilan agama, yang akan di hadiri cessie beserta ayah dan ibunya kalau aris gak bisa ikut karena menghandle perusahaan.
Hari ini mood cessie sangat baik bahkan ada binar ceria di wajahnya, membuat orang tuanya binggung seharusnya cessie merasakan kesedihan, karena sebentar lagi akan mulai sidang dan gak lama lagi cessie akan cerai dari surya, namun berbedah dengan cessie gak ada penyesalan sedikit pun dari raut wajahnya yang akan cerai dengan surya.
Penampilan cessie hari ini benar-benar memukau, sangat cantik rambutnya di ikat ke belakang dan ia membiarkan jejang leher putihnya itu terekspos diluar membuat siapapun yang melihatnya gak akan berkedip.
Karena rencana hari ini cessie dan orang tuanya langsung dari rumah ke pengadilan jadi masih pagi aris sudah berangkat ke kantor, sedangkan cessie jam delapan baru ia turun dari atas dan langsung sarapan karena sebentar lagi mereka akan berangkat.
Karena bu intan melihat anaknya begitu bahagia ia gak tahan untuk bertanya." Anak ibu kenapa dari tadi ibu lihat senyum-senyum terus, kayak bahagia banget." ujar bu intan
"Iya betul bu, tumben anak kita pagi ini mukanya berserih-serih gitu, ada apa nak cerita dong sama ibu dan ayah"? Tanya pak arya.
"Hahha aduh ternyata ibu dan ayah kepo deh. Bagaimana cessie gak bahagia bu, ayh sebentar lagi cessie sudah bebas dari laki-laki penghianat itu." ujar cessie.
"Oh iya ya nak, tapi apa kamu gak sedih nak cerai dari surya" tanya pak arya memastikan
"Gak lah ayah untuk apa menangisi laki-laki yang gak perna menghargai seorang perempuan, biarpun cessie hamil cessie gak akan kasih tahu laki-laki itu sebelum sidang keputusan cerai. Lagian kemungkinan sidang keputusan cerai laki-laki itu sudah di penjara kali ayah dia juga sudah punya anak dari perempuan itu jadi biarpun dia tahu, gak akan peduli juga."
__ADS_1
Akhinya mereka mengudahi obralan dan sekarang mereka sarapan dalam diam hanya piring dan sendok yang berbunyi, setelah mereka sarapan, pak arya cessie dan sang ibu mereka bergegas keluar dari rumah dan lantas masuk kedalam mobil.
Mereka keluar dari gerbang dan mobil melajuh memecahkan keramaian ibu kota, dalan perjalanan, kedua orang tua dan anaknya membicarakan hal-hal yang penting, apalagi pak arya selalu bertanya di seputar bisnis dan memberikan ilmu kepada cessie agar kedepannya cessie bisa menghandle semua bisninya, dengan aris.
Sepanjangan perjalanan cessie harap-harap cemas, ia berdoa semoga hari ini surya gak hadir agar prosesnya cepat, karena takutnya kalau surya hadir bisa lambat untuk cerainya, tak lama mobil pak arya membelok ke area parkir pengadilan agama, cessie dengan kedua orang tuanya keluar dari mobil dan lantas mau masuk, rupanya sudah ada pengacara dari cessie pak rendy sudah duluan datang dan menunggu mereka.
Cessie memandang gedung yang ada di depannya itu lantas ia tersenyum pahit dalam hatinya," dulu saya perna kesini bersama dengan laki-laki itu, untuk mendaftarkan nama kami sebagai pasangan suami istri, dan saat itu saya berharap itu adalah hari pertama dan terakhir saya injakan kaki di tempat ini.
"Namun cara Tuhan berbedah, jadi hari ini saya kembali kesini dengan perkaran masih sama dengan laki-laki itu lagi tapi bedahnya, perkara untuk memutuskan hubungan di antara kami berdua, Ya Tuhan berikan kekuatan kepadaku biar aku kuat dan sanggup menjalani ini semua."
Siapapun itu baik perempuan maupun laki-laki kalau di perhadapkan dengan sesuatu yang sulit ia pasti merasa terguncang sekuat apapun dia, seperti Cessie tadi ia dari rumah sangat bahagia tapi pada saat masuk kedalam gedung hatinya hancur. Ia gak menyangka kalau rumah tanggahnya berakhir di pengadilan.
Tak lama sidang di buka, dan sampai selesai gak terlihat batang hidup Surya disana membuat Cessie bernafas legah, pas Cessie bangun dan kembali menoleh ke belakang ternyata di situ bukan hanya pak Arya dan bu Intan namun ada juga Dokter Julio yang melempar senyum tulusnya.
Cessie kanget karena melihat Dokter Julio juha hadir di hari pertama persindangannya, Cessie sempat bertanya dalam hati dari mana Dokter Julio tahu kalau hari ini sidang pertama sedangkan Cessie gak beritahu, tapi sebenarnya dalam hati Cessie senang Dokter Julio hadir di persidangannya.
Lantas Cessie melempar senyum manis ke kedua orang tuanya dan Dokter Julio lantas Cessie datang menghampiri mereka Bu Intan langsung peluk Cessie dan memberikan kekuatan Cessie juga memeluk ayahnya terus menyalami Dokter Julio.
__ADS_1
"Kak datang? Kak tahu dari mana hari ini sidang cerai ku kak kok bisa tahu, kan aku gak perna beritahu kak"? Tanya Cessie
"Hmm tak perlu aku kasih tahu kamu, aku tahu dari siapa yang penting sekarang aku ada disini untuk memberikan semagat iya gak"? ujar Dokter Julio membuat yang lain terkekeh.
Akhirnya mereka keluar dari ruang sidang, namun dalam hati Cessie masih bertanya-tanya kenapa hari ini Surya gak datang, menang tadi ia sangat berharap Surya gak datang jadi benar saja, Surya juga gak datang, tapi dalam hati Cessie ada yang gak beres bisa jadi surat panggilan itu gak sampai di tangga Surya.
Hahaha iya lah sih mak lampir Nadia sembunyiin surat panggilannya bagaimana Surya bisa tahu, ah bodoh amat itu urusan mereka dengan gak adanya Surya sidang berjalan lancar hari ini.
Mereka berempat sampai di parkiran dan hendak mau masuk kedalam mobil tapi Dokter Julio langsung menahan tangan Cessie.
"Cess kamu semangat ya maaf aku datang gak kabarin kamu dulu karena mau kasih kejutan untukmu, jaga baik- baik kandunganmu lihat perutmu sudah agak membuncit hahaha" ujar Dokter Julio membuat yang lain terkekeh
"Gapapa kak, aku sangat bahagia kak datang loh hari ini, karena kak aris gak bisa ikut ia harus menghandle perusahaan jadi pengantinya kak aja" ujar Cessie
"Oh iya ya aku baru ingat sepertinya hari ini manta suami kamu datang ya Cess, kok gak nampak tapi gapapa juga sih ia gak datang jadi kamu aman proses cerai bisa cepat dan berjalan dengan baik" ujar Dokter Julio
"Memang itu harapan ku kak biar proses berjalan dengan lancar."
__ADS_1