Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
208


__ADS_3

Bella yang tiba-tiba mengajak kedua temannya jalan ke mall, membuat kedua orang itu terdiam Sinta dan Melli saling padang sebenarnya mereka bukannya tidak ingin ke mall, tapi mereka juga punya tanggung jawab tersendiri sebenarnya anak gadis seperti mereka yang masih bebas siapa yang tidak mau coba pergi jalan-jalan ke mall untuk menghilangkan sedikit beban yang ada di pundak mereka.


Tapi karena kondisi yang saat ini mereka alami tidak memungkinkan, jika mereka pergi berfoya-foya terus kebutuhan yang lain gimana pikir mereka.


Apalagi Sinta selalu ingat kalau ibunya masih bayak membutuhkan uang, memang selama ini mbak Eva dan mas bram yang menanggung semua biaya rumah sakit tapi Sinta sudah janji sama mereka kalau nanti Sinta akan kulia sambil kerja, karena ada kulia kelas malam jadi Sinta rencana mau kulia disitu harus kumpul banyak uang.


Sedangkan Melli masih ada tanggung jawabnya karena saat ini ibunya lagi sakit dan adiknya juga masih sekolah sedangkan ayahnya sudah tidak ada lagi. Jadi Melli tulang punggung keluarga kalau nanti dia pergi ke mall pasti keluar banyak uang.


Sedangkan Bella memang dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi, hanya hidup sebatang kara jadi Bella tidak ada beban hidup gajinya lumayan juga karena Bella lulusan S1 tapi heran kenapa dia tidak cari kerja di tempat lain aja. Kalau di restoran memang agak lumayan gajinya tapi bisa jadi kalau di luar sana gajinya lebih besar.


Karena Bella melihat kedua temannnya terdiam Bella langsung mengerti dengan tatapan mereka sehingga Bella langsung angkat bicara.


"Hey kalian berdua ngapain saling pandangan gitu, gini ya dari semalam aku sudah memikirkan, karena aku pernah berbuat kesalaham sama kalian berdua jadi ini aku yang mengajak kalian jalan, jangan kuwatir aku yang traktir kalian berdua, kaliankan tahu sendiri hidupku sebatang kara tidak ada keluarga"


"Sebenarnya masih ada pamanku tapi sampai sekarang aku tidak tahu dia dimana karena aku ketemu dengannya waktu aku masih kecil, waktu itu pamanku memiliki seorang laki-laki yang lebih Tua dariku sekitar enam tahu. Sebelum ayah dan ibuku kecelakaan ayah sempat bilang sama aku kalau pamanku dan keluarganya pindah keluar negeri, tapi sampai sekarang aku tidak tahu mereka sudah dimana sekarang."


"Memangnya kamu tidak tahu Bell rumah paman kamu yang ada di negara ini, coba kamu cari tahu siapa tahu mereka ada disini"


"Ada Sin tapi aku sudah lupa alamat rumahnya sudah puluhan tahun kami tidak ketemu, padahal kata ayah pamanku orang kaya, jujur ya saya memang terlahir dari keluarga kaya tapi semenjak orang tua kecelakaan perusahaan diambil alih oleh paman."

__ADS_1


"Kalau aku dengar dari perkataan bibik yang mengasuhku dan pernah katanya pamanku datang cariin aku di rumahku tapi aku sudah pergi dari sana, selama ini aku dirawat oleh oleh bibik pelayan yang dulu kerja dirumah hanya saja setelah umurku dua puluh tahu bibik meninggal karena sakit saat itu hatiku benar-benar hancur. Setelah ayah dan ibu meninggal bibik bawah aku pergi ke kampungnya dan membesarkan aku disana."


"Sabar ya Bell pasti suatu saat kamu di temukan oleh paman kamu, bisa jadi sampai sekarang mereka masih mencarimu, aku yakin itu" ujar Melli berikan kekuatan kepada Bella.


Ya jadi sebenarnya Bella bukan gadis desa biasa dia sudah terlahir dari keluarga kaya, namun semenjak ayah dan ibunya kecelakaan dia dibawah kekampung dan besar didasa dan sampai sekarang Bella masih mencari pamannya itu.


"Bell aku boleh nanya gak?" tanya Sinta.


"Kamu punya fotonya paman kamu, entah foto kapan ke gitu."


"Ada foto paman waktu masih agak muda aku juga dikasih sama bibik katannya kalau suatu saat aku pengen cari paman tinggal lihat foto itu aja, jadi fotonya sama aku dan juga aku sengaja fotoin di hpku"


"Coba mana aku lihat siapa tahu aja tiba-tiba kita lihat di jalan dan kamu tahu gak nama asli paman kamu".


Bella jadi tidak enak curhat sama Sinta dan Melli seharusnya tidak perlu tadi pikirnya, tapi mau bagaimana lagi sudah terlanjur.


"Kamu tenang aja Bella kita bantu cariin paman kamu nanti, baiklah kita ikut bersamamu, nanti malam kalau sudah pulang dari restoran datang ya kekamarku biar kita cari cara untuk mencari paman kamu, karena aku yakin mereka dimana pasti juga lagi mencarimu Bell percaya deh."


"Ok baiklah nanti malam saja ya baru kita bahas sekarang kita harus cepat sampai ke restoran, dari tadi jalan kita kayak jalan semut hahaha"

__ADS_1


Akhirnya mereka bertiga bergegas pergi ke restoran, untuk kembali bekerja sekarang hubungan Bella, Melli dan Sinta sudah menjadi lebih baik, tidak seperti sebelumnya yang ada kesalah pahaman diantara mereka bertiga.


Setelah sampai direstoran mereka langsung melakukan pekerjaan mereka masing-masing, ada yang membersihkan meja dan yang lain karena sebentar lagi restoran akan kembali dibuka. Dan pasti mereka akan sibuk karena setiap hari restoran ini sangat ramai sekali.


Bahkan bos-bos besar dari perusahaan besar juga sering kali berkunjung hanya sekedar makan direstoran itu karena selain makanannya enak, tempatnya juga bagus, sehingga itu yang menarik perhatian para pengunjung.


Dan karena itu juga banyak sekali uang tip yang didapatkan oleh karyawan, sudah gajinya lumayan uang tipnya juga banyak, sehingga cukup untuk kebutuhan para pelayan disana.


Jam sembilan mulai dibuka restorannya, awalnya masih satu dua orang jadi masih bisa berhenti sejenak, tapi kalau nanti sudah siang disitu banyak sekali pengunjung apalagi kalau shift malam kebayakan anak muda. Tapi untung selama ini Melli, Sinta dan juga Bella tidak perna mendapatkan shift malam, mungkin karena mereka masih anak gadis jadi manajer Andre kasihan sama mereka.


"Sinta...."mereka yang lagi sibuk dengan pekerjaan masing-masing tiba-tiba Sinta di panggil oleh manajer Andre, membuat Sinta terkejut dan menoleh menatap pak Andre.


"Ya pak, ada yang bisa saya bantu"?


"Ia tolong buatkan jus Alpukat dan antarkan ke meja 09 ya cepat"


"Baik pak "Sinta langsung bergegas pergi dan melakukan sesuai dengan perintah dari manajer Andre, setelah selesai di buat Sinta gegas mengantarkan minumnya ke orang tersebut.


"Parmisi mbak ini minumnya," ujar Sinta

__ADS_1


"Terimah kasah"


Sinta meletakan minumnya dan bergegas pergi meninggalkan perempuan itu sendirian disana sambil menikmati jus dan juga sambil main hp. Sedangkan sinta kembali ke dapur dan melanjutkan pekerjaannya sampai selesai


__ADS_2