Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
209


__ADS_3

Sedangkan Nadia baru saja turun dari dalam mobil karena baru sampai di kontrakan dengan kondisi berantakan, setelah itu ia langsung masuk kedalam kontrakan untung sudah agak malam jadi anak-anak yang di kontrakan semua sudah masuk kedalam kamar masing-masing, sehingga mereka tidak melihat kepulangan Nadia. Kalau tidak bisa bisa jadi bahan gosip di semua penghuni yang ada di kontrakan.


Sekarang bukan hanya sakit pikiran yamg Nadia rasakan tapi juga sakit fisik terutama, Nadia hampir putus asa dengan kehidupannya yang sekarang rasanya dia tidak sanggup lagi untuk menjalani hidup ini tapi Nadia juga tidak mau mati sia-sia....hidupnya masih panjang apalagi Nadia juga masih muda kalau ia mau nikah lagi juga bisa.


Setelah Nadia sampai didalam kontrakan ia langsung menuju ke kamar mandi dan mandi, karena tadi dia di siram air garam oleh mbak Alana.


"Dasar perempuan tua berani-beraninya dia menyiram aku dengan air garam, dia pikir aku setan apa, awas aja kalau sampai aku berhasil mendapatkan kembali cinta adiknya aku akan membuat perhitungan dengannya."


Nadia mengumpet mbak Alana, Nadia tidak terimah dengan perlakuan mbak Alana sehingga Nadia juga marah.


Setelah selesai mandi dan ganti baju Nadia langsung cuci pakiannya, karena harus menunggu kering dulu baru ia pake lagi pakian itu dan rencana target terakhir adalah kerumah orang tuanya. Karena hanya orang tualah yang satu-satunya harapan terakhir Nadia, sehingga Nadia sangat berharap semoga orang tuannya belum tahu kasus yang perna dia alami, takutnya orang tuanya marah.


Sekarang harapan terakhirku adalah kerumah ayah dan ibu, siapa lagi yang harus aku harapkan selain mereka berdua semoga ayah dan ibu belum tahu kasus yang menimpaku. Aku yakin pasti perusahaan ayah makin jaya, jadi kalau aku sudah pulang hidup aku sangat bahagia aku bisa berbelaja apa yang aku mau. Dan aku bisa kembali membalaskan dendamku kepada Cessie kalau mas Iksan jangan nanti aku minta ayah dan ibu datang kesana untuk membicarakan semuanya dengan baik, masih ada anakku disana jadi apapun yang aku lakukan aku harus kembali ke sana.


Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kamar Nadia, sebenarnya Nadia malas bangkit dari tempatnya untuk membuka pintu, hanya saja pintu di ketuk berulang kali akhirnya Nadia bangkit berdiri, dan gegas menuju ke pintu depan pas Nadia buka pintu ternyata tentangga sebelah mengantar makanan.


"Maaf mbak menggangu tapi tadi aku memanggil mbak cuman tidak ada orang, tadi ada sedikit acara disini jadi ada makanan. Aku baru selesai panaskan mbak jadi kalau di makan sekarang bisa karena masih panas." ujar tetangga Nadia

__ADS_1


" Ya ampun mbak gak usa repot-repot tadi aku ada keluar ke tempat keluarga, makanya aku gak di kamar, makasih ya mbak makanannya."


"Oh pantas aja aku panggil beberapa kali tapi tidak ada orang, ternyata mbak pergi ya. Oh ya mbak maaf nih sebelumnya kalau aku lancang tapi kita sudah lama tetanggaan tapi aku belum tahu loh nama mbak siapa, masa kita tetangga tidak saling kenal sih hahaha.


"Oh benar juga aku lupa memperkenalkan, nama ku Na....." hampir sedikit Nadia menyebut nama Aslinya, baru dia ingat kalau sekarang dia buronan bisa jadi ini jebakan dan pas dia kasih tahu nama aslinya bisa bahaya akhirnya tidak jadi dikasih tahu nama Aslinya.


"Na....siapa mbak kok gak lanjut, kenapa mbak" tanya orang itu.


"Eh.. Gapapa mbak namaku Nana."


"Oh mbak Nana bagus juga namanya sesuai dengan orangnya juga cantik, tapi ya mbak tadi siang kami semua berpikir kalau mbak itu hampir mirip sekali dengan buronan yang lagi viral itu loh mbak, kalau aku perhatikan mbak bukan hanya mirip tapi kayak parsis sekali, atau jangan-jangan tanpa mbak ketahui mbak ada kembaran Namanya Nadia dia buronan sekarang.


"Gawat nih untung saja tadi aku tidak sebut nama asliku kalau tidak bisa habis aku, aduh aku harus segerah pergi dari sini sebelum aku tertangkap tapi lari kemana lagi, gak aku gak boleh panik nanti ketahuan aku harus tenang menanggapinya"


"Hahaha mbak ada-ada aja deh...namaku nana mbak dan memang aku dari kecil sudah di tinggal oleh kedua orang tuaku jadi aku tinggal dan dibesarkan oleh bibiku jadi aku tidak tahu jalan hidupku seperti apa, bisa jadi yang mbak. Bilang itu ada benarnnya"


"Oh jadi gitu ya mbak ceritanya, kasian juga ya mbak ternyata hidup mbak rumit banget, ok deh mbak kalau begitu aku masuk kamar dulu"

__ADS_1


Akhirnya tentangganya Nadia pergi, Nadia langsung tutup pintunya dan di kunci dari dalam ia mengelus dadanya.


"Ya ampun hampir sedikit ketahuan, aduh jadi harus bohong lagi bilang gak punya orang tua padahal mereka masih hidup, tapi mau gimana lagi ini juga terpaksa aku lakukan, dari pada aku di bawah ke penjara tidak masalah berbohong"


Aduh...Nadia...Nadia belum tobat juga perempuan ini masa bilang orang tuannya sudah meninggal sejak kecil, keterlaluan kamu Nadia, pantas aja Dira juga tidak mengakui kamu sebagai ibunya, dan merasa kalau ibunya sudah meninggal karena kamu keterlaluan juga.


Semoga saat kamu datang kesana kamu langsung di usir aja Nadia karena kamu tidak pantas disebut sebagai anak, orang tua masih hidup kamu mengaku sudah meninggal, apa salahnya bilang jika mereka di mana gitu.


Dasar Nadia anak durhaka, pantas aja mendapatkan banyak masalah.


Setelah Nadia masuk dia langsung makan makanan yang di kasih tetangganya itu karena memang dari tadi siang ia belum makan, sejak pulang dari salon dan berangkat ke tempat Iksan Nadia belum makan sampai pulang.


Apalagi tenanganya terkuras karena menangis sambil berteriak begitu, mana mungkin tidak menguras tenanga , apalagi dihajar dan diseret seperti itu, Nadia langsung makan makansn itu dengan lahap.


Setelah selesai makan barulah Nadia merasa ada kekuatan, sedangkan tadi badannya lemas karena hanya makan roti dan minum air mineral untuk menganjal perutnya.


"Humm akhirnya kenyang juga, tadi asli lapar banget, tadi di meja makan keluarga gila itu banyak sekali makanan aku lihat tapi tidak sedikitpun rasa iba mereka untuk betikan aku makan dasar manusia tidak punya hati nurami."

__ADS_1


Kadang kalau manusia sudah memiliki keegoisan tinggi, ia lupa dengan setiap kelakuan buruknya, ia hanya mengingat kesalahan orang lain tapi kesalahannya sendiri ia tidak mengingatnya.


Jangan jadi manusia egois yang merasa paling benar, tapi belajarlah dari kesalahan agar agar kita bisa menyadari dan beruba lebih baik lagi.


__ADS_2