
Saat ini di tempat lain seorang laki-laki yang gaga tegah duduk dan bersandar di kursi kebesarannya, ia memikirkan sesutau yang sampai saat ini selalu menganggu pikirannya tiba-tiba ponsel yang terletak di atas mejar berdering. Tandanya ada panggilan masuk entah dari siapa.
Drrtttttt drtttttt!!
Mendengar itu ia lantas meraih hp nya melihat siapa yang telpon sesaat kemudia ia langsung mengangkatnya.
"Hallo gimana sudah ada hasilnya belum" tanya pria itu
"Hallo bos, semua sudah beres bos, bagaimana kalau kita ketemu sekarang bos, bos posisi di mana sekarang biar saya datang kesana"
"Datang aja ke kantor sekarang, saya tunggu, kamu langsung masuk aja ya."
"Baik bos"
Setelah orang tersebut mengakhiri panggilannya ia bergumam, kamu mau lari sampai dimana nadia saya akan mencari kamu sampai dapat dan kamu akan bertekuk lutut di bawa kaki ku, jangan main-main sama saya."
"Kamu wanita murahan yang beruntung bisa ketemu denganku, kamu siap-siap aja bukan hanya kamu yang hancur tapi orang di sekitar kamu juga akan ikut hancur, Sampai seumur hidup aku gak sudih anakku mengenal kamu sebagai ibunya, cepat enyahlah dari dunia ini."
Laki-laki ini adalah iksan, ikasan masih menunggu laporan dari orang kepercayaannya yang akan memberikan semua bukti tentang nadia.
Habis kamu nadia, cessie mau hancurkan perusahaan orang tua kamu sedangkan mantan suami kamu ingin menghancurkan hidup kamu gimana itu, kamu sih bermain api dengan orang yang tulus mencinta kamu jadi beginikan jadinya, kamu yang terbakar jadinya.
Saling menghancurkan satu sama lain lah kalian, siap-siap aja nadia dan surya kalian berdua target utama dalam setiap masalah.
Iksan masih duduk bersandar di kursi, memikirkan langkah pertama apa yang akan ia ambil untuk membalas nadia. Namun tiba-tiba pintu di ketok.
__ADS_1
Tok tok tok!!!
"Masuk"
Tak lama pintu terbuka dan tampak lah seorang pria dengan perawakan tinggi kulit agak sedikit gelap berdiri di depan pintu ia segera berjalan menghampiri iksan dan langsung duduk di depan bosnya.
"Pagi bos" pria tersebut menyapa iksan dengan ramah.
"Iya apa yang kamu dapatkan dengan penelitian kamu, silakan tunjukan ke Saya karena saya mau lihat seperti apa kehidupan wanita muraha itu setelah ia pergi meninggaikan saya dan putru saya."
Pria tersebut mengeluarkan sebuh amplop berwarna coklat, keluar dari dalam tas hitam yang ia bawa dan menyodorkan ke iksan sambil berkata.
Perempuan itu sekarang sedang hamil bos, dengan laki-laki yang bernama surya, dan ternyata surya itu memiliki seorang istri, bos boleh buka dan lihat lah semua foto dan hasil penyelidikan ada di dalam.
Iksan tercengang mendengar penuturan orang kepercayaannya itu, kalau ternyata perempuan itu sudah hamil dengan laki-laki lain, darah sengar mengalir keseluruh tubuhnya dengan badan yang gemetar, "Dasar wanita ******." umpetnya
"Loh ini kan teman sekolah saya dulu cessie hawari? Ini benaran gak salah kan kalau ini istri sah dari laki-laki ini." tanya iksan memastikan takut orang kepercayaannya salah menyelidiki.
"Iya itu benar bos dan saat ini perempuan itu sudah mengugat cerai laki-laki itu, dan masih ada lagi bos ternyata mantan istri bos itu bekerja di perusahaan orang tua perempuan itu bos, sebagai sekretaris sih surya itu tapi, mereka berdua korupsi jadi sekarang sudah di pecat dengan secara tidak hormat dan tanpa pesangon maupun gaji."
"Hahaha bagus saya sangat kenal siapa pemilik perusahaan itu, perusahaan itu punya om arya, ayah nya cessie, aduh...surya...surya kamu salah sasaran om arya gak bakal biarkan kalian berdua lolos begitu saja , dia akan kejar kalian sampai di ujung bumi sekalipun."
Iksan adalah teman sekalah cessie dulu, jadi ia sudah seringkali ketemu dengan pak arya dan bu intan, bahkan pak arya sendiri juga kenal dengan kedua orang tua iksan makanya gak heran kalau iksan banyak tahu tentang keluarga cessie, namun karena ia sangat sibuk mengurus dira dan perusahaan jadi ia ketinggalan berita tentang kehidupan cessie saat ini.
"Apakah kita jodoh cess, masa kebetulan sekali mantan istri ku nikah dengan suami kamu, ah sudah lah jodoh itu di tangan Tuhan mungkin ini sudaj takdir ya Tuhan berikan padaku," gumam iksan dalam hati sambil tersenyum.
__ADS_1
"Oh ya kamu tahu gak dimana tempat tinggal perempuan iblis ini, saya mau berikan sedikit pelajaran dulu sengaknya berikan sedikit peringatan lah" tanya iksan
" Ada pak alamatnya semua lengkap di data itu beserta dengan nomor telpon mantan istri bos dan suaminya yang sekarang."
"bagus sekali, kalau begitu saya minta tolong kamu harus kirim sesuatu ke tempat tinggal perempuan itu, dan pastikan ia menerimanya."
"Baik bos saya paham, saya akan lakukan sesuai dengan pesan bos, akan saya kirim kesana selepas pulang."
"Karena kerja kamu bagus dan berhasil saya akan kirim bonus untuk kamu"
"Wah makasih bos." tanya pria itu dengan bahagia
Setelah iksan selesai ketemu dengan orang kepercayaannya, dan melihat semua data itu nafasnya naik turun, ia benar-benar gak percaya kalau ternyata mantan istrinya sudah hamil dengan laki-laki lain.
"Sebenarnya kalau aku mau dalam satu hentakan aja perusahaan orang tua kamu hancur tak tersisa, namun karena saya masih punya hati nurani mau bagaimana pun mereka itu nenek dan kakeknya dira, jadi biarlah saya gak perlu mengotori tangan ini, karena saya yakin pak arya atau cessie pasti akan melakukannya, kamu tunggu aja nadia aku mau melihat penderitaan kamu dengan suami kamu saat ini."
Sedangkan, di kontrakan nadia surya masih duduk bersama dengan sang mama, mereka membicarakan dimana caranya agar mereka, bisa mengambil hati cessie lagi."
"Oh ya surya, kalau kalian berdua di pecat pasti ada gaji sisa kalian dan pesangon, bagi mama uang dong, satu minggu lagi mama arisan loh."
"Mah, jangankan pesangon gaji aja kagak di kasih, terus surya mau kasih mama apa"?
"Ha, kok keterlaluan banget perempuan sinting itu, masa kalian di pecat gak dapat apa-apa setahu mama, biarpum di pecat segaknya dapat gaji."
"Ya surya juga gak tahu mah, kita tunggu aja dulu, siapa tahu cessie hanya kesal dan sengaja pecat surya nanti di panggil lagi. Kayaknya cessie dengan pak arya gak benaran deh pecat surya."
__ADS_1
"Mama tahu waktu itu setelah surya menikah dengan cessie gak lama surya di naikan menjadi manejer kan mah, itu semua di lakukan pak arya karena ia gak mau, cessie itu kekurangan uang, namun ternyata surya gak menyadari itu jadi bahkan surya gak memberikan nafkah untuk cessie itu juga yang membuat pak arya marah besar mah."