
Saat malam harinya Sinta setelah selesai kerja dan hendak pulang ke kontrakannya, ia baru mengecek hpnya ternyata ada beberapa panggilan dari nomor baru, Sinta yang sudah penasaran ia langsung menelpon walapun sekarang sudah jam sembilan.
Setelah sambungan telepon masuk terdengar suara lembut seorang wanita dari seberang. Sembuat Sinta bertanya.
"Hallo, maaf ini dengan siapa ya, tadi siang telpon masuk dari nomor ini"
"Hallo...ini dengan suster dari rumah sakit jiwa yang merawat pasie atas nama bu Ayu."
"Oh iya sus ada apa dengan ibu saya. Apa ada sesuatu terjadi terhadap ibu saya."
"Iya mbak maaf ini dengan mbak siapa ya saya bicara"
"Ini dengan Sinta anak bu Ayu."
"Jadi begini mbak, bu Ayu selalu mencari anaknya yang bernama Surya dan mantunya kalau tidak salah namanya Cessie dan cucunya. Sampai ibu Ayu teriak-teriak meminta kami untuk membawah anaknya kesini. Apakah mbak Sinta bisa membantu kami untuk Membawah nama orang yang tadi saya sebut mbak, kalau bisa besok mbak bisa kesini."
"Aduh gimana ya sus saya juga binggung mau gimana, jadi begini sus mas saya Surya ada di penjara dan istrinya sudah tidak ada disini lagi jadi saya tidak tahu harus berbuat apa"
"Oh...begitu ya mbak, baiklah kalau begitu saya akan sampaikan kepada dokter, tapi kalau bisa mbak aja yang datang kesini coba siapa tahu bu Ayu bisa tenang"
"Baiklah sus saya akan usahakan kalau ada waktu saya akan datang karena saya juga lagi kerja"
Akhirnya Sinta mengakhiri panggilan dengan suster ia menghelang nafasnya panjang dan melangkah meninggalkan restoran dan pulang ke kontrakannya, namun saat sampai di depan kontrakan Sinta ketemu dengan Bella dan Melli yang lagi duduk santai.
Bella yang melihat kedatangan Sinta langsung membuang muka dan mengajak Melli masuk tapi justru Melli membuat Bella terkejut Melli tidak mau masuk karena ia mau bicara sesuatu dengan Sinta.
__ADS_1
"Mell masuk yuk, kita baru pulang loh..masih kotor mandi dulu biar istirahat ngapain duduk diluar begini."
"Maaf Bell kamu masuk duluan aja kalau memang kamu mau masuk, soalnya ada yang ingin aku bicarakan dengan Sinta, kamu masuk aja kalau begitu"
Jawaban Melli dapat tatapan tajam dari Bella, Bella tidak menyangka kalau ternyata Melli bisa menolaknya.
"Mell kamukan sudah tahu kalau dia itu bukan teman yang baik untukmu kenapa sih kamu masih mau berteman dengan dia, dia itu teman yang jahat"
"Bell terserah kamu jika kamu tidak mau berteman dengan Sinta tidak apa-apa tapi kamu tidak perlu melarang orang lain untuk berteman dengannya, kamu kenapa ya Bell? kamu bilang kamu teman yang baik. Seharusnya bisa dong kamu berteman dengan siapa saja bukan harus memilih teman, kita ini tinggal satu kontrakan bukan tinggal berjauhan aku heran sama kamu."
Perkataan Melli membuat Bella marah dan matanya melotot ke Melli dan Sinta.
"Mell seharusnya kamu itu sadar kalau Sinta itu bukan teman yang baik, buktinya dia menjelekanmu"
Karena memang Sinta sudah cape dan banyak pikiran lagi dengan kehidupan keluarganya yang sekarang berantakan, ditambah lagi Bella tidak henti-hentinya menganggu dan menfitnnya akhirnya Sinta hilang kesabaran. Ia melangkah maju berdiri tepat di depan Bella, dan ia berikan satu tamparan keras tepat di pipi Bella karena Bella tidak siap dan tidak bisa menjaga keseimbangan akhirnya ia tersungkur ke tanah membuat Bella mengaduhkan sakit.
"Aduh....sakit..he Sinta kurang ajar kamu ya berani sekali kamu menampar aku ha"
Karena tamparan Sinta itu mengundang semua penghuni kontrakan, dan mereka menonton tapi mereka tida bicara apa-apa.
"Kalau sekali lagi kamu mengeluarkan kata-kata omong kosong kamu itu, akan ku pastikan tempat kamu bukan disini lagi tapi di sel tahanan. Kamu dari tadi pagi selalu menguji kesabaranku kamu fitnah aku tanpa aku melakukan kesalahan."
"He...kurang aja memang kenyataan seperti itu teman-teman percaya sama aku, memang dia teman kurang ajar jangan percaya sama dia mendingan kita usir dia dari sini." ujar Bella memprovokasih semua penghuni kontrakan tapj belum ada yang mengapinya."
"Bell kamu yakin Sinta yang jahat, bukan kamu? ada salah satu teman kontrakan ikut bersuara."
__ADS_1
"Loh kok kamu mala membelah dia sih, diakan anak baru disini aku sudah lama loh tinggal disini masa kalian tidak percaya sama aku justru kalian lebih percaya sama dia yang baru datang."
"He...Bell justru kamu sudah lama disini jadi kami semua sudah tahu sikap kamu seperti apa, Sinta menampar kamu karena mungkin kamu sudah keterlaluan."
Nah...mampus loh Bell, awalnya kamu merencanakan kejahatan terhadap Sinta tapi justru kamu yang kena masalah tidak ada yang percaya sama kamu kan.
"Aku yang di tampar kenapa dia yang kalian bela ane deh...orang dia yang salah, dia menjelek-jelekan Melli masa kalian tidak percaya dengan omongan gimana sih."
Karena Sinta melihat Bella makin menjadi-jadi Sinta berikan tantangan untuk Bella. Apalagi semua anak kontrakan ada jadi ini kesempatan untuk Sinta membuktikan siapa yang benar dan siapa yang salah karena Sinta juga mau membersihkan nama baiknya.
"Hay....teman-teman kontrakan semuanya gimana kalau aku dan Bella menunjukan bukti kami masing-masing. Siapa sebenarnya yang jahat, yang sudah menjelekan Melli dibelakang, apakah aku atau Bella dengan syarat, kalau memang aku terbukti bersalah aku akan keluar dari kontrakan malam ini juga, namun jika Bella yang terbukti bersalah berarti malam ini juga Bella keluar dari sini gimana"
Semua yang ada di situ terdiam belum ada yang bersuara namum Melli yang menjawab.
"Sin, tidak usa kalian tetap temanku kok, aku tidak mempersalahkan siapapun yang menjelekanku itu terserah kalian." ujar Melli
"Tidak Mell ini menyangkut nama baik, aku dari tadi pagi sudah di fitnah sama Bella jadi aku mau tahu bukti apa yang Bella miliki sehingga dia sengencar itu menfitnahku"
Sedangkan sih Bellah sudah mulai ketar-ketir, ia tidak tahu mau bicara apa, karena memang dia tidal punya bukti apa-apa.
"Bagaimana Bella berani tidak kamu, tadi kamu ngotot banget untuk mengusir Sinta dari sini berani gak kamu meneriman tantangan dari Sinta kalau kamu benaran tidak bersalah kenapa harus takut, terimah aja tantangan itu"
"Iya benar itu Bell kalau kamu tidak merasa bersalah seharusnya kamu senang dong menerima tantangan dari Sinta, biar kalian buktikan perkataan kalian masing-masing karena tadi pagi aku juga sempat dengar loh kamu fitnah Sinta, jadi kamu harus buktikan perkataan kamu jangan jadi seorang pengecut"
beberapa anak kontrakan mendesak Bella membuat Bella mulai terpojok.
__ADS_1
****
(Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Taun Muda)