
Cessie yang melihat foto karangan bunga itu hanya senyum aja, sembari ia menjawab pertanyaan dokter Julio" iya kak memang dia maduku tapikan sekarang gak lagi kak, urusan mereka lah itu siapapun yang kirim itu pasti ada hubungannya dengan masa lalu perempuan itu"
"Oh ok lah jangan lupa minum vitaminnya ya, jangan lupa makan dan istirahat yang cukup, salam juga buat tante dan om ya."
"Ok kak makasih semangat bekerja kak ganteng"
Cessie dan dokter Julio mengakhiri panggilan ternyata pak Arya dan bu Intan menatap Cessie sambil senyum-senyum, membuat Cessie salah tingkah.
"Bu, yah kenapa natap Cessie gitu sambil senyum"
"Nak kamu suka sama nak Julio, ibu lihat dia sangat perhatian sama kamu, padahal pasti dia sangat sibut di rumah sakit banyak pasien yang harus di tangani, tapi masih aja sempat nelpon kamu hanya untuk ingatkan kamu makan dan minum obat dia sangat pengertian"
"Bu...ibu kan tahu kami berteman sudah lama jadi kak Julio berikan perhatian itu hanya sebatas sahabat aja bu gak lebih, lagian nih gak mungkin pria sesukses kak Julio gak ada pasangan bu, Cessie gak mau berharap dan sejauh ini Cessie gak mikirin itu dulu, sekarang Cessie pikirkan adalah cepat selesai sidang cerainya dan juga tuntutan untuk Surya biar lega."
"Iya tapi ibu yakin itu bukan sebatas perhatian untuk sahabat, tapi lebih kalau ibu sih suka sama nak Julio"
Bu Intan mengatakan kalau ia memang menyukai dokter Julio sebagai mantunya, sebebarnya Cessie juga punya perasaan terhadap dokter Julio hanya saja, ia belum bisa karena memikirkan anaknya.
Cessie mau cari suami yang bisa menerima anaknya.
Setelah selesai makan siang mereka kembali ngobrol sampai lupa waktu, karena keasyikan ngobrol gak terasa sudah sore dan saatnya mereka pulang ke rumah untuk istirahat. Pada saat mereka sampai di rumah ternyata Faya sudah duluan nyampe bahkan sudah mandi dan siapkan makan malam.
__ADS_1
"Ha..nak Faya sudah pulang"? Tanya bu Intan
"Hehe sudah dari tadi tante" Faya memang dari dulu sudah kenal dekat dengan Cessie dan keluarganya makanya Faya bebas.
Setelah mereka semua mandi dan bersih sekarang pada duduk di meja makan untuk makan malam" wah sepertinya enak nih masakan lo fay, beruntung dong dapat ipar yang pintar masak gini gue yakin kak gue, makin gemuk dan makin tanpan fay, gimana kalau lo aja gih yang jadi kak ipar gue" Aduh sifat jail Cessie mulai kumat lagi
Fay yang di jailin pak Arya dengan istrinya yang senyum-senyum sedangkan Faya pipinya merah merona, Aris mala cengegesan.
"Dek kita makan dulu ya nanti setelah selesai makan baru kita ngobrol lagi, nanti kalau makanan dingin gak enak loh." Aris gak mau Cessie terus jahilin Faya kasian.
"Oh ok deh kita makan dulu, dan setelah selesai makan baru kita bahas pernikahan kalian berdua ya kak" memang benar penyakit jail Cessie kumat.
Aris hanya geleng kepala melihat kelakukan adik angkatnya itu, mau marah juga gak bisa mau katawa juga susah, mau nangis apa lagi. Mendingan diam aja itu jalan terbaik biar bisa makan.
Mereka sekeluarga makan dalam diam, Cessie gak lupa bagikan makanan juga untuk pak Krisna, memang Cessie adalah wanita yang baik suka berbagi karena sifat baik itulah yang membuat banyak orang menyayanginya.
Makan malam kali ini terasa tenang dan penuh canda tawa, berbedah dengan makan malam sebelumnya. Yang cuman mereka bertiga jadi terasa ada yang kurang tapi malam ini semua lengkap bahkan tambah Faya yang berada di tegah-tegah mereka.
Setelah selesai makan mereka gak langsung istirahat, karena ada hal penting yang akan di sampaikan oleh pak Arya dan bu Intan, kepada kedua anaknya terutama Cessie soal kehamilannya yang sudah di ketahui oleh Surya.
"Nak jangan istirahat dulu ya ada yang mau ibu dan ayah bicarakan terutama untuk kamu nak ini hal penting" ujar pak Ayah namun kedia anaknya hanya mengangguk aja gak ada bantahan.
__ADS_1
Saat ini mereka sekeluarga duduk di ruang keluarga, sambil ngobrol." Nak sebelumnya ibu minta maaf karena sudah lancang, tapi jujur ibu sangat sakit hati mendengar setiap hinaan yang selalu di lontarkan oleh mantan suami kamu itu terhadap kamu."
"Maksud ibu Surya? Kenapa dia sekarangkan sudah di tahanan dan sebentar lagi akan mejalani sidang"?
"Jadi tadi sebelum kekantor ibu dan Ayah rencana pergi ke kantor polisi untuk menanyakan tentang sudah sampai dimana perkembangan kasusnya."
"Terus bu."
Bu Intan dan pak Arya menceritakan semuanya ke Cessie, dari ketemua dengan Surya sampai Surya menghina Cessie, dan mengatakan kalau ia gak perna pengen punya anak dari Cessie karena jijik, bahkan sampai bu Intan menamparnya, karena bu Intan mau suatu saat nanti Surya harus pengang janji dan perkataannya sehingga ia diam-diam merekam.
Bu intan menjelaskan semuanya tanpa terkecuwali,dan juga waktu telpon itu cara bu Intan agar surya bisa percaya kalau Cessie memang benar hamil anak Surya.
"Apa....jadi Surya sudah tahu bu kalau aku hamil"? Tanya Cessie
"Iya nak ibu yang kasih tahu karena ibu sakit hati dia berani menghina cucu ibu, ingat ya Cessie memang Surya Ayah biologisnya, tapi dia gak pantas di sebut Ayah, jadi ibu ingatkam kamu mulai dari sekarang sampai cucu ibu lahir dan menjadi besar jangan pernah membiarkan cucu ibu bertemu dengan laki-laki itu.
Bu intan benar-benar marah besar dengan kelakuan Surya, kalau ia cuman menghina orang tua gapapa, masa anak tak berdosa di bilang jijik.
"Tapi masa sih bu, dia bicara begitu, coba mana videonya kalau memang benar seperti itu saya gak sengan bertindak kasar, kalau ia berani mendekati anak saya nanti, dasar bajingan anak saya salah apa saya kamu sampai berucap seperti itu".
Bu Intan menyodorkan hpnya ke Cessie, setelah Cessie menerimanya ia segera membuka video itu, Cessie tak kuasa menahan tangisnya pas mendengar setiap perkataan Surya, memang sakit sekali rasanya, ibu mana yang gak sakit hati coba anaknya dihina dan merasa jijik terhadapnya.
__ADS_1
"Hmm makasih ya bu sudah mau video kannya, ini memjadi bukti kuat kalau dia berani macam-macam di pengadilan bu, karena saya sangat tahu karakter laki-laki buruk rupa itu, apa lagi dia sudah tahu saya lagi hamil pasti dia punya banyak cara agar saya bisa balik dengannya."
"Iya nak kamu simpan aja video itu ibu juga sepemikiran seperti kamu, karena ibu yakin pasti dia akan tuntut kamu di pengadilan, mendingan besok kamu kirim video itu ke pak Rendy untuk di jadikan bukti kalau dia bertindak.