Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
248


__ADS_3

Keesokan harinya masih pagi-pagi jam enam orang masih tidur tapi Ilham sudah tunggu didepan pintu setia banget sih Ilham, paman Bagas bagun dan membuka pintu rumah ternyata di buat terkejut dengan adanya Ilham yang sudah manggkal didepan rumah. Dengan penampilan yang rapih membuat paman Bagas tersenyum dan memuji Ilham.


"Wah.....memang tidak salah aku memilih nak Ilham sebagai menantu saya karena memang nak Ilham menantu idaman, masih jam segini sudah rapih datang jemput calon istrinya padahal belum calon istrinya sudah bangun, bisa jadi Faya masih tidur nak Ilham jadi tunggu dulu biar saya bangunkan." ujar paman Bagas


"Ah pak bisa saja, aku datang untuk menjemput calon istri saya dan calon adik ipar untuk pergi belanja kepasar, tidak enak kalau terlambat datang kesini aku paling tidak suka calon istri saya menunggu lama"


"Oh baiklah tunggu ya biar saya bangunkan mereka berdua dulu siapa tahu mereka belum bangun, namun tanpa paman Bagas tahu Faya sudah bangun dari tadi dan sudah mandi bersih dan bahkan sudah sangat rapi, Faya juga tidak lupa sebelum tidur tadi malam sudah beli tiket online, jadi kalau nanti pada saat sudah selesai dengan rencananya ia langsung pergi meninggalkan kampung."


Tok tok tok!


Pintu yang diketok dari luar membuat Faya tersenyum dan langsung gegas untuk membuka pintu ternyata yang mengetuk pintu adalah paman Bagas. Membuat Faya tersenyum kemenangan karena mereka sudah dengan bodoh mengijinkannya untuk pergi dengan Mega.


"Eh paman sudah bangun, ada apa paman? Oh ya Mega sudah bangun belum biar dia bersiap kami mau pergi belanja agak pagi agar tidak kepanasan nanti pas belanja dan cepat pulang paman soalnya aku paling malas panas-panas di pasar. Karena kalau aku di kota jarang kena mata hari paman ."


Paman Bagas yang melihat penampilang Faya justru melogo. Dan berpikir kalau Faya sudah tidak sabar untuk pergi bersama dengan Ilham sehingga ia bersiap sepagi ini, padahal paman Bagas gak tahu kalau ada rencana di balik itu.


"Paman kenapa melihat aku begitu sangat cantik aku ya paman haha, Mega sudah bangun belum paman"?


"Ah.. Memang benar nak kamu sangat cantik Mega juga kayaknya belum tahu nak sudah bangun belum, tunggu paman lihat dulu mungkin dia juga sudah bangun karena pengen dapat baju cantik dan dapat belanja gratis dari kakaknya."


Faya hanya tersenyum saja ia mengambil tas nya dan juga ada barang berharga yang ada di koper dan masukan kedalam tas Faya sengaja tidik bawah koper dan pakian yang ada didalam koper agar tidak ada yang curiga.

__ADS_1


Paman Bagas gegas ke kamar Mega dan ternyata Mega juga sudah bagun dan hampir selesai bersiap tapi seperti biasa wajahnya tidak bersahabat entah kenapa kelakuan Mega kayak sangat membenci sama Faya.


Tapi Faya tidak peduli karena Faya juga sudah tidak tahan di rumah itu lagi dan pengen memberikan pelajaran untuk paman dan bibiknya.


Setelah selesai siap akhirnya mereka pergi terpaksa Faya duduk di depan bersama dengan Ilham dan Mega duduk di belakang, setelah sampai di tengah jalan Faya minta mampir ke Warung untuk beli Air minum karena memang dari rumah mereka tidak minum apa- apa.


Ternyata di dekat warung itu ada toko obat jadi Faya sengaja untuk minta di turunkan disitu dan kedua orang itu tetap menunggu di dalam mobil tidak lama Faya datang dengan membawah aqua tiga botol.


Setelah duduk Faya berkata kalau sebelum ke pasar dia mau singah ke suatu tempat karena ada janji dengan teman, padahal mana ada teman Faya di kampung ada sih tapi sudah pada pergi merantau.


"Pak boleh gak sebelum kita kepasar singah dulu kesatu tempat aku mau ketemu dengan temanku sebentar saja kok kebetulan sudah lama kami gak ketemu sebentar saja ya" ujar Faya memelas membuat Mega yang di belakang memutar bola matanya merasa jijik.


"Baiklah sayang apa yang gak bisa mas lakukan untukmu, apapun yamg kamu minta mas pasti kabulkan" ujar Ilham agak sedikit genit membuat Faya jijik


"Tolong ya kalau belum muhrim jadi suami isrtei jangan keganjengan didepan aku gatel banget sih jadi cewek" ujar Mega membuat Faya makin sakit hati.


"Mega jangan begitu dik ngomongnya." ujar Ilham.


Akhirnya Ilham mengikuti apa kata Faya dan mereka menuju kelokasih ternyata mereka pergi sebuah hotel saat memasuki ke area hotel Mega dan Ilham kanget kenapa mereka kesitu.


"Loh kenapa kita kesini" tanya Ilham dan Mega dengan senyum Faya menjawab.

__ADS_1


"Temanku nginap disini, ini minum dulu kalian soalnya takut sampai didalam kalian berdua haus aku juga minum nanti setelah ini baru kita makan yang enak, yuk kita masuk kedalam" ajak Faya awalnya baik Ilham maupun Mega gak mau tapi kata Faya jangan disini nanti pikir pihak hotel kalian orang jahat mencurigakan, akhirnya mereka berdua ikut tapi sebemlum itu bodohnya mereka berdua tidak curiga pas minum air kenapa tutup botol mereka sudah terbuka justru mereka main minum saja tanpa curiga.


Mereka berdua meneguk air itu sampai setengah, akhirnya mereka masuk kedalam dan Faya langsung bertemu dengan resepsionis. Dan langsung membawah mereka berdua ke kamar hotel memang bodoh banget mereka berdua, gak curiga sama sekali mereka kayak kerbo cucuk hidung tapi setelah hampir sampai di kamar badan mereka berdua mulai panas.


Faya mulai tersenyum melihat reaksi kedua cecunut itu mulai kepanasan, Faya yang sudah membuka pintu kamar menyuruh mereka masuk awalnya mereka bertiga masuk tapi karena kedua orang itu mulai kepanasan, akhirnya mereka lari berebutan kamar mandi Faya mengambil kedua hp mereka berdua yang di letakan di ranjang.


"Dik Faya mana teman kamu katanya ada disini mana, cepatan dong badanku mala panas lagi"


"Sabar sedikit kenapa pak sebentar lagi temanku datang jika kalian mau pake kamar mandi gapapa temanky mengerti kok."


Akhirnya kedua orang bodoh itu berebutan masuk kekamar mandi berdua.


Faya bawah hp mereka keluar dan menunggu diluar, tapi pintu sudah terkunci dari luar.


Sedangkan Mega dan pak ilham yang ada di dalam kamar mandi sudah tidak tahan dengan hasrat mereka berdua.


Seketika pak Ilham memandang Mega seperti singah yang siap menerkam tapi Mega juga tidak peduli, karena Mega juga merasakan hal yang sama tanpa berpikir panjang lagi pak Ilham langsung mengendong Mega dan dengan kasar melemparkan keatas ranjang.


Mega juga tidak menolak bahkan Mega juga menerima perlakuan Pak Ilham, pak Ilham melucuti semua pakian Mega tanpa sehelai benang pun ditubuhny akhirnya mereka berdua jatuh dalam dosa. Mereka berdua melakukan hubungan terlarang berkali-kali bahkan bukan pak Ilham yang menjadi ganas tapi Mega yang dominan, padahal Mega masih virgin belum tersentu oleh siapapun awalnya mamang Mega kesakitan tapi karena pengaruh obat yang di buat oleh Faya jadi tidak terasa.


Sedangkan setelah Faya intip lewat lubang kecil di pintu senyuman licik langsung mengembang di bibirnya. Dan pas mengetahui kedua orang itu melakukan hal asusila yang tidak di inginkan Faya diam-diam membuka pintu sedikit dan merekam perbuatan mereka. Untuk memberikan pelajaran kepada sang paman dan istrinya untuk menjerat orang itu, setelah itu Faya langsung pesan taksi dan menuju ke bandara.

__ADS_1


Tidak ada yang tahu kalau ternyata Faya sudah kabur karena kedua sejoli itu masih kasmaran di dalam kamar hotel, sedangkan paman Bagas dan istrinya ada di rumah dan tahu kalau Faya dan Mega pergi bersama dengan Ilham, mereka tidak tahu kalau ternyata saat ini anak bungsu mereka di jebak oleh Faya jadi Mega dan Ilham sudah melakukan hal Zina didalam kamar hotel.


Sebelum Faya pergi tidak lupa Faya membuka memang pintu kamar hotelnya karena Faya yakin kedua sejoli itu tidak akan berpikir untuk keluar dari kamar hotel karena saat ini masih dalam pengaru obat.


__ADS_2