
Sedangkan saat ini kondisi Nadia sangat memprihatinkan, sangat menyedihkan, mau dibilang orang gila juga penampilannya masih lumayan bagus, tapi kalau di bilang perempuam waras juga lihat rambut berantakan karena baru saja dihajar habis-habisan oleh keluarga dari mantan suaminya, bahkan make up yang sudah dia bayar agak berantakan jadi wajahnya agak sedikit mirip kunti haahah.
Dengan terpaksa Nadia harus melangkahkan kaki dengan berat meninggalkan kediaman mantan suaminya kali ini Nadia sudah putus asa karena orang yang Nadia harapkan dan berpikir kalau, dia yang menjadi penolongnya sudah tidak sudih lagi melihat muka hidungnya.
"Ya Tuhan seperti ini kah sakitnya jika kita diperlakukan tidak manusiawi oleh orang yang perna kita cinta, apakah sefatal inikah kesalahan yang aku lakukan, sampai tidak ada kata maaf dari mereka untukku" gumam Nadia dalam hati masih berdiri di luar pangar rumah Iksan.
Masih ternyiang-nyiang semua perkataan caci makian yang terlontar dari mulut Iksan, masih tersimpan dengan jelas di memori Nadia. Tapi pertanyaannya apakah Nadia merasa menyesal? Tidak sama sekali ada rasa penyesalan di hati Nadia. Karena Nadia masih berpikir kalau Iksan tidak bisa menolongnya tidak apa-apa karena masih ada orang tuanya. Yang akan ia meminta tolong kepada mereka.
Masa sebagai orang tua tidak bisa membantu anaknya jika lagi dalam kesusahan, tapi Nadia juga tidak bisa meneriman perlakukan keji dari keluarga Iksan, Nadia merasa kalau baik Iksan maupun orang tua dan kaknya Iksan sudah keterlaluan.
"Kalian benar-benar tidak punya hati dan prikemanusiaan, kalian berani memperlakukan aku seperti ini lihat saja nanti akan aku balas semua perbuatan kalian, aku tidak bisa menerima perbuatan kalian begitu saja, kesalahanku sebesar apa sehingga kalian memperlakukan aku seperti ini padahal aku hanya pergi untuk membalaskan dendamku itupun aku juga ikut hancur. Dan terjerat dalam kasus korupsi bahkan aku kehilangan anak dan rahimku."
"Kalian tidak tahu apa yang sudah aku lewati, banyak sekali cobaan yang sudah aku alami aku dapat tekanan dan trauma besar. Tapi pernah tidak kalian merasakan hal yang sama seperti aku rasakan, kalian manusia tidak punya adab, lihat aja nanti aku akan mendapatkan Dira disitu aku akan minta tebusan dengan lima miliyar kalau kalian tidak sanggup aku bawah pergi" Nadia masih meracau sendirian di pinggir jalan dekat rumah Iksan, dia masih betah berdiri disitu.
Waktu dari kontrakan begitu bahagia membayangkan malam ini tidur di kasur yang empuk, kamar ber ac bercanda gurau dengan Iksan dan Dira seketikan semua harapan itu pupus. Setelah Nadia dapat penolakan keras dari mantan suaminya sendiri, coba kalau Iksan masih mau menerimahnya pasti ia sangat bahagia walaupun pada akhirnya dia juga akan masuk penjara.
Biarpun mbak Alana atau bu Manda dan ayah mertuannya tidak setuju itu tidak masalah bagi Nadia karena sekarang yang terpenting adalah perhatian dari Iksan. Jadi masih ada harapan untuk membujuk ketiga orang itu pelan-pelan sampai mereka kembali menerimannya.
Namun ternyata bukan hanya keluarga Iksan aja yang dengan keras menolaknya, melainkan Iksan sendiri dengan tidak punya hatinya menyeret dan mengusir Nadia dari rumah dan melemparnya keluar haahah, melempar. Sadis sekali.
__ADS_1
Nadia belum beranjak dari tempatnya ia masih berharap Iksan beruba pikiran dan mengejarnya keluar, tapi sayangnya sudah hampir satu jam lebih Nadia duduk di luar tidak ada satu orangpun yang keluar mencarinya. Jangankan orang lain satpam sendiri engan untuk membuka pintu gerbang karena mereka masih melihat Nadia yang betah berdiri diluar
"Kamu benar-benar keterlaluan mas, lihat aja nanti apa yang akan aku perbuat kepadamu, aku akan cari tahu siapa perempuan ****** itu yang berani merebut hati kamu dari aku. Aku akan membuat dia pergi darimu, aku benar-benar tidak iklas dengan perbuatan kamu terhadap aku. Apalagi menikah dengan perempuan lain aku tidak sudih posisiku di ganti oleh siapapun hanya aku yang bisa bersanding denganmu mas ."
Memamg Nadia benar-benar belum juga sadar atas perbuatannya, Nadia dan Surya satu server sama-sama egois dan sama-sama belum tertobat.
"Ingat mas aku akan kembali lagi kesini, setelah aku pergi ke rumah ibu, malam ini aku belum bisa kesana karena kondisiku berantakan, tidak mungkin aku kesana dengan keadaan seperti ini nanti mereka mala kuwatir lagi sama aku, aku nanti minta tolong sama ayah dan ibu untuk datang membujuk mas Iksan dan keluarganya kalau tidak berhasil baru aku pake caraku sendiri."
Wah...hebat juga Nadia mau minta tolong orang tuanya untuk membujuk Iksan dan orang tuannya, hahaha coba aja Nadia pergi aja kerumah orang tua kamu apa yang akan kamu dapatkan.
"Terpaksa aku harus kembali ke kontrakan, untung aku belum kembalikan kuncinya kalau tidak aku tidak tahu tidur dimana malam ini, kenapa nasibku sial terus begini setelah aku berhasil membalaskan dendamku pada keluarga Surya, aku pikir aku bisa lepas dari semua masalah ini, namun ternyata diriku juga ikut terjerumus."
Nadia bangkit dari duduknya dan melangkah pergi ia harus mencari taksi agar bisa cepat pulang sampai ke kontrakannya ini juga sudah agak malam, jadi takutnya dia tidak mendapatkan taksi.
Nadia harus berjalan agak lebih jauh sedikit ke depan baru bisa mendapatkan taksi, karena kalau Nadia tetap berdiri didekat rumah Iksan ia tidak akan mendapatkan taksi karena itu masih di komplek perumahan jadi harus keluar ke jalan raya besar.
Nadia berjalan tertati-tati dengan langkah yang berat, akhirnya dia sampai di jalan besar dan berdiri di pinggir jalan menunggu taksi lewat, namun sudah hampir setengah jam Nadia menunggu belum ada tanda-tanda ada taksi membuat Nadia sempat putus asah, hidupnya apes banget hari ini pikirnya.
Karena Nadia merasa haus dan juga sudah lapar, Nadia mencari warung disekitaran situ untuk membeli minuman dan juga roti agar bisa menganjal perutnya yang terasa lapar, setelah selesai membeli roti dan air mineral Nadia langsung makan dan minum airnya, beruntung baru selesai minum sebuah taksi berhenti tepat di depan Nadia, akhirnya Nadia masuk kedalam taksi dan pergi dengan perasaan yang masih kalut.
__ADS_1
Sepanjang perjalan Nadia masih memikirkan apa yang terjadi terhadapnya di rumah Iksan, dapat banyak hinaa dan makian dari Iksan dan keluarganya, Nadia berharap pada saat ia datang ke orang tuanya mereka masih mau menerimannya, karena hanya mereka satu-satunnya harapan Nadia saat ini.
Iksan tidak bisa diharapkan lagi, jadi sekarang harapan Nadia adalah orang tuannya.
"Neng alamatnya dimana, kita jalan begini aja gitu, tapi neng tidak kasih tahu alamat" ujar pak supir membunyerkan lamunan Nadia.
"Eh...maaf pak aku lupa ini alamatnya." Nadia menyodorkan sebuah kertas yang sudah di tulis alamatnya.
"Neng baru pulang kerja ya. Kok kelihatan berantakan sekali neng"
"Tidak pak tadi aku dari rumah teman tadi ada acara disana biasalah pak disana banyak teman jadi bencanda sampai rambut berantakan begini"
"Maaf neng, tapi neng kelihatan seperti baru selesai berantam jadi di tampat begitu, neng juga sepertinya basa lihat rambut neng dan juga bajuny.
Tidak ada jawaban dari mulut Nadia, ia diam saja tindak menanggapi apapun.
Akhirnya Nadia dan pak supir kembali diam, tapi kalau Nadia masih berperang dengan pikirannya, ia secepatnya harus pergi ke rumah orang tuanya untuk minta pertolongan, Nadia sudah tidak mau lama-lama lagi
******
__ADS_1
Hay....kak jangan lupa mampir ya (Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda)