
Haha ayah bisa aja deh...tapi ada benarnya juga apalagi sejarah sih tukang cuek pergi kencan dengan seorang gadis cerewet entah jadi apa mereka hahah Cessie tidak bisa bayangkan."
"Malam ayah maaf Aris baru pulang" ucap Aris dengan mata berbinar.
Aris alihkan pandanganya ke Cessie"Dek tadi kak dengar kamu bilang siapa yang tukang cuek"
"Maaf kakku yang ganteng tanpan dan paling cuek sedunia aku sudah ngantuk dan mau tidur hahaha" Cessie takut di marahin kak Aris jadi dia kabur kekamarnya. Lari meninggalkan kedua pria itu hanya melogo aja pergi begitu saja.
Jadi waktu Aris pergi jemput Faya entah kenapa ia ingin memberikan kejutan untuk Faya, akhirnya Aris singga beli Cincin untuk Faya, karena memang Aris baru menyadari kalau sebenarnya dia juga mencinta Faya. Dari pada dia lama-lama Faya kepincut laki-laki lain, mendingan dia duluan pikirnya, kalau pada akhirnya Faya tidak menerimah cintanya juga tidak apa-apa yang penting Aris sudah berusaha ungkapin perasaannya kepada Faya.
Setelah sampai di toko Aris membeli Cincin yang harganya juga fantastis untuk Faya. Seusai beli Aris dengan semangat melajuhkan mobilnya ke tempat Faya. Hampir tiga puluh menit akhirnya Aris sampai tempat Faya ternyata Faya juga sudah selesai siap dan lagi menunggu kedatangan Aris.
Aris hentikan mobilnya dan keluar dari dalam mobil, Aris gegas mendekati Faya yang tengah berdiri di pintu karena mendengar suara mobil Aris. Saat Faya melihat kedatangan Aris ia tersenyum karena tadi Faya pikir Aris mungkin tidak datang menjemputnya, tapi ternyata pikiran Faya salah. Aris jadi datang jemput walapun agak sedikit terlambat itu tidak jadi masalah untuk Faya.
"Mas sudah datang, tadi Faya kira mas janji palsu lagi sudah mau ganti baju loh.
"Maaf ya Fay tadi agak sedikit macet makanya terlambat" Aris sedikit berbohong karena tidak mungkin Aris jujurkan bilang kalau baru selesai dari toko emas, itu artinya bukan kejutan lagi namannya.
__ADS_1
Namun alasan Aris tidak masuk akal kalau jam segitu masih macet, membuat Faya heran dengan tingkah laku Aris "Masih macet mas, dimana letak macetnya setahu Faya kalau sudah jam segini jalanan sudah agak sepih. Kok bisa macet yah."
Aris yang tidak tahu mau jawab apa lagi, hanya mengaruk kepala yang tidak gatal. Karena memang yang dibilang Faya itu benar adanya kalau jam segitu jalanan sudah sepi. Karena Aris tidak tahu menjawab apa, ia hanya minta Faya untuk pergi, dari pada mereka hanya bahas soal macet nanti mereka tidak jadi pergi.
"Fay yuk kita pergi, sudah malam nih nanti kalau kita lama-lama disini mala gak jadi perginya,"
"Hehehe iya juga ya mas yuk kita pergi"
Tidak seperti biasa kalau ketemu dengan Faya Aris pergi begitu saja apalagi pengangan tangan dengan Faya, itu bukan tipe Aris. Tapi malam ini Aris reflek mengandeng tangan Faya dan membukakan pintu mobil untuknya. Hal sekecil aja yang dibuat Aria membuat Faya bahgia senyum manis terlihat mengembang dibibirnya.
Setelah Aris pastikan Faya sudah masuk Aris memutar mutar badannya dan masuk kedalam mobil , aris menghidupkan mobilnya dan mereka pergi meninggal kediaman Faya. Sepanjang jalan Aris selalu memcuri pandang dengam Faya.
Aris memang selalu perhatikan Faya, namum Faya yang tidak menyadari padahal biasanya ia sangat cerewet tapi malam itu dia sangat pendiam. Entah apa yang dipikirkan tumben-tumbenan dia enteng banget
"Fay, kamu kenapa diam dari tadi kamu ada masalah kalau ada tidak apa-apa boleh kamu cerita sama aku siapa tahu aku bisa bantu"
"Hehehe....tidak apa-apa mas, Faya hanya grogi aja malam ini bisa pergi bareng dengan cowok ganteng, membuat jantungku tidak aman mas seperti mau copot rasanya hahaha"
__ADS_1
"Astaga kamu ini ya Fay aku serius justru kamu mala bercanda" Aris hanya mengelengkan kepala melihat tingkah Faya malam ini.
"Oh ya mas, Cessie kenapa tidak diajak aja sekalian biar kita makan malam bersama lebih seru kalau sama dia. Kalau hanya kita berdua rasanya canggung sekali."
"Cessie tidak bisa ikut karena dia juga pergi makan malam bersama dengan dokter Julio juga makanya tidak ku ajak. Tapi bukannya lebih baik kita berdua aja kalau ada orang ketiga nanti menganggu lagi acara kita"
"Oh pantas aja dia tidak nongol, ternyata dia pergi dengan pria pujaan hatinya, enak ya jadi Cessie belum sah cerai dari mantan suaminya dan masih hamil aja banyak laki-laki yang berlombah-lombah menantikannya."
"Memangnya kamu tidak cemburu dan iri sama Cessie Fay, apalagi kalian teman, biasanya kalau berteman begitu, teman yang lain melihat salah satu temannya bahagia mereka iri dan berusaha menjatuhkannya dan merebut apa yang temannya itu miliki."
"Mas aku bukan teman yang jahat seperti itu, aku berteman dengan Cessie aja sudah syukur aku bahagia melihatnya bahagia, pada saat dia jatuh aku juga ikut merasakannya, aku sudah lama mengenal Cessie. Jadi tidak pernah terbesit di kepala atau hatiku untuk iri dan menjatuhkan teman, itu bukan tipeku mas, karena Cessie itu sudahku anggap adikku sendiri. Dia baik polos dan gampang sekali di manfaatkan."
"Tapi apa untungnya buat aku lakukan itu, aku buka sahabat atau teman macam itu mas. Aku berteman dengan Cessie karena memang benar-benar mau berteman dengannya bukan karena dia memiliki bayak harta jadi aku jahat sama dia, jika ada teman seperti itu, julukannya bukan teman tapi itu ular yang berbisah, aku tidak mau iri atau menjatuhkan teman yang menurutku hidupnya lebih baik dariku mas, karena itu sudah di takdirkan dari Tuhan dan Tuhan juga sudah memberikan kita berkat dengan porsi yang berbedah."
"Deg......"!
"Ya Tuhan berarti aku tidak salah dong memilih dia sebagai istriku, dia sudah cantik baik hati lagi memang ini yang terbaik aku harus lamar dia malam ini juga, entah dia terimah atau tidak yang penting aku sudah lakukan. Jangan menyianyiakan kesempatan emas ini" gumam Aris dalam hati.
__ADS_1
"Maaf ya Fay mungkin perkataanku sudah menyinggung perasaan kamu tapi aku hanya pengen tahu saja, apalagi sudah lama kalian berteman. Pada umumnya pertemanan itu berakhir seperti itu sehingga aku jadi penasaran."
"Tidak masalah mas, memang yang mas bilang itu benar kok tidak salah karena banyak orang diluaran sana hanya berkedok teman tapi ternyata memiliki tujuan tertentu. Pada saat temannya sukses disitu mereka mulai buat rencana untuk menjatuhkannya, mas mau tahu kenapa? Karena mereka menyimpan iri dan dengki itu didalan hati mereka tapi percayalah teman macam itu hidupnya akan berakhir dengan tragis."