
Sedangkan di kantor Cessie dan Aris sudah siap-siap mau pulang ke rumah, tapi kali ini Cessie gak pulang ke rumah orang tuanya. Melainkan ia pengen nginap di rumahnya dulu karena sudah hampir dua minggu ia tinggalkan rumah itu kosong, kebetulan pas Cessie minta Faya untuk nginap di rumahnya Faya juga mau.
Cessie telpon pak Arya dan bu Intan, ia kabarin orang tuanya kalau ia gak akan pulang ke kediaman orang tuanya, awalnya mereka keberatan karena takut terjadi apa-apa sama Cessie namun mereka ingat kalau ada penjaga di rumah Cessie lagian ada Faya dan Aris yang bisa menjaga Cessie.
Akhirnya pak Arya dan bu Inta setuju, gapapa pikir mereka, Aris dan Cessie menuju ke rumahnya, Aris juga ikut nginap dirumah Cessie biar besok mereka langsung berangkat kerja bareng.
Bu Intan yang mendengar kedua anaknya nginap di tempat Cessie bu Intan merasa kesepian, karena sudah terbiasa, ada Cessie dan Aris di rumah jadi rameh tapi sekarang tinggal bu Intan dengan pak Arya dan beberapa asisten yang bekerja di rumah.
"Pah, rasanya sepi banget ya kalau anak-anak gak disini, kenapa kita gak ikut aja sih pak sekali-sekali nginap di rumah Cessie, Disanakan banyak kamar pah. Hayo lah pah." ujar bu Intan berusaha membujuk suaminya agar ikut nginap juga di rumah Cessie, karena selama ini baik pak Arya maupun bu Intan tak sekalipun mereka menginjakkan kaki di rumah itu.
"Mah, biarkan aja dulu malam ini mereka tidur disana, nanti kalau besok mereka gak pulang kesini, barulah kita kesana, mama harus tahu anak-anak kita sudah besar kalau Tuhan menyayangi Cessie dan setelah ia cerai terus menikah lagi otomatis ia harus ikut suaminya. Jadi mama harus belajar".
"Hmmm baiklah pah, oh ya pah, besok kita ke kantor polisi dulu untuk menanyakan perkembangan peneriksaan untuk Surya semoga cepat selesai pengurusan dan masuk sidang pah."
"Iya mah, papa juga rencana seperti itu jadi besok kita ke kantor polisi aja."
Bu Intan dan pak Arya sejak dari dulu mereka adalah pasangan suami istri yang Harmonis, bu Intan yang lembut dan pak Arya yang perhatian dan penyayang membuat mereka gak ingin berpisah satu sama lain, apa lagi di masa tua mereka, pengen menikmati dengan tenang dan bahagia tanpa memikirkan beban berat.
__ADS_1
Sekarang pak Arya agak bernapas lega karena perusahaan sudah di tangani dengan baik oleh Cessie dan Aris. Biarpun rumah tanggah anaknya hancur tapi itu tak masalah bagi pak Arya dan bu Intan, mereka hanya ingin Cessie baik-baik aja sudah cukup.
Sedangkan Cessie dan Aris dalam perjalanan menuju ke rumah Cessie kalau Faya ia bawah mobil sendiri jadi tak perlu di jemput. Cessie yang sedang candain kak nya di kagetkan dengar dering hpnya, lantas Cessie keluarkan hp dari tasnya dan melihat siapa yanh nelpon.
Terlihat jelas melebarkan senyumnya saat melihat nama yang tertera di layar hp, ia segerah angkat.
"Hallo mbak sayang, apa kabar? Sudah lama mbak gak ada kabar loh, kirain mbak marah sama Cessie."
"Hallo Cess maaf ya, bukannya mbak gak mau hubungi tapi memang mbak sibuk banget, urus mertua di rumah sakit jadi mbak gak sempat ngabarin kamu. Dan mbak juga sehat kok Cess, kamu apa kabar sehat"?
" Gapapa mbak, Cessie juga sehat terus kapan mbak kesini lagi, Cessie kangen loh sama mbak."
"Oh iya mbak, Cessie juga tahu kalau Nadia masuk rumah sakit gak tahu juga bagaimana kondisinya sekarang."
"Kata Sinta kondisi Nadia prihatin banget Cessie, ia keguguran dan sampai selamanya gak punya anak lagi".
"Ha, maksud mbak apa? kenapa gak punya anak mbak?" sebenarnya Cessie juga kanget mendengar cerita dari mbak Eva tapi, Cessie gak menunjukan ke mbak Eva kalau ia kautir."
__ADS_1
"Iya katanya Nadia keguguran terus rahimnya di angkat karena ia mengalami luka serius di rahimnya kerena benturan keras."
Cessie benar-benar kaget kepalang, bagaimana gak, kalau Nadia sudah gak bisa hamil lagi berarti sampai selamanya Surya gak bakal punya keturunan, Cessie sampai menutup mulutnya dengan tangan.
"Sebegitu parahkah Nadia sampai harus mengangkat rahim, hmmm...mas Surya nikmati lah apa yang sudah kamu tabur sekarang kamu sudah tuai, dulu kamu berani menghianatiku karena alasan pengen punya anak, jadi sekarang bagaimana kamu bisa punya anak kalau rahim istri kamu sudah di angkat, dan kamu Nadia karma untuk kamu yang sudah berani merebut ayah dari anakku." gumam Cessie dalam hati.
Mbak Eva dan Cessie mengakhiri telponnya, mbak Eva dengan Cessie janjian akan ketemu, awalnya Cessie meminta agar mbak Eva menginap aja di rumahnya selama mbak Eva di ibu kota namun mbak Eva menolak, mungkin mbak Eva gak enak hati, karena Cessie sudah menjadi mantan adik ipar.
Aris yang melihat ekspresi Cessie ia mengeryitkan alisnya, Aris penasaran apa yang mereka bicarakan sampai membuat adik angkatnya itu seperti kanget begitu, namun Aris gak langsung bertanya, ia menunggu Cessie selesai telpon baru , ia bertanya dan benar saja, baru aja Cessie matiin telpon Aris langsung mencercah Cessie dengan banyak pertanyaan .
"Dik, tadi siapa yang telpon terus kalian, bicara apa sampai, kamu kanget begitu dik apa ada masalah."
"Gak juga sih kak Cessie hanya kanget aja apa separah itukah sampai Nadia keguguran dan juga rahimnya terpaksa di angkat, oleh dokter karena katanya terluka karena kena benturan keras."
"Ha, yang benar dik, apa separah itu, Perasaan waktu Nadia jatuh memang kak lihat perutnya agak sedikit mengenaik kursi, tapi kak gak berpikir sampai separah itu dik"
"Iya aku juga kak, aku lihat memang perutnya sempat kena kursi baru ia jatuh kebahwa, aku kok jadi kasian ya sama Mas Surya dia ceraikan aku karena pikirnya aku mandul, dan gak punya anak ditambah lagi tekanan dan hasutan dari mantan mertua, yang sangat mendambakan punya cucu, nah sekarang bukan hanya kehilangan cucu tapi kehilangan segalanya"
__ADS_1
"Dik kak kok jadi pikiran ya kalau Nadia sudah keguguran dan gak bisa hamil lagi, siap-siap aja Surya akan berusaha merebut ponakan aku nanti, kalau sampai itu terjadi, dia mau cari mati."
"Hahaha jangan harap, ini anak ku jadi gak ada satu orangpun yang berani mengambil dariku, karena nyawa adalah taruhan.