Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
113 Ternyata Belum Sadar Juga


__ADS_3

Setelah selesai sarapa pak Arya dan bu Intan berangkat ke kantor polisi.


Sementara di kantor polisi mbak Eva dan Surya masih bersih tengang, karena mbak Eva bertanya kenapa Surya bisa ada di tahanan, pasti ada kesalahan yang fatal dilakukan oleh Surya, awalnya Surya sengan untuk cerita ke mbak Eva.


Tapi tiba-tiba Surya berpikir gak ada gunanya berbohong sama mbak Eva, karena nanti juga mbak Eva akan tahu dari Sinta atau yang lain. Jadi lebih baik ia cerita semuanya sama mbak Eva, siapa tahu mbak Eva bisa membantunya. Untuk mengeluarkannya dari penjara atau paling tidak bisa meringankan hukumannya.


Ya elah kamu percaya diri banget Surya, kamu kayak gak tahu mbak Eva aja, bukannya dari awal, sebelum semua ini terjadi mbak Eva sudah berulang kali mengingatkan kamu agar hati-hati karena nanti kamu akan menyesal di kemudian hari.


Surya akan meminta sama mbak Eva agar membujuk Cessie supaya mencabut tuntutannya, atau gak Cessie bisa mengurangi hukumannya nanti, karena hanya mbak Eva yang sekarang bisa di andalkan, mbak Eva juga yang lebih dekat dengan Cessie jadi pikirnya kemungkinan besar mbak Eva bisa membantu.


Surya cerita panjang lebar tapi mbak Eva hanya diam, sesekali mbak Eva mengelengkan kepala karena heran dengan kelakuan adiknya ini. Setelah Surya selesai ceritakan semuanya, sekarang giliran mbak Eva yang marah karena dari tadi mbak Eva sudah menahan emosi.


"Terus sekarang apa yang harus kamu lakukan, sedangkan kamu sudah terkurung disini? memang kamu gak punya otak ya Surya, kamu di sekolahkan tinggi-tinggi tapi bod**h, sekarang kamu nikmati aja. Makanya sebelum kamu lakukan sesuatu itu pakai otak kamu jangan serakah."


"Karena keserakahan kalian berdua jadi, kalian tahukan imbasnya mbak heran sama kamu, kok bisa-bisanya kamu lakukan sesuatu tanpa berpikir. Kamu juga mau ikuti rayunan selingkuhan kamu itu, dari awal kemunculan perempuan itu mbak sudah sangat membencinya, hummm kamu nikmati aja."


"Tapi mbak, ini juga bukan kesalahan aku juga, seharusnya Cessie yang perlu disalahkan kenapa mau melaporkan aku.lagian aku ambil uang cuman dua meliyar juga. Anggap aja kompesasi karena kami akan cerai dan selama ia menjadi istriku aku sudah berikan nafkah untuknya biarpun sedikit." ujar Surya namun ia gak sadar kalau perkataannya mengundang emosi mbak Eva


Pakkkkk.....

__ADS_1


"Ternyata dalam kondisi seperti ini kamu belum sadar juga ya, semenjak kamu kembali dengan perempuan licik itu, mbak sudah gak kenal dengan adik mbak sendiri yang dulu baik dan sopan sekarang seperti iblis, kamu sadar gak dulu waktu kamu nikah dengan Cessie kamu tinggal dimana, pernah gak kamu bayar air listri dan segala keperluan lainnya."


"Kamu ya benar-benar menguji kesabaran mbak tahu gak, mbak pikir dengan keadaan seperti ini kamu sadar dan menyadari kesalahan kamu dan meminta maaf, tapi ternyata mbak salah, kamu memang gak akan sadar sampai kapanpun."


"Loh kok mbak nampar aku kan benar aku bilang, lagian aku ceraikan Cessie karna mandul, kalau Nadia biarpun sekarang keguguran tapi, nanti juga akan hamil lagi. Itu semua karena ula sih Cessie dengan kakny itu."


Mendengar perkataan Surya, mbak Eva baru menyadari kalau ternyata Surya belum tahu kalau Nadia sudah gak bisa hamil lagi. "Hmmm ternyata Surya belum tahu kalau Nadia sudah mandul gak bisa hamil lagi, mendingan aku kasih tahu aja deh."


"Kenapa mbak diam, jawab atau mau membelah mantan adik ipar mbak lagi."


Mbak Eva memandang adiknya itu dengan tatapan ngejek," kamu bangga sekali ya kalau Nadia masih bisa memberikan kamu anak. Biar mbak kasih tahu kamu, karena mungkin Sinta gak berani ceritakan semua sama kamu, jadi lebih baik biar kamu sadar dari hayalan kamu ini untuk menginginkan seorang anak."


"Hahaha mbak bisa aja, Nadia itu masih muda dan cantik mana mungki gak kasih anak kecuwali, tuh perempuan yang selalu mbak belain itu baru mandul, buktinya sampai sekarang dia gak hamil-hamil juga, dan seandainya dia hamilpun aku sudah gak sudih punya anak dari dia."


"Hahaha...dengarkan aku baik-baik, Nadia bukan hanya keguguran tapi karena benturan keras di perutnya mengakibatkan fatal dan terpaksa rahim perempuan itu di angkat oleh dokter, jadi apa lagi yang kamu harapkan dari perempuan mandul itu."


"Hahaha...mbak gak usa ngada-ngada deh, mana mungkin Nadia mengalami hal itu, Sinta aja gak cerita sama aku."


"Terserah kalau kamu gak percaya, tunggu aja setelah perempuan itu kembali kesini baru, kamu tahu. Dan satu lagi mbak harap kamu gak menyesal dengan ucapan kamu yang bilang kalau kamu gak akan menginginkan anak dari Cessie lihat aja nanti."

__ADS_1


Sebenarnya tadi itu Rencana mbak Eva akan membujuk Cessie supaya meringankan hukuman Surya karena gimanapun Surya itu adiknya, namun setelah mbak Eva melihat Surya yang gak ada penyesalan sedikitpun ia urunkan niatnya, mala mbak Eva yang menyesal datang ke kantor polisi.


"Mbak tadi datang kesini itu karena mbak pikir kamu berubah dan menyesali perbuatan kamu, mbak akan berusaha membujuk Cessie agar mencabut tuntutan kamu kalau gak setidaknya meringankan hukuman kamu, tapi setelah mbak melihat kamu yang masih dengan egois dan gak ada penyesalan, mbak urunkan niat mbak, bahkan mbak menyesal datang kesini, maaf mbak mau pergi dan sampai kapanpun mbak gak akan mau membantu adik yang tak tahu diri seperti kamu, buang berlian dan memunggut sampah."


Mbak Eva langsung bagun dari duduknya dan bergegas pergi, sedangkan Surya kanget dengan pengakuan mbak Eva, sonta Surya teriak menanggil mbak Eva. Namun sudah gak dihiraukan.


"Mbak....mbak Eva tolong aku mbak, bujuk Cessie" ujar Surya menunduk, ia sedikit menyesal karena sudah berkata dengan congkak seperti itu terhadap mbak Eva.


"Pak tolong jangan teriak disini," pak polisi langsung membawah Surya kembali kedalam tahanan, sedangkan mbak Eva langsung keluar dari kantor polisi dengan hati yang panas, karena kelakuan adikny.


Mbak Eva sampai di mobil ternyata Zila sudah tidur mungkin karena kecapean perjalanan jauh."Mas maaf agak sedikit lama" mbak Eva memasang senyum untuk suaminya walaupun hatinya masih panas.


"Gapapa sayang, oh ya gimana dengan Surya keadaannya baik-baik aja kan sayang."


"Iya baik aja mas, yuk kita berangkat ke rumah sakit dulu baru pulang ke kontakan yang sudah aku pesan mas,"


Mbak Eva dan suami langsung masuk kedalam mobil sedangkan Zila ditidurkan di tempat duduk belakang yang sudah di sulap jadi tempat tidur.


Sepanjang perjalanan ke rumah sakit mbak Eva masih memikirkan nasib Surya, padahal belum juga selesai sidang cerai sekarang sudah terkurung didalam tahanan, sudah jatuh ketimpa tanggah lagi, itu namanya karma itu nyata.

__ADS_1


__ADS_2