
Sudah dengan kondisi seperti itu aja, sih Nadia belum ada tobat-tobatnya masih merasa kalau hidupnya hancur karena ulah orang lain, padahal ia gak sadar kalau semua yang terjadi dihidupnya karena kelicikan dan kejahatan yang selama ini ia lakukan terhadap orang lain. Tapi mala merasa paling benar dan menyalahkan orang lain gak perna intropeksi diri.
Setelah Nadia selesai makan ia segera minum obat agar cepat pulih pikirnya, padahal Nadia gak menyadari kalau obatnya itu memang sudah di tukar sama obat lain oleh laki-lakk tersebut, makanya dari awal Nadia mengambil obatnya merasa kalau ada yang salah dengan obat itu, karena Nadia ingat betul dengan obat yang dikasih sama dokter namun kenapa bisa berbedah. Tapi karena Nadia sudah gak tahan dengan rasa sakitnya itu membuatnya langsung meminum obatnya tanpa berpikir panjang lagi.
Padahal Nadia gak tahu kalau obat itu bukan untuk menyembuhkan, tapi mala itu untuk membuat lukanya makin sakit. Setelah Nadia selesai minum obat ia berusaha membaringkan lagi tubuhnya di atas kasur kecil yang agak sedikit kumuh itu , tapi mau gimana lagi, kalau ia gak tidur disitu terus tidur dimana. Biarpun hanya beralaskan kasur kecil itu Nadia sangat bersyukur.
Sedangkan mau keluar dari situ juga susah jalan aja masih terseok-seok, ya mau gak mau sekarang bertahan dulu, lagian soal melayani naf** u bejat laki-laki itu sebenarnya Nadia gak masalah, karena memang Nadia juga sering menjajakan tubuhnya luar juga dengan siapapun yang ia mau asal ia puas namun setelah dia menikah dengan Iksan di situ lah dia beruba.
Hanya saja sekarang Nadia lagi sakit makanya, ia merasa tersiksa karena setiap kali ia berhubungan dengan laki-laki perutnya yang selalu sakit, karena laki-laki itu pada kasar gan ada lembut-lembutnya. Itu yang membuat Nadia meringis kesakitan, apalagi Nadia kabur dari rumah sakit belum pulih sepenuhnya.
Setelah Nadia berbaring gak lama ia tertidur walaupun perutnya agak rasa nyerih tapi ia paksa tidur, namun baru juga tutup mata pintu kamar tiba-tiba terbuka, Nadia yang belum tidur nyenyak ia pura-pura menutup mata dan mengintip ternyata tukang supir yang datang, membawa kantong kresek di tangannya.
Laki-laki tersebut menympan kantong itu di atas meja kecil di dekat pinti dan bergegas melangkah masuk ke kamar dalam mandi untuk langsung membersihkan diri, karena merasa gerah.
Sedangkan masih bertahan dengan posisinya yang pura-pura tidur, karena Nadia mau lihat setelah mandi apa yang akan di lakukan lagi oleh laki-laki itu, kalau di lihat dari wajah yang kalem dan manis gak kelihatan orang jahat.
Tak berselang lama seroang pria yang kelihatan segar dan fres keluar dari kamar mandi hanya pakai handuk melilit di pinggangnya.
Nadia yang melihat terpanah walaupun hanya intip doang" Wah....ternyata kalau rambutnya basah kelihatan ganteng juga, tapi sayangnya jahat, coba kalau aku gak sakit mungkin tak masalah bermain dengannya tapi sayangnya aku lagi sakit, apalagi yang harus aku takutkan soal hamil".
__ADS_1
"Sampai kapanpun aku sudah gak punya anak lagi. Jadi bebas tunggi ya kalau aku sudah sembuh aku akan mengejar kamu nanti, tapi aku harus ketemu dengan mas Iksan dulu biar bisa punya modal dan ini jadi selingkuhan aja." gumam Nadia dalam hati,
sedangkan pria itu setelah selesai ganti baju kaos putih dan bokser, terus ia ikut berbaring di samping Nadia. Dan lamgsung peluk Nadia namun Nadia hanya diam saja ia gak bergerak maupun berontak seperti semalam. Nadia hanya senyum-senyum aja.
"Hmmm wangi sampohnya enak banget dicium, ya ampun kalau dipeehatikan dari dekat pas tidur ternyata ganteng juga ya. Hummm kamu sudah menodai aku jadi kamu juga jarus bertanggung jawab. Aku harus minta tanggung jawab darinya nanti aku pura-pura hamil aja.
Awalnya Nadia gak suka dengan pria itu tapi setelah ia melihatnya begitu tanpan hatinya langsung tertarik dasar Nadia murahan sekali dia, ia gak takut apa gonta ganti laki-laki nanti penyakit baru tahu rasa...sekarang sudah penyakit aja belum juga tobat memang dasar Nadia.
Ia juga gak perna mikirin orang tuanya gimana kabar mereka, nanti kamu dapat karma lebih dari pada itu Nadia kalau kamu gak berubah.
Setelah lama Nadia memandang wajah pria itu, akhirnya dia juga itu tertidur mereka berdua tertidur sambil berpelukan. Namun tiba-tiba hpnya pria tersebut berbunyi denga singap pria itu bangun dan mengambil hpnya.
"Hallo bro malam kita ke bar yuk mau gak banyak loh gadis cantik disana ada barang baru."
"Hmmm sorry bro aku gak bisa soalnya, aku ada kerjaan jadi nanti aja ya."
"Ah kamu gak seruh deh....orang disana banyak gadis yang kamu pakai sepuas kamu, mala kamu nolak."
"Ah tanpa aku kesana juga aku sudah punya disini gratis kamu mau lihat gak, aku disini sangat puas karena dia juga lincah."
__ADS_1
"Ah masa sih, boleh juga tuh saya pakai setelah kamu bro"
"Memang kamu mau bekas aku"?
"Mau dong, jadi gimana iklas gak biar aku pakai dia. Tapi puaskan."
"Iya saya jamin puas banget deh."
"Ok saya kesana sekarang ya"
"Hmmm datanglah nanti aku kirim wa aku simpan kunci dimana"
Setelah pria itu memutuskan telpn ia memandang Nadia dengan senyum jahat" Kamu cantik dan muka kelihatan polos tapi kamu perempuan licik dan jahat, aku buat kamu hidup menderita"
Setelah selesai memandang Nadia pria itu bergegas keluar dari kontrakan, dan masuk kedalan mobil lalu pergi. Sedangkan Nadia masih dalam mimpi indahnya pikirnya ia masih dalam pelukan pria ganteng tadi, padahal orangnya sudah pergi dan sebentar lagi ia harus menyiapkan diri untuk melayani laki-laki lain yang dark semalam ganti-ganti terus.
Selepas pria itu pergi tak lama ada langkah kaki tergengar dari luar, itu tandanya ada orang yang melangkah masuk. Tak selang lama pintu terbukan dan langsung di kunci kembali, ternyata taman pria tadi lebih ganas dari yang sebelumnya baru juga melihat Nadia gairahnya sudah gak ketahan, ia langsung membukan semua pakiannya gal ada sehelai benang pun di tubuhnya bari ikut berbaring di samping Nadia.
Karena Nadia tidur nyenyak jadi gak sadar Nadia membalikan badan dan memeluknya, disitu lah laki-laki itu mulai bereaksi, ia mencium bibir tipisnya yang terasa manis itu. Senyum licik muncul di bibir pria itu.
__ADS_1
"Hari ini aku puas tanpa keluarkan uang, ini sudah gratis pasti puas lagi. Tapi gimana caranya ya apa aku bangunin aja tapi takutnya dia memberontak dan teriak mendingan........