Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
158


__ADS_3

Setelah selesai mengisi perut mereka masing-masing. Saatnya mereka pulang kekontrakan, karena mbak Eva akan membereskan barang bawaannya. Besok pagi mereka akan berangkat ke kampung.


Sepanjang perjalanan Sinta masih memikirkan kondisi sang mama, pengen sekali ia kembali untuk menjenput bu Ayu, tapi mana mungkin dia melakukan itu, sedangkan Sinta harus kerja . Sinta gak boleh egoia karena kesehatan bu Ayu lebih penting. Lagi pula kalau nanti Sintaj jemput bu Ayu mereka makan apa, kalau Sinta gak kerja


"Gak! Aku gak boleh mikirin mama, biarkan dokter yang menanganinya, aku percaya mama pasti sembuh, aku harus kerja biar dapat uang agar beli obat yang terbaik untuk mama. Semoga mama cepat sehat dan kembali tinggal bersama aku."


"Sin kamu mikirin apa, dari tadi melamun aja. Jangan kamu mikirin mama terus Sin, nanti mama disana mikirin kalian berdua gak bakal sembuh, saran mbak semangat kerja aja agar bisa beli obat terbaik untuk mama supaya mama lekas sembuh dan keluar dari rumah sakit."


"Takutnya kamu terus mikirin mama, nanti mala kamu yang jatuh sakit, ingat dik sekarang kamu tulang punggung untuk mama. Jadi kamu harus lebih jaga kesehatan".


"Iya mbak tiba-tiba aja ingat mama, kalau besok mbak pulang aku kesepian gak ada teman, biasanya pas pulang kerja ada mama, sekarang sudah gak ada, mbak tenang aja. Sinta tahu kok dan bisa menjaga kesehatan. Sinta gak boleh lemah ."


"Sinta! Kamu gak sendirian mendingan mulai sekarang kamu lebih dekatkan diri kepada Tuhan agar hatimu tenang, gak ada keraguan dan kebimbangan yang menghantuimu, kalau kamu kangen sama mama, tinggal pergi jenguk satu minggu sekali juga bisa, tapi kalau sibuk bisa dua minggu sekali." ujar mas Bram menambakan perkataan istrinya, sebenarnya mas Bram juga kasian sama adik iparnya itu tapi mau bagaimana lagi.


"Iya mas! Makasih buat bantuan mas selana ini. Oh ya mas, boleh gak kalau satu bulan sekali mbak datang kesini, entah dua hari atau tiga hari disini gapapa deh yang penting Sinta ada temab"


"Gapapa, kalau nanti mas tugas keluar, mbak kamu datang kesini untuk menemani kamu. Sekarang kamu fokus kerja mas yakin kamu bisa. Oh, ya Sin. Memangnya kamu gak pengen lanjut kulia"?


"Makasih mas, sebenarnya pengen mas. Tapi lihatlah nanti kalau gaji lumayan, soalnya kebutuhan Sinta lagi, mana beli obat untuk mama."


"maksud mas kamu niat gak mau kulia, sekarang jangan mikirin biaya dulu. Siapa tahu ada solusi"

__ADS_1


"Iya mas Sinta pengen kulia lagi sengaknya dapat ijasa minimal S1 lah. Biar bisa kerja di perusahaan atau dimana gitu, sebenarnya di restoran juga enak tapi gajinya standar. Untuk memenuhi kebutuhan aja gak cukup, untung selama Sinta kerja mbak Cessie kadang kasih Sinta ongkos , Sinta merasa bersalah kali dengan mbak Cessie "


" Ok kalau begitu, gini aja uang gaji kamu itu, kamu pergunakan untuk kebutuhan kamu sehari-hari dan juga fokus untuk uang kulia kamu, kalau soal biaya rumah sakit dan obat mama biar mas dan mbak kamu yang tanggung, asal kamu janji kulia dengan baik, jangan mengecewakan kami."


"Ha...benar mas, mbak? Serius mau bantu Sinta?"


"Iya dik yang penting kamu semangat kulia. Oh ya! Tadi mbak gak salah dengar kamu bilang Cessie kasih kamu ongkos?"


Jadi selana Sinta kerja di restoran, Cessie sudah dua kali memberikan uang untuk Sinta, katanya untuk ongkos karena Sinta belum gajian. Itu yang membuat Sinta malu dan seperti sangat menyesal karena selama ini sudah berbuat jahat sama mantan kak iparnya itu.


Sinta kalau ingat kembali kelakuan dia ke Cessie waktu masih seatap, membuat Sinta sangat menyesal mengikuti kemauan sang mama.


"Iya mbak, sudah dua kali mbak Cessie kasih aku uang. Aku sangat malu mbak, padahal dulu aku jahat sama mbak Cessie tapi sekarang mala mbak Cessie yang sangat baik dan mau menolong aku. Gak ada dendam sedikitpun dalam hatinya


"Kamu bisa menilaikan sifat Nadia dan Cessie sangat bedah jauh, Cessie jadi istri Surya karena rasa cinta. Kalau Nadia dia datang bukan karena cinta. Tapi karena mempunyai suatu rencana untuk membalas dendam, coba waktu itu kita tahu dari awal agar bisa mencegah. Tapi sayangnya kita sibuk dengan kehidupan kita masing-masing dan Surya juga sudah buta karena cinta. Jadi sekarang menyesal tak ada guna. Kita mau menyalahkan siapa lagi semua sudah terlanjur.


"Mau menyalahkan Nadia juga, kita gak diposisinya sebagai keluarga yang kehilangan. Mau nyalahin Surya juga sudah terlanjur masuk dalam perangkap Nadia, apalagi mama orang yang pertama menyetujui. Hubungan terlarang antara Nadia dan Surya. Jadi anggap aja ini takdir."


"Iya mbak" mereka dalam perjalanan pulang ke kontrakan. Hampir satu jam perjalanan yang mereka tempuh akhirnya sampai juga di kontrakan. Namun pas baru turun dari mobil, mata mbak Eva tak segaja melihat ada bingkisan yang besar berteger sempurna di depan pintu. Mbak Eva bergegas melihatnya.


"Loh Sin kamu pesan barang, ini ada paket besar lagi entah apa isinya."

__ADS_1


"Ah gak mbak, aku gak punya uang untuk belanja kayak gituan, cukup makan aja syukur apalagi belanja."


"terus ini dari siapa dong. Mbak yakin ada yang kirim barang ini, coba buka pintunya dulu biar kita masuk."


Mbak Eva penasaran dengan kedatangan paket besar yang mereka pun gak tahu siapa yang mengirimnya.


Setelah Sinta membuka pintu mereka langsung masuk kedalam. Mbak eva sudah gak sabar untuk membuka, paket itu.


Setelah mereka buka, ternyata di dalam pakekt itu terdapat dua dress warnanya sama tapi ukuran berbedah satu Xl dan Satu lagi M. Bukan hanya itu ada juga sepatu haihils sama warnanya dan tapi bedah ukuran.


Ada juga tas dan sepatu cowok dan sepatubanak kecil seusia dira. Melihat itu mbak Eva dan Sinta terkejut bukan kepalang.


Sin kira-kira siapa yang mengirim barang ini kamu tahu gak, atau kamu curiga siapa gitu.


"Ini barang mewah semua Sinta harga jutaan, kamu tahu, atau jangan-jangan orang ini salah kirim barang mbak. Gimana kalau benar. Kita sudah terlanjut membukannya"


" Nah benar juga kata mbak gimana kalau ini barang orang aduh, mbak aku gak mau bermasalah dengan orang. Kita bungkus kembali aja mbak dan biarkan nanti siapa tahu ada yang datang menanyakan barang ini.


Trinnggg tringgg!


Tiba-tiba ada notivikasih masuk ke hp mbak Eva

__ADS_1


*****


Hay semuanya jangan lupa mampir ya( Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda)


__ADS_2