Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
164


__ADS_3

Sedangkan di tempat lain sudah hampir dua minggu Nadia tinggal di kontrakan itu, dan kondisinya juga sudah mulai pulih namun kadang aja perutnya agak sedikit nyeri.


Nadia memanfaatkan hari-harinya dengan istirahat total. Untuk memilihkan kondisinya karena rencana, Nadia gak mau tunggu lama lagi, secepatnya ia harus ketemu dengan Iksan, dan orang tuanya agar nanti polisi temukan dia dan masuk penjara juga tidak masalah. Karena ia percaya Iksan dan kedua orang tuanya bisa membantunya mengeluarkan


Nadia dari penjara. Pikirnya.


Jadi dia mempergunakan waktu sendirinya sebaik mungkin agar kondisinya cepat pulih.


"Humm hari-hari didalam kontrakan aja juga sangat membosankan ternyata, tapi mau gimana lagi. Mau keluar takut ketangkap polisi, terpaksa deh ngurung diri disini dulu. pengen banget belanja ke mall.


Tapi uang gak ada, tambah lagi semua atm dan hp di tahan sama polisi sebagai bukti. Gila apes banget hidupku. Oh, ya kira-kira hukuman Surya berapa tahun ya. Ah palingan dua tahun sebentar lagi juga keluar kalau aku paling enam bulan."


"Jadi biar aku ketemu dengan mas Iksan dan ibu, ayah dulu baru aku menyerahkan diri aja, supaya mereka bisa membebaskan aku, aku yakin mas Iksan orang pertama yang berjuang untuk mengeluarkan aku dari penjara.. Hmmm bahagianya aku bisa kembali lagi dengan suamiku yang paling baik dan penyayang."


"Gapapa kalau ibu dan ayah gak peduli, karena aku yakin mas Iksan tidak mau melihat aku masuk penjara. Hummm gak sabar aku pengen jalan-jalan dan belanja barang yang banyak. Minta uang dari mas Iksan."


"Oh iya, apa aku pergi kontrakan, lamaku aja ya jemput pakianku, disana pasti yang tinggal Sinta dan bu Ayu. Sedangkan Sinta kerja jadi pasti siang dia gak disana, berarti tinggal bu Ayu aku bisa menghalaunya. Kalau bu ayu sih gampang. Humm boleh juga dari pada aku gak punya baju padahal pakian ku bagus-bagus semua disana."


Ternyata Nadia gak tahu kalau bu Ayu sudah masuk rumah sakit jiwa, dan Sinta juga sudah pinda dari kontrakan lama, ternyata filing Sinta benar, juga kalau perempuan ruba itu akan datang mengambil barang-barangnya.

__ADS_1


Hmm..enak aja kamu Nadia mau datang ambil pakian kamu, pergi aja, biar kamu diusir dari sana. Karena semua orang yang tinggal di kontrakan itu sudah tandai wajahmu, masih berani juga sih Nadia mau datang ambil pakiannya.


Tapi kalau aku ketahuan sama orang-orang kontrakan itu dimana ya, bisa aku dilempar pake batu , tapi mau gimana lagi dari pada gak ada pakian sama sekali. Mendingan pergi aja kesana nanti pakai masker aja pasti mereka gak kenal aku.


Niatan Nadia yang mau kembali kekontrakan untuk mengambil kembali semua pakiannya, sudah bulat. Sekarang yang ia pikirkan dimana caranya biar bisa mendapatkan pakiannya itu kembali.


Nadia keluar dari kamar dan gegas keluar untuk beli makan. Namun di kejutkan dengan dikontrakan depan ada polisi dan juga ia mendengar ada keributan didalam kontrkan itu.


"Deg....aduh kok bisa ada polisi sih disini, bisa ketahuan nih lama-lama kenapa pake cara ribut segala sih. Malas kali ah, pakek cara lapar begini lagi disini juga gak ada makanan sama sekali"


Jadi ternyata tetangga kontrakan Nadia itu adalah suami istri, jadi mereka berantam sampai suaminya menghajar istrinya sampai babak belur, karena istrinya tidak terimah akhirnya melaporkan suaminya ke polisi.


Tapi yang mala Nadia yang ketakutan, namanya buronan polisi jadi jelas dia takut lah di tangkap polisi. Apalagi keinginannya untuk ketemu dengan Iksan bulum tercapai.


"Kapan ya kira-kira aku kesana, mau pergi sekarang malas banget pengen tidur, oh ya kenapa akhir- akhir ini bawaannya lemas bangat ya. Padahal aku istirahat full makan juga gak perna telat, tapi sekarang juga porsi makanku gak seperti biasa, gak selera makan. Atau jangan-jangan pengaruh perutku yang lagi sakit ini mungkin.


"Ah gak mungkin ini pengaruh dari perutku awal aku operasi aja gak sampai segini kok lemasnya apa lagi badan ini kayak sedikit panas. Atau aku sakit? Aduh janganlah aku sudah trauma dengan rumah sakit aku gak mau lagi kesana."


Memang akhir-akhir ini Nadia merasa gak enak badan dan bawaannya lemas terus. Porsi makannya juga tidak seperti biasanya. Tapi Nadia merasa kalau itu efek dari sakit perutnya ia abai dalam kesehatan.

__ADS_1


Nadia juga sudah trauma dengan rumah sakit jadi ia gak mau lagi kerumah sakif. Lagian mau kerumah sakit juga Nadia mau bayar pake apa uang juga tak punya, sedangkan uang yang dia curi dari Ben itu. Dipergunakan untuk beli makan sehari-hari selama pelariannya dari pengejaran polisi.


Ia sudah sangat berharap pada Iksan dan kedua orang tuanya, tapi mala mereka aja sudah gak mau menerima Nadia di kehidupan mereka masing-masing apalagi Iksan sudah sangat membenci Nadia.


******


Sedangkan dirumah sakit jiwa seorang perempuan paru baya duduk termenung diatas ranjangnya dengan menatap kosong kedepan. Hanya bulir bening mengalir terus menerus, lolos begitu saja, keluar dari bola matanya. Entah apa yang dipikirkan perempuan parubaya itu.


"Surya...anak mama, kamu dimana nak dari kemarin mama tungguin kamh disini tapi kamu kok tega membiarkan mama sendirian dirumah. Pulanglah nak mama gak akan marahin kamu, yang penting kamu pulang dengan istrimu dan anak kamu. Kamu harus bawah pulang Cessie."


Bu Ayu bergurau sendiri didalam ruangan itu, padahal sudah satu minggu bu Ayu dimasukan ke rumah sakit jiwa tapi belum ada perubahan sama sekali, hanya empat nama yang selalu ia sebutkan tapi yang lebih diminan adalah nama Surya, kalau Sinta, mbak Eva dan Cessie sekali-sekali aja.


Kasian juga melihat kondisi bu Ayu yang sangat memprihatingkan. Tapi mau bagaimana lagi. semua sudah terjadi ini adalah takdir jadi kita sebagai manusia tidak bisa melawan takdir. Apalagi waktu masa sehat bu Ayu selalu melakukan kejahat, baik itu terhadap suami, anak dan bahkan menantu.


Jadi ini karena untuk Bu ayu.


Tak lama seorang suster masuk dan memberikan obat untuk bu Ayu minum. ternyata nu Ayu hanya nurut aja tak banyak perlawanan.


"ibu, minum obat dulu ya tadi sudah makankan, jadi sekarang ibu minum obat terus istirahat ibu tidak boleh ribut."

__ADS_1


"Boleh saya ketemua dengan anak saya, Surya dan Cessie suruh mereka bawah cucu saya kesini, saya kangen."


"Ok bu nanti mereka datang tapi sekarang ibu istirahat dulu." ujar suster


__ADS_2