
Waktu terus berjalan sudah saatnya semua pencari nafkah bersiap dan pulang ke rumah masing-masing, mereka berlombah untuk cepat sampai dirumah karena ketemu kekuarga, ada yang pengen cepat pulang karena ketemu istri anak ada juga yang pengen pulang sampai dirumah untuk istirahat.
Begitu juga yang dialami oleh Cessie dan Aris yang lagi bersiap untuk pulang, karna nanti malam mereka berdua pergi dinner dengan pujaan hati masing-masing.
Setelah Aris selesai bereskan semua barang-barangnya ia melangkah keluar dan menuju ke ruangan Cessie.
Tok tok tok!
"Masuk"
Aris mendorong pintunya dan melangkah masuk kedalam ruangan Cessie. Namun Aris melihat Cessie masih sibuk dengan leptopnya.
"Dek sudah selesai belum yuk kita pulang, takutnya macet loh. Sampai dirumah siap-siap lagi"
"Ok baik kak"
Cessie menutup kembali leptop dan mengambil tasnya, mereka keluar dari ruangan dan gegas menuju ke lift.
Tak lama lift terbuka dan mereka masuk kedalam.
Ting tong!
Cessie dan Aris keluar lift dan melangkah menuju ke loby kantor, karena mobil sudah terparkir disana.
Cessie dan Aris gegas masuk kedalam mobil, Aris menghidupkan mesin mobilnya dan melaju memenuhi jalan raya.
"Humm kak lihat deh macet banget kan? kalau jam segini semua orang pada pulang kerumah masing-masing makanya macet gini"
"Iya dek dan kita salah satunya hahaha" ujar Aris terkekeh.
__ADS_1
"Hehe iya juga ya kak, kita juga kalau gak kerja mana bisa makan"
"Nah itu kamu tahu dek, oh ya jam berapa Julio datang jemput kamu Dek." tanya Aris
"Katanya sih jam Tujuh kak, tapi kata kak Julio nanti minta ijin ibu sama ayah dulu"
"Dik kalau kak lihat ya, Julio itu laki-laki yang baik dan penuh perhatian, jarang-jarang loh ada laki-laki seperti itu. Kamu harus tahu dik tidak semua laki-laki itu sama, jadi jangan samakan semua laki-laki itu seperti Surya. Kamu harus belajar membuka hati"
"Iya kak aku tahu, bawah tidak semua laki-laki itu sama bejatnya, buktinya kak dengan ayah sangat menyayangi aku dan ibu. Terus kak Julio juga menyayangiku, tapi aku belum kepikiran kesitu kak tunggu anakku lahir dulu."
Cessie dan Aris keasyikan ngobrol jadi mereka tidak sadar kalau udah mau sampai rumah.
"Eh kak. Ini sudah dekat loh padahal tadi masih jauh dan macet"
"Iya, yah dek gara-gara macet smpai rumah jam enam deh."
Tak lama mobil mereka sampai didepan gerbang dan langsung dibuka oleh satpam, akhirnya mereka masuk kedalam rumah. Karena sekarang Cessie sudah kembali nginap lagi di rumah orang tuanya.
Saat mereka masuk ternyata sudah ada mobil terparkir disana mobil itu sangat tidak asing.
" Loh ini mobil kak Julio, astaga sejak kapan ia datang bukannya katanya jam tujuh kok sudah datang"? Cessie hanya mengelengkan kepala. Sedangkan Aris hanya senyam-senyum.
"Kak kenapa kak senyum-senyum sendiri gak lucu tahu" ujar Cessie kesal sama kaknya yang suka ngejek.
"Tuh lihat mobil siapa itu ternyata sih pangeran sudah menanti kepulangan Tuan putry, pujaan hatinya hehehe"
Cessie dan Aris melangkah masuk kedalam rumah namun baru sampai didepan pintu sudah terdengar gelak tawa dari dalam, entah apa yang mereka bicarakan sampai tertawa lepas begitu.
"Bu, yah kak Julio kalian bicara apa sih suaranya sampai di luar. Kayak seruh banget deh." ujar Cessie ikut nimbrung
__ADS_1
"Biasa nak kita cerita kejadian yang lucu-lucu aja untung ada nak Julio jadi ayah dan ibu tidak kesepian, oh, ya nak. Ini nak Julio datang jemput katanya mau ngajak kamu keluar sebentar..jadi mandilah dulu biar siap-siap"
"Ok deh ayah, kak tinggu ya aku mandi dulu soalnya gerah. Oh, iya ayah ibu lihat tuh anak ibu yang tanpan itu, katanya malam ini dia juga mau pergi dinner dengan pujaan hatinya, tolong ayah ajarin dimana caranya memikat hati cewek, seperti ayah memikat hati ibu haahha kaburrrrrr "
"Hahaaha anak ini" kompak mereka tertawa, namun berbeda dengan Aris hanya cengegesan melihat tingkah adiknya itu.
Setelah Cessie pergi pak Arya dan bu Intan bicara dengan dokter Julio.
"Nak Julio lihatlah tingkahnya kayak masih anak-anak padahal dia lupa ada bayi dalam perutnya haahha" pak Arya juga lucu
"Tapi aku suka dengan tingkah lucunya om,"
Memang kalau soal perhatian dan kasih sayang dokter Julio tidak perlu diragukan lagi, karena kelihatan sekali dokter Julio sangat menyayangi Cessie, jadi kalau soal kesetiaan dokter Julio jagonya. Ia berani setia menunggu Cessie sampai menjadi single parent. Dan sekarang sudah terkabul, mana mau lagi dokter Julio menyia-nyiakan kesempatan itu tidak mungkin.
Tidak lama menunggu Cessie turun dari lantai dua. Dengan penampilan sempurna ia memakai dress selutut dan sepatu haihils tapi tidak terlalu tinggi mengingat lagi hamil, dan mengolesi wajah cantiknya dengan make up tipis.
Melihat itu dokter Julio menelan ludah,"Wah..sempurna cantiknya." ujar dokter Julio tidak tanggung-tanggung dokter Julio berani memuji kecantikan Cessie di depan orang tuanya.
Dokter Julio melihat Cessie tanpa berkedip sangking takjub dengan kecantikan Cessie, memang dasarnya sudah cantik dari lahir, Surya aja yang blo,on yang berani menghianati istri secantik Cessie dan sekarang dia mohon-mohon tapi sudah terlambat.
"Ayah lihat deh, anak perempuan kita cantik kayak bidadari baru turun dari langit haahah."
"Iya, putry siapa dulu dong, putry ayah" ujar pak Arya, manum ternyata ucapan pak Arya justru tidak di terimah oleh bu Intan.
"Eh....itu putry ibu juga, orang ibu yang melahirkan dimana sih ayah, ayah itu hanya tahu catak tapi kalau mengandung melahirkan itu ibu bukan ayah."
Dokter Julio, Cessie dan Aris hanya terkekeh mendengar perdebatan antara suami istri itu.
"Ayah ibu. Apapun ceritanya ayah dan ibu adalah pahlawan untuk Cessie dan kak Aris jadi tidak usa berdebat. Nanti kalau ayah terus berdebat sama ibu kasian anak ganteng kalian itu, mau pamit pergi jemput pujaannya entar telat justru di tinggal pergi sama pasangan kencan butanya hahaha."
__ADS_1
"Dek...bisa gak jangan ngejek kak terus" ujar Aris memelas, membuat yang lain mala tertawa melihat tingkahnya.
Akhirnya Aris pamit pergi jemput Faya karena takutnya terlambat bisa-bisa kena omelan dari Faya, yang agak sedikit cerewet membuat Aris ada sedikit was-was jangan sampai ia terlambat datang.