
Sedangkan cessie dan Aris yang ada di Kantor polisi masih lengkapi semua berkas yang masih kurang, dan bukti tambahan untuk memperberat tuntutan untuk Nadia dan Surya.
Cessie dengan Aris juga di minta keterangan oleh polisi, setelah selesai semua urusan dikantor polisi, mereka bergegas kembali ke perusahaan , karena pikir Cessie gak perlu ke rumah sakit untuk apa juga harus kesana, sedangkan sudah ada polisi untuk menjaga Nadia jadi biar aja. Nanti mertuanya atau adik iparnya yang mengurus dia Karena dikantor masih banyak kerjaan yang numpuk.
Akhirnya Cessie dan Aris melajukan mobil kembalih ke perusahaan, karena mereka masih ada rencana untuk menarik kembali semua saham yang ada di perusahaan orang tua Nadia, karena kali ini Nadia dan Surya benar-benar membuat Cessie murka, jadi ia mau menumpas sampai akar-akar.
Kasian orang tua Nadia anaknya yang kurang ajar, orang tua nya yang menanggung semua dosannya. Nadia memang kamu anak kurang ajar gara-gara kamu perusahaan orang tua kamu hancur, gara-gara kamu juga mama kamu masuk IGD.
Semoga apa yang kamu lakukan akan kamu tuai nanti, biar jangan melibatkan banyak orang, sekarang kamu nikmati aja nasib yang akan menimpah kamu, dan sebentar lagi mantan suami kamu akan datang untuk memberikan kamu pelajaran.
Cessie dengan Aris sampai di kantor, dan langsung masuk kedalam lift menuju ke lantai atas diamana ruangan mereka berada, setelah keluar dari lift Cessie langsung melangkah masuk ke ruangannya bersama dengan Aris.
Setelah mereka duduk Cessie langsung menelpon Lita, untuk datang ke ruangannya.
"Hallo Lit, tolong kamu segerah ke ruangan saya ya".
Tak lama pintu di ketuk dari luar.
Tok tok!!
"Masuk"
Setelah ada perintar masuk dari dalam Lita langsung masuk"siang pak, bu." ujar Lita menyapa kedua bosnya.
"Siang Lita, sini duduk" Ujar Cessie mempersilahkan Lita duduk
__ADS_1
"Lit, tolong kamu siapkan semua berkas tentang kerjasana dengan perusahaan Aljaya, karena perusahaan kita mau batalkan kerja sama,"
Lita yang gak tahu menaun dengan masalah Cessie terkejut,"Loh kok batalin bu, rugi lah kita"
Cessie senyum mendengar perkataan Lita Cessie maklumi karena, Cessie tahu kalau Lita gak mengetahui apa-apa makanya ia kanget dengan pembatalan kerja sama ini.
"Gapapa Lita, kamu lakukan aja."ujar Aris yang dari tadi hanya diam bae.
"Oh baik pak, bu kalau begitu saya parmisi dulu" Lita langsung, keluar dari ruangan Cessie dan sesuai perintah bosnya Lita mempersiapkan demua yang di perlukan
Setelah Lita keluar Cessie dengan Aris mulai membahas tentang hal-hal yang mengenai perusahaan, terlihat jelas Cessie dan Aris memang cocok menjadi seorang pemimpin karena mereja berdua sama-sama cerdas.
*****
Sedangkan di ruang IGD seorang perempuan yang masih mudah terbaring lemah di atas brankar rumah sakit, karena ia mengalami pendarahan yang hebat jadi harus segerah di keluarkan janin yang ada dalam kandungannya, mungkin karena beberapa hari ini perempuan itu selalu jatuh tersungkur di lantai dengan keras apa lagi sebelum ia mengalam pendarahan sudah dua kali jatuh dengan benturan yang keras makanya kandungan mengalami masalah.
Dokter yang baru saja keluar dari ruangan mendapati dua orang anggota polisi yang sedang berdiri di depan pintu. Lantas dokter bertanya apakah ada keluarga pasien ada disini, namun jawaban polisi membuat Dokter binggung.
" parmisi pak maaf , kalau boleh tahu apa ada keluarga pasien disini, karena harus minta persetujuan untuk mengambil tindakan operasi secepatnya kalau gak pasien dalam bahaya." tanya dokter kepada kedua polisi yang menjaga.
"Aduh maaf pak Dokter, gak ada keluarganya,"
Karena dokter juga binggung tiba-tiba dokter ingat kalau pasien itu adalah, pasien yang pernah menjadi salah pasien yang ia tangani pemeriksaan kandung waktu itu, ia datang bersama dengan suaminya jadi bisa hubungi suaminya.
Dokter memanggil suster untuk mencari data pasien karena ia perna datang periksa kandungan jadi ada nomor telpon suaminya.
__ADS_1
Namun pak polisi menjawab perkataan. Pak dokter kalau suaminya sekarang ada di tahanan, jadi mungkin hubungi keluarga yang lain aja. Baru polisi ingat Soal Cessie polisi telpon Cessie nanyain soal keluarga, Nadia Cessie yang mau simpan nomor Sinta langusng telpon Sinta untuk datang kerumah sakit.
"Hallo mbak, maaf ada apa mbak nelpon Sinta".
"Sinta kamu sekarang juga pergi ke rumah sakit, Kasih Bunda karena Nadia Sakit kamu cepat kesana sekarang jug, jangan kuatir saya akan minta ijin sama Manejer kamu."
Sinta yang mendengar itu langsung syok ia gak percaya kalau benaran Nadia di rumah sakit, tapi Sinta tetap pergi, ia langsung pesan gojek dan tak lama gojek datang dan Sinta langsung berlalu pergi.
Sepanjang perjalanan pikiran Sinta kacau, kenapa ini bisa terjadi, dan kenapa bukan Surya atau bu Ayu yang datang tapi mala dia yang di suruh, Sinta gak habis pikir sebenarnya mereka kemana.
"Sebenarnya apa sih yang terjadi, mas Surya dan mama kemana, kenapa bukan mereka yang datang ke rumah sakit, mereka kan tahu Sinta lagi kerja, masih ngusain aja untung mbak Cessie baik jadi ia ijinkan tapi kalau kena bos lain langsung di pecat gak ada ampun.
Biarpun Sintan ngomel terus tapi ia sebenarnya sangat kuatir dengan Nadia sinta teringat untuk menelpon Surya namun sayang sudah berulang kali di telpon tapi nomornya sama sekali gak aktif membuat, Sinta emosi, sudah kondisi darurat begini baru gak bisa di hubungi, sebenarnya mereka keman.
Sinta sampai di rumah sakit langsung turun dan membayar gojek ia menyeret kakinya dan berlari secepat kilat melalui koridor rumah sakit. Ia langsung menuju ke resepsionis untuk bertanya dimana, ruangan pasien yang bernama Nadia setelah tahu, Sinta langsung lari menuju ke ruang IGD tapi ia sempat berhenti melangkah mana kala ia melihat ada seorang dokter lagi bicara dengan dua orang polisi.
Pikiran Sinta berkecamuk, ia kembali melangkah mendekati ketiga pria yang bedah profesi itu.
"Selamat siang Dokter, Pak polisi. Maaf ini ruangan pasien yang bernama Nadia bukan"? Tanya Sinta.
Sontak dokter dan polisi langsung menoleh ke arah Sinta sembari menjawab" Iya benar ini, Kamu keluarga pasien ya."
"Iya dokter, apakah saya bisa ketemu dengan pasien"
"Maaf mbak sementara waktu belum, bisa karena pasien masih kritis. Soalnya tadi pasien mengalami pendarahan yang hebat. Jadi mbak tolong ikut saya.
__ADS_1
Sinta hanya ngekor aja mengikuti dokter dari belakang, tapi dalam pikiriannya mengadung banyak pertanyaan kenapa polisi bisa ada di depan kamar rawat Nadia