Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
118


__ADS_3

Tadinya surya angkuh dan menganggap remeh perkataan bu Intan, bahkan gak segan menghina anak bos besar lagi giliran ia mengetahui semua baru berteriak minta tolong, kamu pikir orang tua siapa yang gak sakit hati mendengar hinaan kamu terhadap anak gadisnya.


Sudah salah bukannya minta maaf, agar orang tua Cessie luluh dan meringankan hukuman mala makin menjadi, mampus kamu kan penyesalanmu sekarang gak ada gunanya lagi.


Surya dengan langkah gontai, menyeret kakinya dengan berat masuk kembali kedalam tahanan.


"Bod**h banget sih kenapa aku harus bicara begitu coba aduh....kalau memang benar Cessie hamil anak saya ini peluang besar untuk kembali sama Cessie, nanti di persidangan kedua, oh ya sidang kedua sebentar lagi, saya harus bisa, menuntut Cessie agar ia kembali sama aku, jangan sampai gagal mana perkataanku menghina sudah di rekam lagi sama bu Intan sial banget deh."


"Hummm gapapa Nadia keguguran karena nanti aku punya anak dari Cessie, bahagia banget, semoga setelah aku keluar dari sini bisa bersatu dan berkumpul kembali dengan Cessie dan anakku. Maafin papa ya nak papa gak bermaksud begitu. Papa sayang kok sama kamu".


Surya anda pede sekali, sudah dari awal Cessie memilih untuk meninggalkan kamu, karena memang Cessie gak mau anaknya memiliki seorang ayah penghianat seperti kamu.


Tiba-tiba Surya punya ide untuk minjam telpon sama polisi, Surya yakin kalau telpon pakai nomor baru pasti Cessie penasaran dan langsung di angkat, Surya langsung senyum karena sudah mendapatkan ide namun ia berpikir sebentar lagi aja soalnya, ia baru ketemu dengan dua orang hari ini takutnya polisi gak injinkan.


Surnya membaringkan tubuhnya di atas kasur kecil bersama dengan temannya, padahal di tahanan gak ngapa-ngapain tapi rasanya capek banget. Tak lama kemudia Surya tertidur mungkin karena sudah banyak yang dipikirkan makanya ngantuk juga lelah otaknya hahaha.


*****


Sedangkan pak Arya dan bu Intan dalam perjalanan, menuju ke kantor" pah, mama heran deh, kenapa Cessie bisa nikah dengan laki-laki semacam Surya ya, kok kelakukannya seperti itu. Apa gak di didik ya sama orang tuanya, sama parsis kelakukannya kayak mamanya, papa gak lihat waktu mereka datang ke rumah seperti apa kelakukan ibunya bobrok banget."


"Mah, sudah lah gak usa mikirin itu yang harus kita pikirkan adalah bagaimana kita bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak kita mah, papa pengen Aris cepat nikah, kalau Cessie nanti dulu tunggu selesai semua urusan"


"Iya pah maaf mama terbawah emosi, pah merasa gak sih kalau nak Julio sepertinya suka deh sama putry kita pah, dari perlakuannya, perhatiannya ke putry kita kayak pasangan kekasih"


"Perasaan mama aja, bisa jadi Julio sudah punya pasangan dia laki-laki baik dan bertanggung jawab, menurut papa wajar sih karena memang dari dulu mereka teman mah."


"Iya mama tahu itu pah, tapi berapa hari yang lalu, mama gak sengaja melihat chat masuk dari Julio pah, dan kelihatan memang dia suka sama Cessie, tapi kalau memang benar pah kali ini mama benar-benar setujuh, tapi gak tahu sih orang tuannya Julio mau gak kalau tahu putry kita seorang janda. Mama takut Julio mau tapi orang tuanya mala gak setuju."

__ADS_1


"Mama tenang aja dulu kan belum apa-apa juga. Lagian orang tuannya Julio kan sudah kenal kita mah hanya saja karena Julio sekolah keluar negeri dan kita juga pindah rumah makanya kita gak pernah ketemu lagi."


Karena keasyikan ngobrol tak terasa mobil sudah berbelok masuk ke loby perusahasan, langsung di sambut baik oleh para karyawan yang ada di sana.


Bu Intan dan pak Arya langsung masuk kedalam lift dan menuju ke lantai atas tak lama.


Ting tong!!


Mereka keluar dari lift dan melangkah ke ruangan pak Arya yang sekarang sudah jadi ruangan Cessie, biapun pak Arya adalah ayahnya Cessie pemilik perusahasan tapi tetap menghargai anaknya, mau masuk ruangan harus ketuk pintu dulu.


Tok tok!!


"Masuk"


Krekkkk krekkkk!!


"Hahah maaf nak ibu dengan ayah segaja, lagian kalian gak dirumah sih jadi ayah dan ibu kesepian, malam kamu tidur dimana nak? Nanti kembali ke rumah kamu?"


"Iya bu rencana, memang ada apa bu."


"Yaudah kalau begitu ibu dan ayah juga ikut nginap disana dari pada kesepian."


"Ha benar bu, yah mau nginap di tempat Cessie?" tanya Cessie dengan mata berbinar


"Iya sayang ibu dengan ayah mau nginap di tempat kamu, selama inikan kami gak perna kesana jadi sekarang ibu mau nginap disana sama ayah. Gak keberatan kamu kan nak"?


"Ya ampun bu, Cessie mala senang ibu dan ayah mau nginap disana memang sih rumah Cessie gak segedeh rumah ayah, ibu. Haahha"

__ADS_1


Hubungan antara orang tua dan anak selalu harmonis, bahkan bukan hanya sebatas anak tapi sudah seperti teman yang saling berbagi cerita. Apalagi sifat bu Intan masih seperti sifat anak mudah, biarpun umur sudah tua jika bergabung dengan anak muda ya berlaku sebagai anak muda dan jika bersama seumurannya ya berlaku seperti orang tua.


Sehingga banyak orang yang suka dengan bu Intan karena bu Intan adalah seorang ibu yang teladan dan baik patuh di contah, karena kebaikan bu Intan juga sekarang nurun ke anaknya.


"Sayang mana kak kamu, masih sibuk ya? Tanya bu Intan.


"Iya bu, kak Aris kayaknya sibuk banget deh. Soalnya tadi Cessie baru dari ruangan kak Aris banyak kali berkas yang numpuk di mejanya membuat Cessie ngakak" ujar Cessie membuat pak Arya dan bu Intan terkekeh.


"Kamu jangan suka ngerjain kak kamu sayang kasian dia tuh"


Drrtttttt drttttttttt!!


"Hallo kak, kak gak ada pasien kok nelpon" tanya Cessie.


"Hahaha mau ada atau gak adanya aku selalu punya waktu untukmu, uda makan belum ingat banyak makan ada baby di dalam perutmu." jawaban dokter Julio berhasil membuat pipi Cessie merah merona.


"Hahaha iya ya kak, makasih ya kak sudaj baik dan perhatian sama aku. Memang kak lagi ngapain? Ada di rumaj Sakit kah"


"Iya nich ada di rumah sakit, coba buka wa aku ada kirim foto disitu apa kamu kenal nama itu?"


"Oh ok kak bentar aku buka dulu, tapi jangan matikan" karena Cessie penasaran, Cessie langsung membukan seketika mulutnya langsung terbuka lebar sangking kangetnya melihay ucapan turut berduka cita untuk Nadia.


"Ya Allah, memangnya pasien itu sudah meninggal kak? " tanya Cessie


" Gak Cess tapi entah siapa yang kirim ini keterlaluan juga bukannya ini adalah madu kamu ya Cess? Dia mengalami depresi ringan tapi sekarang sudah membaik"


Ternyata dokter Julio juga foto karangan bunga itu karena dokter Julio sudah tahu kalau Surya Suaminya Cessie dan Nadia madunya.

__ADS_1


__ADS_2