Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
308


__ADS_3

Kadang Aris Lucu pas ada sekretaris Lita dia justru marah-marah sampai mengeluarkan kata kasar tidak bisa menjaga perasaan orang giliran orangnya pergi baru ngamuk.


Aris sudah pusing dan ketakutan di hotel saat ini sekretaris Lita justru sudah masuk kedalam pesawat dan sebentar lagi pesawat sudah boarding pas. Mala memarahi pengawai hotel ya jelas pengawai hotel gak terimah dong jadi kembali menyerangnya.


"Dasar kalian ya kerja gak becus masa teman saya pulang kalian tidak beritahu saya bagaimana sih, saya akan tuntut kalian kalau terjadi apa-apa dengan sekretaris saya.."


"He...mas seharusnya mas itu yang sadar kalau memang mbak Lita itu teman mas kenapa mas tidak tahu kalau mbak Lita pergi jangan asal bicara mas, untuk menuntut pihak hotel karena mbak Lita sudah keluar dari hotel ini dengan kondisi baik dan sehat itu artinya jika nanti terjadi sesuatu dengan mbak Lita diluaran sana itu bukan tanggung jawab pihak hotel lagi jadi apa yang mau mas tutut."


"Mas tidak takut nanti mas yang balik di tutut karena dari tadi malam mas membuat kekacauan disini sampai sekarang atau mas mau saya panggilkan satpam untuk mengusir mas dari sini. Heran katanya teman tapi gak tahu temannya check out, ada nomor hpnya kan mas ya sudah hubungi saja tapi jangan marah disini"


Seketika mental Aris ciut karena masalah sama sekretaris Lita dan proyek saja belum selesai jangan sampai menambah masalah lagi.


Tapi bagaimana caranya Aris pergi ke proyek sedangkan pak Bambang tidak mau Aris yang menangani proyek itu jadi saat ini Aris sudah kayak orang ling-lung di hotel.


Aris kembali masuk kedalam kamarnya dan membanting pintu dengan kasar membuat sebagian penghuni kanget karena pintu menimbulkan bunyi yang kuat.


Bunkkkkk...!


"Argh...kurang ajar kamu sekretaris Lita berani-beraninya kamu memperlakukan saya seperti ini nikin malu saya, lihat saja nanti saya akan menyuruh ayah memecat kamu kalau nanti aku sudah berhasil menangani proyek ini dan pulang nanti ke ibu kota, baguslah kamu pergi tapi untung kamu sudah berhasil memenangkan proyek ini jadi saya yang menanginanya keuntung saya juga yang dapat bodoh sih kamu sekretaris Lita"

__ADS_1


"Sekarang aku harus cepat datang ke lokasih proyek sebelum pak Bambang datang karena tadi malam saya tidak datang jadi saya harus ambil hati pak Bambang semoga lak Bambang tidak marah."


Tanpa pikir panjang lagi Aris dengan emosi langsung keluar dari kamar hotel dan menuju ke loby utama untuk pergi ke lokasih proyek. Kali ini Aris pake mobil dari hotel karena kalau pakek taksi akan ribet.


Saat Aris sampai di depan hotel ternyata mobil sudah menunggu di depan hotel jadi Aris langsung masuk kedalam mobil dan berlalu pergi.


Aris juga dari tadi berusaha masih menghubungi sekretaris Lita Aris masih berharap kalau sekretaris Lita sengaja pulang padahal masih ada dan mungkin sudah berangkat ke lokasih proyek tadi.


Sudah sekian kali Aris telpon sekretaris Lita terus tapi sayangnya nomor sekretaris Lita justru tidak aktif membuat Aris frustatsi, padahal waktu masih di hotel bukannya Aris sudah bilang gak peduli lagi dengan sekretaris Lita bahkan Aris mengatakan jika dia senang karena nanti uang kompesasi dari tender proyek itu bisa masuk ke nomor rekeningnya.


Kenapa sekarang Aris masih uring-uringan, lucu juga lihat tingakah Aris.


"Kalau benaran sekretaris Lita resign bagaimana ya apakah aku akan kenah marah dari ayah"


Sedangkan didalam pesawat sekretaris Lita tersenyum kemenangan karena sudah pulang ke tanah air tanpa pengetahuan pak Galu, rencana sekretaris Lita buat kejutan untuk pak Galu walaupun sekretaris Lita tidak beli ole-ole untuk pak Galu karena mendadak pulang.


" Apa reaksi mas Galu ya tahu aku sudah pulang apakah mas Galu marah karena aku tidak lanjut menangani proyek itu dan aku juga akan resign. Tapi tidak masalah kalau mas Galu marah karena aku resign berarti mas Galu juga tidak bisa menjaga perasaanku."


"Siapa yang tidak sakit hati dikatain kasar seperti itu...lebih baik aku cari kerja biarpun gaji kecil tapi kinerja aku di akui dan aku tidak direndahkan seperti ini aku juga punya perasaan, aku tidak mau direndahkan dan di katain tidak berguna padahal selama ini aku sudah berusaha semaksimal mungkin."

__ADS_1


"Lebih baik setelah aku sampai aku langsung ke kantor saja sekalian aku berikan surat resignnya karena aku sudah siapkan tadi malam, aku tidak mau menunggu sampai besok"


Hampir satu jam lebih seorang gadis cantik dengan angun keluar dari pesawat dan melangkah masuk kedalam bandara karena mobil sudah menunggu didepan loby untuk mengantarnya keperusahaan, sesuai dengan perkataan sekretaris Lita ia langsung berangkat ke kantor saja sekalian berikan surat resign ke pak Arya.


"Neng alamatnya sesuai dengan di aplikasih ya"?


" Iya pak alamat itu benar"


Pak sopir mengantarkan sekretaris Lita ke perusahaan.


Kalau sekretaris Lita yang sudah sampai di tanah air dengan selamat, bedah dengan Aris yang sudah tiba di lokasih proyek tapi pak Bambang justru sudah ada di sana dengan wajah yang tidak bersahabat membuat Aris langsung ciut saat pak Bambang menatapnya dengan tatap tajam.


Tapi Aris gak mungkin kabur mau gak mau Aris terpaksa menghampiri pak Bambang dengan senyum manisnya Aris berharap pak Bambang tidak marah dengannya.


" Selamat pagi pak maaf saya terlambat karena tadi ada ma...." belum selesai Aris melanjutkan perkataannya langsung dipotong oleh pak Bambang.


" Pak Aris saya paling benci kerja sama dengan rekan bisnis yang tidak komitmet dan suka telat datang kerja, tadi malam pak Aris sudah tidak datang dan hanya bu Lita terus kenapa sekarang hanya pak Aris yang datang tapi bu Lita tidak datang bersama pak Aris?...mana bu Lita saya mau bicara dengan bu Lita karena ada hal penting yang mau saya sampaikan kepada bu Lita."


Aris Langsung pucat pasih setelah mendengar perkatan pak Bambang, Aris tidak tahu harus menjawab apa. Buat alasan apalagi agar pak Bambang tidak curiga kalau sekretaris Lita sudah pulang ke ibu kota.

__ADS_1


" Pak Aris saya tahu apa yang anda pikirkan sebenarnya saya kecewa karena anda tidak profesional dalam kerja, kalau anda profesional seharusnya tadi malam anda hadir di pertemuan penting itu bukan membiarkan sekretaris Lita datang sendiri dan sekarang giliran anda yang datang sedangkan bu Lita gak ada kemana bu Lita"?


Sebenarnya tanpa pengetahuan Aris sekretaris Lita sudah telpon pak Bambang untuk meminta mundur diri dari memengang proyek itu biarpun sudah didesak oleh pak Bambang untuk meminta sekretaris Lita jujur dengan apa yang terjadi namun sekretaris Lita tidak mau, tapi pak Bambang sudah tahu apa permasalahannya


__ADS_2