Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
266


__ADS_3

Setelah selesai di mintai keterangan Nadia di bawah ke klinik untuk mengeluarkan tima panas yang ada didalam kakinya setelah selesai Nadia di bawah ke dalam sel dan di tahan.


Saat ini Nadia masih meringkuk di dalam sel tahanan sedangkan setelah polisi selesai memeriksan Nadia dan masukan kedalan tahanan, pak polisi langsung menghubungi pak Arya dan melaporkan kalau tersangka kasus korupsi atas nama Nadia sudah di tangkap barusan dan juga sudah selesai di ambil keterangan jadi sekarang sudah di tahan.


Sementara saat ini pak Arya dan bu Intan yang lagi duduk santai di ruang tengah tiba-tiba menerima telpon dari kantor polisi.


"Hallo.. Siapa ini"? Tanya pak Arya setelah mengangkat telpon.


"Hallo..pak maaf menganggu kami dari pihak kepolisian pak melaporkan bawah tersangka atas nama Nadia sudah kami tangkap pak, dan saat ini sudah kami tahan di kantor polisi jadi pak tolong segerah datang untuk melengkapi semua barang bukti dan surat-surat yang lain untuk di naikan sidang" ujar pak polisi


"Oh baik pak kalau begitu besok saya akan segerah kesana untuk melengkapi semua kekurangan dalam berkas pak saya juga ingin bertemu dengan tersangka, terimah kasih banyak pak atas informasinya" ujar pak Arya


"Baik pak sama-sama. Kami menunggu kedatangan bapak" ujar pak polisi


Pak Arya mengakhiri panggilan telponnya dengan pak polisi dan menghela napasnya panjang. Melihat suaminya seperti itu bu Intan binggung entah apa yang dipikirkan suaminya dan juga bu Intan penasaran dengan siapa yang menelpon tadi akhirnya bu Intan bertanya.


"Pak telpon dari siapa tadi, sepertinya setelah papa angkat telpon kelihatan gelisa banget ada apa"?

__ADS_1


"Tadi ada telpon dari kantor polisi bu, mereka mengabari kalau selingkuhan surya sudah di tangkap polisi di kontrakan di pinggir kota bu. Jadi mereka meminta papa untuk datang kesana besok agar melengkapi semua bukti dan berkasnya supaya langsung naik sidang." jelas pak Arya.


"Ya bagus dong pah biar kita tidak memikirkan masalah itu lagi karena semua sudah beres, dari pada dia masih berkeliaran diluar sana nanti nyawah putry kita juga dalam bahaya. Lagian itu hasil dari perbuatannya sendiri dia sudah menghancurkan rumah tanggah anak kita dan dia juga sudah mengelapkan dana perusahaan jadi itu sih pantas untuknya menurut ibu "


"Iya sih ibu benar juga memang harus berikan pelajaran agar kedepannya tidak terjadi lagi dan semoga saat dia keluar dari penjara dia tidak mengulanginya lagi kesalahannya."


Nadia yang didalam sel tidak ada henti-hentinya menangis kalau di bilang Nadia menyesal juga belum tahu karena ini masih permulaan. Jangan sampai kedepannya bukannya justru menyesal dan bertobat tapi mala semakin memiliki dendam dan kebencian terhadap Cessie.


Nadia menanggis sampai cape akhirnya dia ketiduran tapi air matanya masih terus mengalir kasihan juga kamu Nadia seandainya kamu tidak salah lahngkah mungkin saat ini kamu sudah bahagia karena kumpul bersama dengan keluarga kamu yang sangat mereka sayangin.


Namun sekarang apa boleh buat semua sudah terlanjur jadi tidak perlu sesali Nadia kamu harus tetap optimis untuk menjalaninya dan kamu harus bertobat saat kamu keluar dari penjara pastikan kalau kamu tidak mau menyimpan dendam kepada siapapun termasuk Cessie dan yang lain.


Bedah hal dengan Nadia yang sudah meringkuk du jeruji besi, pak Yanto dan bu Sari dalam perjalanan ke tempat yang sudah di sepakati namun sepanjang jalan bu Sari tidak berhenti menangis. Disatu sisi bu Sari memang marah dan kecewa sekali dengan Nadia tapi disisi lain bu Sari yang sudah melahirkan dan membesarkan Nadia merasakan sesak didada karena tidak tahan merasa kasian didalam hati bu sari.


Beginilah hati seorang ibu sudah berkali-kali dikecewakan oleh anak sendiri tapi masih ada rasa kasih sayang didalam hatinya.


Pak Yanto yang melihat bu Sari tidak berhenti menangis menepihkan mobilnya untuk menenangkan bu Sari karena pak Yanto juga kasian melihat bu Sari sangat terpukul dengan kelakuan anaknya.

__ADS_1


"Bu sudahlah jangan menangis lagi papa takut ibu sakit lagi, ibu jangan membuat papa jadi pikiran bu..bukannya kita tidak sayang sama Nadia hati papa juga sebenarnya hancur memperlakukan anak kandung sendiri seperti itu, bukan dalam arti kita tidak menyayanginya bu tapi kita harus biarkan dia untuk belajar dewasa siapa tahu dengan apa yang sudah kita lakukan terhadapnya dan dengan dia masuk penjara dia dapat hidayah bu. Dan pada saat keluar dari penjara sudah beruba disitu baru kita membawah kembali ke rumah ibu tenang saja ya jangan menangis lagi."


"Pah maafin ibu..ini semua salah ibu karena dulu ibu tidak mau mendengarkan perkataan papa setelah Ady meninggal jadi ibu selalu manjain Nadia walaupun papa sudah sering menasehati...hiksss.hiksss ini salah ibu pah...aku ibu yang sangat buruk tidak bisa mendidik dia dengan baik sehingga dia sudah salah jalan"


Pak Yanto langsung merangkul bu Sari kedalam pelukannya dan mereka menangis bersama didalam mobil, sebenarnya hati pak Yanto juga sangat sakit tapi pak Yanto masih kuat menahan tangisnya itu tapi saat ini sudah tidak tertahankan lagi.


"Bu jangan salahkan diri ibu ini semua juga salah papa yang tidak tegas coba waktu itu papa lebih tegas lagi mungkin semua ini tidak akan terjadi, sekarang kita biarkan saja nanti kita cari tahu dia di lapas mana agar kita pergi jenguk"


Pak Yanto menenangkan hati bu Sari, setelah hampir lima belas menit bu Sari tenang akhirnya pak Yanto kembali menjalankan mobilnya dan mereka pergi ke perumahan yang sudah mereka incar.


"Pah kira-kira Nadia sudah pulang belum ya kenapa tadi dia pucat dan kurus kali pah apa dia lagi sakit pah, penampilannya juga berantakan sekali"


"Gak tahu juga bu tapi papa perhatikan memang dia sangat kurus dan pucat semoga dia tidak sakit ya bu, tapi hanya perasaan kita saja papa berharap dengan kejadian ini dia beruba saat dalam penjara agar setalah dia keluar dia datang minta maaf dengan anak dan suaminya begitu juga dengan anaknya pak Arya".


"Iya pah ibu juga sangat berharap begitu sebenarnya tadi ibu sangat merindukannya ingin memeluknya tapi hati ibu menolak, biar berikan dia pelajaran karena kalau kita langsung maafkan dia ibu takut dia akan terus melakukan kejahatan dan dia tidak akan berubah, makanya ibu tidak mau berikan dia cela karena anak itu memang agak keras kepala."


"Iya bu lagian dia keluar penjara juga tidak ada laki-laki yang mau lagi dengannya karena dia sudah tidak punya rahim jadi biar saja dia menjaga kita di masa tua itupun kalau dia benar-benar beruba takutnya justru dia mala makin menjadi-jadi."

__ADS_1


Bu Sari dan pak Yanto sepanjang jalan hanya membahas tentang Nadia semoga jadilah seperti harapan mereka.


__ADS_2