Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
149 Nasihat pak Tua


__ADS_3

"Sebenarnya mereka itu penghuni hutan itu, yang hanya mau mengalihkan perhatian kamu aja dan kalau mereka berhasil membuat sih neng terkecok, itu bahaya hampir sedikt neng gak bisa keluar dari hutan itu, untung neng gak mau ambil pusing dengan teriakan dan minta tolong mereka kalau gak saya yakin neng gak akan lolos dari mereka"


"Jangankan mau nolongin mereka pak, sekedar membuka mata untuk melihat kekana kiri aja sudah ketakutan apa lagi bagun berdiri untuk melangkah pergi"


Nadia cerita semua yang dia alami di hutan dan Setiap kejadian di malam mencekam itu, gak ada yang tersisah dan tersembunyi dari Nadia, Nadia juga sangat bersyukur bisa keluar dari hutan itu dengan keadaan selamat walaupun Nadia benar-benar trauma dengan kejadian yang menimpahnya, tapi sekarang ia harus kuat dan bersabar sampai kondisinya membaik.


"Itu yang saya bilang tadi neng Allah masih melindungi kamu makanya kamu bisa keluar dari hutan itu dengan keadaan selamat, dan satu lagi yang harus kamu ingat neng, tadi kamu cerita kalau kamu mimpih waktu dihutan kamu ketemu dengan kedua orang tua kamu, tapi mereka sama sekali gak peduli sama kamu dan gak sekalipun mereka mau menolong kamu, bukankah seperti itu kamu bilang neng"? Tanya pak tua itu memastikan kembali perkataan Nadia tadi sebelum ia melanjutkan omongannya.


"Iya pak, saya memang mimpi seperti itu, makanya saya sempat berpikir kenapa orang tua saya begitu tegah, meninggalkan saya dalam kondisi prihatin jangankan menolong untuk menunjukan wajah kasian aja mereka sama sekali gak kelihata sedih, mala ibu bilang sama saya kalau saya yang siap menanggung semua perbuatan yang sudah saya perbuat"


"Maaf neng bukannya saya sok tahu atau saya mau ikut campur urusan kamu neng , tapi saya juga adalah orang tua yang sudah mengertia banyaknya tentang hal seperti itu, sepertinya neng, sudah melakukan kesalahan yang fatal terhadap orang lain dan berimbas kepada keluarga kamu neng, itu yang membuat orang tua neng marah dan menganggap neng sudah gak ada, jadi saya harap secepatnya neng pulang kerumah dan cepat minta maaf sebelum terlambat." ujar pak tua itu membuat Nadia tercengang, bahkan gak percaya dengan perkatan pak tua itu. Dan Nadia segerah membantah perkataan pak tua itu


"Maaf pak, tapi sepertinya saya belum pernah melakukan kesalahan terhadap orang lain apa lagi keluarga saya, pak jadi mana mungkin mereka marah dan membenci sama saya sedangkan saya aja gak tahu perbuatan apa yang sudah perna saya perbuat. Mungkin karena saya sangat merinduhkan mereka makanya saya mimpih demikian, tapi kalau soal orang tua membenci saya atas dasar apa? Saya juga gak ngerti, tapi biarlah nanto saya akan pulang temui mereka nantinya."

__ADS_1


"Neng...saya mau tanya, neng tahu gak siapa yang membawah neng dan sampai membuang neng kehutan karrna kenapa gak mungkin tanpa sebab orang itu tegah melakukan hal sekeji itu, sejahat apapun manusia pasti masih memiliki hati, tapi saya rasa perbuatan mereka sudah kelewatan batas, jadi gak mungkin mereka menjahati neng kalau neng gak perna melakukan kesalahan" tanya pak tua itu.


"Maaf pak saya gak ingat apa-apa hanya saja sebelum saya pingsan saya dengar suara pria yang mengatakan kalau saya yang sudah membuat bosnya hancur, setelah itu saya gak tahu lagi apa yang terjadi, dan pas saya sadar ternyata sudah di hutan"ujar Nadia yang gak jujur tentang apa yang terjadi sama dirinya sebelum dia di buang.


"Hummm gak mungkinkan aku beritahu orang tua ini kalau sebelum itu aku harus melayani hasrat ketiga laki-laki bejat itu, nanti mala aku lagi yang disalahin." gumam Nadia dalam hati


"Nak ada beberapa sifat orang yang berbeda-bedah, salah satunya adalah lebih berpihak kepada keegoisan, ada orang-orang yang lebih mementingkan egoisnya dari pada mengakui kesalahannya, dan ada juga yang tahu kesalahan dan juga langsung menyadari terus minta maaf."


"Yaitu kamu, berbuat kesalahan yang fatal tapi gak hanya gak mau mengakui kesalahan dan minta maaf tapi lebih mementingkan keegoisan, itu yang tertanam didalam diri kamu neng, maaf kalau saya lancang tapi anggap saja saya orang tua yang menasihati kamu."


"Kalau kamu mau semua orang kembali berteman sama kamu seperti dulu lagi datanglah dan kembali kepada Allah, karena Allah pasti akan mengampuni semua dosa kamu neng, tapi kalau kamu terus mempertahankan keegoisan kamu, percayalah kamu akan menyesal seumur hidup setelah semua orang-orang yang kamu sayangi pergi meninggalkan kamu, namun semuanya sudah terlambat".


Nadiq hanya diam dan mencerna setiap ucapan pak tua itu, karena Nadia merasa tertampat dengan setiap kata yang di ucapaknya, namun masih tetap sama Nadia masih pengang teguh pada pendiriannya bawah dia gak pernah salah dalam hal apapun jadi orang yang sudah memperlakukan dia dengan buruk ia akan membalas semuanya.

__ADS_1


Oh ya, neng kamu bilang kalau kamu kenal orang itu kenapa kamu gak lapor polisi aja biar polisi mengusut mereka dan masuk penjara, karena kejadian yang kamu alami ini termasuk kriminal juga, kalau seandainya kamu gak selama dan amit-amit lah kalau kamu mati di hutan siapa yang tanggung jawab, kalau kamu mau, saya bersedia mengantar kamu ke kantor polisi untul buat laporan."


Perkataan pak tua sontak membuat Nadia gelagapan gimana tidak, dia kabur dari rumah sakit dengan kondisi belum sehat karena menghindara masuk penjara, ini pak tua mala nawarin diri antar Nadiq ke kantor polisi, bukankah itu artinya bukan buat laporan lagi tapi menyerahkan diri untuk di sel gimana Nadiq gak panik coba hahaha...pak tua kocak juga.


"Gak..gak usa pak nanti aja saya yang datang sendiri untuk melaporkan kasus ini, kalau sekarang jangan dulu soslnya perut saya sakit sekali pak jadi saya pengen istirahat"


" Memangnya perut kamu kenapa neng kok dari tadi saya lihat kamu pengang perut terus apa yang sakit, apa mau saya bawah kamu ke rumah sakit terdekat"?


Hahaha kacau semua gara-gara tua tadi di tawarin antar ke kantor polisi, makanya Nadia alasan sakit perut jadi mau istirahat, karena memang sakit perutnya tapi bukan dalam arti Nadia mau ke rumah sakit, ini pak tua mala tawari antar ke rumah sakit.


"Gak usa pak ada obat kok nanti saya minum" jawab Nadia


"Ok baiklah neng tapi hanya satu yang saya pesan untuk neng, apapun kejahatan yang sudah neng lakukan lebih baik hentikanlah semuanya dan dekatkanlah dirimu pada Tuhan jangan sampai terlambat."

__ADS_1


__ADS_2