
Sesampainya di restoran Cessie turun dari mobil di gandeng oleh dokter Julio, mereka masuk kedalam restoran dan ternyata Faya sudah duluan sampai disana Faya sudah duduk di tempat duduk tapi diluar jadi Cessie meminta Faya untuk masuk kedalam ruang vip.
Saat Faya melihat Cessie dan dokter Julio Faya memasang senyum dan sambil melampaikan tanggannya ke kedua orang itu. Cessie yang melihat Faya langsung tersenyum dan menghampir sahabatnya itu mereka berdua lalu berpelukan.
"Fay ngapain lo duduk disini yuk kita masuk kedalam saja disini rame banget jadi tidak leluasa kita bercerita, gua juga mau yang nyaman duduknya lo gak maukan nanti ponakan lo tidak nyaman hahaahah, gua susah Fay kalau duduk begitu gua pengen duduk sambil nyandar gitu di sandaram sofa"
"Iya bawel gua sengaja duduk disini karena nungguin kalian berdua yuk kita kedalam" ajak Faya
Akhirnya mereka bertiga masuk kedalam ruangan vip dan manajer Andre datang untuk menjamu bosnya makanan dan minuman. Manajer Andre harus tahu menu apa yang akan di sukai oleh bosnya.
Selamat datang bos ada yang bos inginkan ada menu baru jika bos berkenan boleh di cobak"
"Boleh manajer Andre kalau begitu"
Mereka bertiga pesan apa yang mereka inginkan setelah itu manajer Andre berlu pergi.
Tinggallah mereka bertiga didalam ruangan itu. Karena Cessie merasa kepanasan padahal kedua orang itu sudah kedinginam karena ac nya.
"Fay kamu apa kabar? sudah lama kita tidak ketemu lagian kamu jarang sih main ke rumah calon suami kamu makanya kita tidak perna ketemu, kalian berdua sibuk kali. Sekali-sekali lah kalian berdua keluar untuk sekedar makan malam habiskan waktu bersama untuk kalian berdua, jangan sibuk terus dengan pekerjaan nanti itu bisa menggangu loh hubungan seseorang rengang karena tidak ada kabar tidak juga ketemu. Saran saya sih apapun kesibukan kalian usahakan ketemuan apalagi sebentar lagi kalian sudah menikahi banyak yang mau kalian berdua bicarakan dan rencanakan kedepan"
"Iya sih mas tapi mau bagaimana lagi saat ini mas Aris juga tidak disini mas Aris ada diluar kota, dan memang benar kami jarang ketemu kasih kabar juga sangat jarang sekali karena mas Aris selalu sibuk katanya, padahal ada yang ingin aku sampaikan juga tidak ada waktu."
__ADS_1
"Ya hanya saran saja tapi jangan simpan dalam hati jika saran saya kelewatan batas. Saya hanya tidak mau hubungan kalian berdua berantakan karena kurang komunikasih."
"Iya Fay yang dibilang mas Julio benar nanti kalau kakak Aris pulang kalian harus ketemu agar bisa bicarakan apa yang ingin kalian bicarakan."
"Oh, ya. Ada yang mau lo ceritakan ke gua? apa itu gua penasaran banget ceritakan dong pengalaman lo di kampung sangat menyenangkan pastinya, apalagi lo baru pulang ketemu dengan keluarga dari ibu lo Fay walaupun bukan kandung sih"
Faya yang mendengar perkataan Cessie langsung tersenyum kecut.
"Haaha pengalaman yang paling buruk gua dapatkan disana Cess bukan pengalaman baik, kalau hari itu gua gak kabur kemungkinan besar hari ini gua gak ada disini bertemu dengan lo, karena bisa jadi gua sudah menikah dengan pria yang gua gak cintai dan sama sekali gak gua kenal."
Cessie melihat mata Faya berkaca-kaca membuatnya tidak enak
"Jadi ternyata gua disuruh kesana karena paman gua tidak menyukai mas Aris jadi dia sudah siapkan calon suami untuk gua Cess, paman gua ingin menjodohkan gua dengan kakek-kakek itu karena paman gua sudah punya hutang miliyaran dengan kakek itu jadi sebagai imbalannya gua di tumbalin oleh paman gua. Sebenarnya kalau di bilang kakek sih gak juga tapi ya gitu umurnya saja sudah empat puluh".
Cessie yang mendengar penuturan Faya tercengang sampai menutup mulutnya gak percaya sahabatnya mengalami hal sesulit itu.
"Ya Tuhan serius lo Fay...lo gak bercanda kan, kok bisa sih? kenapa paman lo setega itu sama lo Fay...gak punya hati sama sekali ya ampun, terus bagaimana caranya lo bisa pulang sampai disini Fay. Maafkan gua ya Fay gua benar-benar gak tahu apa yang lo alami."
Cessie yang melihat sahabatnya sedih langsung berajak dari duduknya dan memeluk sahabatnya itu. "Sekarang lo tidak perlu sedih ok lo harus bersyukur karena Allah masih melindungi lo Fay sehingga lo sampai disini dengan keadaan selamat dan tidak kurang suatu apapun, lo tenangkan diri dulu baru cerita.
"Ya Tuhan kenapa engkau melimpahkan beban seberat ini kepada sahabatku dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi, dia sendiri yang engkau biarkan hidup di muka bumi ini tanpa sanak suadara. Jadikan kakak Aris menjadi suami yang baik nanti buat dia jangan sakiti dia ya Tuhan" gumam Cessie dalam hati tidak sadar bulir bening lolos begitu saja membasahi pipih mulus Cessie.
__ADS_1
Cessie menyekah air matanya jangan sampai Faya tahu kalau dia menangis pikirnya. Padahal tanpa Cessie sadari Faya tahu kalau saat ini Cessie menangis.
Faya memeluk Cessie dengan erat mereka berdua seperti tidak ingin melepaskan satu sama lain.
"Cessie makasih ya lo sudah gua anggap adik gua walaupun umur kita tidak bedah jauh hanya satu tahu bedahnya...tapi lo yang terbaik buat gua Cess gua bersyukur bisa mengenalmu hikssss....hiksss..disaat gua putus asa lo yang selalu ada buat gua makasih ya."
Cessie dan Faya menenangkan diri setelah itu baru la Faya menceritakan semua dari awal sampai akhirnya Faya menjebak sepupunya di hotel dan dia lari membawah uang satu miliyar dari laki-laki itu dan saat dia sampai disini baru dapat kabar dari sepupunya kalau pamannya sudah meninggalkan penyakit jantung.
Tidak ada yang tersisah Faya ceritakan semuanya karena itulah Faya tidak mau menghubungi Cessie dan Aris untuk menjemputnya karena Faya ingin menenangkan pikiran dulu.
Jadi begitulah ceritanya Cess mas Julio, kalau waktu itu gua gak mikirin ide itu mungkin gua sudah nikah disana dengan kakek-kakek itu. Ya kalau bukan kakek-kakek apalagi umurnya saja sudah empat puluh kayak anak dan bapak.
Memang sih gua merasa berdosa karena gara-gara gua gak mau nikah sama laki-laki itu dan menjebak anaknya membuat paman meninggal dunia, hanya saja itu adalah karma dari perbuatannya dia sendiri yang mencipkatan masalah itu, mereka yang berhutang kenapa gua yang bayar sedangkan selama ini setiap bulan gua kirim uang lo kepaman gua tapi bisa-bisanya mereka tega menjual gua demi uang."
"Ha...lo ngirim uang? Untuk apa Fay? Bukankah selama ini paman lo juga kerja kok tega banget sih mereka"?
"Gua kirim karena ada maksudnya Cess selama orang tua gua meninggal mereka yang merawat gua walaupun gua di jadaiin pembanti di rumah paman tapi sengaknya mereka masih mau menampung gua disitu makanya gua pengen balas budih tapi justru lama-lama jadi kebiasaan."
"Kejam sekali ya paman kamu Fay...tapi baguslah paman kamu sudah meninggal jadi tidak ada yang mau morotin kamu lagi yang penting sekarsng kamu sudah pulang jadi siapkanlah diri kamu untuk acara pernikahan kalian" ujar dokter Julio
"Iya mas itu yang aku pikirkan saat ini tunggu saja mas Aris pulang dulu."
__ADS_1