Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
321


__ADS_3

Dokter Julio, saat ini sudah ada diruang operasi bersama dengan dokter Andika, tapi perasaan dokter Julio tidak menentu seperti sesuatu menganggu pikiran dokter Julio ditambah dengan perasaan gelisa, seharusnya dokter Julio lebih fokus ke operasi karena ini menyangkut nyawa seseorang.


"Ya Tuhan kenapa tiba-tiba perasaanku tidak enak begini apakah ada sesuatu terjadi dengan Cessie kenapa pikiranku dari tadi tertuju kepadanya, atau karena tadi aku wa tapi gak dibalas makanya perasaanku tidak enak begini. Lebih baik aku fokus dulu melakukan operasi karena kalau terjadi sesuatu sama pasien bukan hanya saya yang di tuntut tapi rumah sakit ini."


Dokter Julio kembali fokus melakukan operasi..hampir satu jam lebih akhirnya selesai juga dengan keringat bercucuran membasahi baju dan wajahnya walaupun sudah di lap terus oleh suster tadi.


Sedangkan pak Arya yang mengemudikan mobil terjebak macet karena masih pagi, itu yang membuat pak Arya dan bu Intan makin panik dengan kondisi Cessie.


"Pah, bagaimana ini putry kita kesakitan sedangkan macet"


"Sabar bu, nanti papa bicara dengan polisi semoga mereka bisa membantu."


Untung ada polisi yang lagi mengatur jalan lalu lintas dan pada saat mengetahui bahwa didalam mobil pak Arya membawah seorang perempuan hamil, dengan sigap polisi membantu dan memberikan jalan untuk mobil pak Arya lewat di dalam mobil Cessie sudah benar-benar kesakita air ketuban juga mengalir membasahi kaki dan baju yang di pakek.


"Selamat pagi pak polisi tolong bantu saya untuk berikan jalan kepada saya karena putry saya mau melahirkan pak sudah kesakitan pak tolong"


"Baik pak...yuk ikut pak biar mereka kasih jalan."


"Tolong minggir...minggir ada mobil membawah ibu hamil mau ke rumah sakit tolong berikan jalan "


Akhirnya para pengemudi lainnya memberikan jalan kepada pak Arya.


"Makasih pak bu" ujar pak Arya mengucapkan terimah kasih.


Pak Arya dan bu Intan yang menyaksikan sendiri betapa menderitannya sang putry ikut sedih. Dan tambah panik.


"Ayah, ibu sakit sekali tolong bu...tolong Cessie..Cessie sudah gak kuat."


"Sayang, jangan bicara begitu kamu harus kuat dan sabar ya sebentar lagi kita sudah sampai di rumah sakit dan kamu pasti langsung di tangani oleh dokter yang penting kamu kuat ya nak" bu Intan bicara begitu tapi suaranya bergetar menahan tangisnya, tidak tega mendengar tangisan putrynya yang menahan sakit, akhirnya mereka sampai juga di rumah sakit.


Tenyata sebelum mereka berangkat ke rumah sakit bu Intan sempat menghubungi sekretaris Lita minta tolong agar sekretaris Lita menghubungi pihak rumah sakit agar dokter menunggu di depan loby rumah sakit karena sebentar lagi pasien akan sampai.


Begitu juga bu Intan sempat hubungi dokter Julio tapi gak ada jawaban, bu Intan berpikir kalau dokter Julio pasti sudah sibuk ngurus pasien makanya tidak ada respon.


Setelah mobil pak Arya berhenti dengan sempurna dengan sigap pak Arya mengangkat tubuh Cessie ke atas brankar dan dibawah oleh dokter dan suster kedalam ruangan.

__ADS_1


"Dok tolong putry saya sepertinya putry saya sudah mau melahirkan"


"Baik pak Arya tapi bukankah kandungan bu Cessie baru beranjak tujuh bulan satu minggu ya pak"


"Iya benar dokter tapi gak tahu kenapa tiba-tiba dia kesakitan dan sepertinya air ketubannya sudah pecah."


"Baik pak, bu. Tolong bersabar dan tunggu disini saja tidak perlu masuk biar kami yang akan menangani bu Cessie dengan baik, pak dan ibu berdoa saja agar semua berjalan dengan baik jika benar bu Cessie sudah mau melahirkan"


"Silakan dok tolong lakukan yang terbaik untuk putry saya."


Dokter Beatrix rupanya yang menangani Cessie, dokter Beatrix langsung masuk kedalam ruangan dan kembali menutup pintu.


Pak Arya dan bu Intan yang menunggu di luar harap-harap cemas semoga putry mereka baik-baik saja..setelah Cessie masuk kedalam ruangan baru disitulah tangis bu Intan pecah tidak bisa menshan gejolak bulir bening yang mau keluar.


"Pah bagaimana dengan kondisi putry kita kenapa jadi begini, kalau memang putry kita melahirkan prematur berarti sama kayak dirinya dulu ibu melahirkannya juga prematur"


"Ibu, tenang ya, kita berdoa saja papa yakin putry kita perempuan yang kuat dan hebat seperti ibunya"


Tidak lama kemudian seorang pengawal datang bersama dengan seorang pelayan mereka membawah kebutuhan Cessie.


"Bu, bagaimana dengan kondisi non Cessie baik-baik sajakan"?


"Belum tahu bik karena masih di tangani oleh doker semoga semua baik-baik saja"


"Amin"


Setelah sampai didalam ruangan dokter dan suster langsung ganti baju steril rumah sakit untuk segerah menangani pasien.


"Suster siapkan semua alat karena sepertinya bu Cessie benaran mau melahirkan tapi melahirkan normal bahkan ini sudah pembukaan akhirnya bagus juga jadi bu Cessie tidak lama menahan sakit, biasanya ada ibu hamil yang pembukaannya sampai berjam-jama bahkan hari."


"Baik dok"


"Bu Cessie, sudah siap? sepertinya bu Cessie memang sudah mau melahirkan walaupun bayi prematur tapi biasanya bayi lahir seperti itu sehat dan pintar bu Cessie tenang jangan nangis karena posisi bayi juga sudah las dijalanya"


"Aduh dok sakit sekali dokter "

__ADS_1


" Bu Cessie, harus tahan sakitnya dan siap ya karena bayinya akan berusaha keluar bu Cessie ngeden..."


"Aaahhhhh........"


"Lagi bu.....lagi .......sedikit lagi nih bu Cessie harus kuat demi anak ibu hayok bu sekali lagi....ngedennya"


"Aahhhhhh....sakit....sekali dokter"


"Terus bu.....yuk teruss.....akhirnya keluar juga" pekik dokter


"Oekkkl.....oekkkkk...oekkkk!"


Syukurlah anak Cessie sudah lahir.


"Wah....tanpan sekali putra anda bu Cessie sama seperti papanya"


Namun Cessie, tidak ada suara tapi air mata mengalir membasahi pipinya. dokter langsung meletakan bayi keatas Cessie tidak lama dokter menyuruh suster salah satu suster untuk membersihkan bayinya dan masukan kedalam inkubator karena sepertinya jantungnya belum kuat soalnya dia kayak tersendat-sendak begitu.


"Suster tolong bantu saya sepertinya bu Cessie mengalami pendaharan yang hebat, biar saya tangani dulu agara darah bisa berhenti" dokter agak sedikit panik karena tiba-tiba Cessie mengslam pendarahan.


Sedangkan setelah bayinya di bawah tiba-tiba Cessie tidak sadarkan diri membuat dokter agak sedikit panik tapi tidak berani menyampaikan kepada orang tua Cessie dokter menunggu selesai membersihkan Cessie dulu.


Setelah semua sudah selesai di bersihkan sang dokter keluar dari ruangan dengan keringat dingin, membuat kedua orang tuan Cessie panik.


Glek.....pintu ruangan terbukan.


"Dokter bagaimana dengan kondisi putry saya dok dia baik-baik sajakan"?


"Ibu dan pak tenang saja dulu jadi putry ibu dan bapak sudah melahirkan seorang putra yang sangat tanpan, hanya saja karena bu Cessie melahirkan prematur jadi bayinya dengan terpaksa harus di masukan kedalam inkubator karena jantungnya belum kuat"


"Syukurlah terus putry saya dok?"


" Saya harap ibu dan pak tenang karena kondisi bu Cessie saat ini kritis, mungkin sementara pak dan ibu jangan masuk dulu biarkan bu Cessie tenang sedikit nanti ada jam kunjungannya"


"Apa....putry saya kritis"

__ADS_1


__ADS_2