Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
207


__ADS_3

Sedangkan di tempat lain setelah masalah yang di lakukan oleh Bella terhadap Sinta, mulai dari situ hubungan Sinta dan Bella rengang. Sesuai dengan perkataan Bella yang sudah janji sama Melli kalau ia akan datang meminta maaf sama Sinta besok paginya.


Dan benar saja besok paginya Sinta baru selesai mandi dan bersiap mau berangkat kerja pintunya di ketuk dari luar, sebenarnya Sinta malas membuka pintunya tapi karena dia tidak tahu siapa yang datang, Sinta berpikir kalau yang datang itu Melli. Sehingga dengan cepat Sinta langsung membuka pintunya.


Namun betapa terkejutnya Sinta melihat Bella sudah berdiri di depan pintu, membuat Sinta mau berblik dan menutup kembali pintunya tapi langsung dicengah oleh Bella.


Bella memeluk Sinta dan benar-benar minta maaf sama Sinta, kali ini Bella merasa menyesal dan berjanji akan menjadi teman yang baik, Bella tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.


"Sin maafin aku, tolong maafin aku Sin aku salah aku benar-benar minta maaf atas semua kesalahanku. Aku tidak mau kalian membenciku, sebenarnya aku mau jadi teman baik kalian tapi aku takut kalian tidak suka berteman sama aku, aku benar-benar minta maaf. Tolong jangan membenci aku Sin, aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi." ujar Bella sendu.


Karena memang dasarnya Sinta juga anak yang baik, dia tidak bisa lama-lama marah sama Bella, walaupun Bella sudah keterlaluan tapi menurut Sinta apa salahnya berikan Bella kesempatan kedua untuk beruba. Sinta akhirnya berbalik dan memeluk Bella dan meminta maaf


"Iya Bell aku juga minta maaf karena sudah terlanjur emosi tapi jujur aku juga kecewa sama semua ucapan dan fitnah kamu Bell, Melli itu anak yang baik Bell kami berdua mau menjadi teman baik kamu, mana perna kami jahatin kamu tidak perna. Jadi kamu jangan merasa kalau kami itu tidak mau berteman sama kamu Bell."


"Iya Sin aku baru sadar jika memang aku sudah keterlaluan sama kamu dan Melli kemarin, maafin aku ya Sin kamu dan Melli masih maukan jadi temanku"?


"Ya kami jelas mau dong Bell tapi kamu harus janji tidak akan mengulangi kembali semua kesalahan yang sudah kamu lakukan. Kamu tahukan kita satu tempat kerja, kita juga tinggal satu kontrakan tidak elok kalau kita berantam dan bermusuhan. Lagian lebih baik mencari teman dari pada mencari musu." ujar Sinta.

__ADS_1


Bell datang minta maaf bukan hanya sekedar karena takut Sinta laporkan ke polisi, melainkan memang Bella benar-benar sudah menyesal menfitna Sinta. Dan menjelekan Melli.


Sinta dan Bella saling memaafkan, tiba-tiba Melli muncul di depan pintu ia terkejut melihat Sinta dan Bella masih berpelukan.


"Ngapain kalian berdua disitu, masih pagi-pagi begini sudah berpelukan sambil menangis, ane deh padahal gak ada orang meninggal disini" ujar Melli mengerutu padahal dia sengaja begitu biar ia mau melihat reaksi kedua orang itu seperti apa.


"Woy....aku lagi bicara disini bisa tidak dengarin omonganku capek tahu, punya dua teman yang tak ada akhlak haahha, kalau mau pelukan itu ngajak-ngajak dong jangan sendiri aja gitu aku juga mau."


Perkataan Melli berhasil membuat kedua orang itu melepaskan pelukannya dan tertawa melihat tingkah Melli, yang parsis seperti anak kecil yang merengek minta di gendong. Sinta dan Bella saling pandang setelah itu mereka berdua berhambur memeluk Melli.


"Mell maafin aku, aku benar-benar minta maaf aku bukan teman yang baik untukmu Mell, aku sudah jahatin kalian berdua maafin aku ya, jangan membenciku, aku tidak punya siapa-siapa lagi Mell, Sin sekarang yang aku punya hanya kalian berdua sekali lagi maafkan aku ya, kalian berdua masih maukan jadi temanku" ujar Bella meminta maaf sekali lagi kepada Melli dan Sinta.


"Iya Bell yang dibilang Melli itu benar kita ini berteman jadi saling membantu satu sama lain, jadi jika ada sesuatu hal yang tidak mengenakan hati lebih baik berkata jujur. Jangan diam aja tapi justru menyimpan di hati. Sekarang kalian berdua kembali ke kamar masing-masing dan bersiap kita berangkat kerja nanti justru kita telat lagi."


Akhirnya Bella dan Melli kembali ke kamar mereka dan bersiap untuk berangkat ke restoran, sedangkan Sinta kembali bersiap karena tadi sempat tertunda dengan kedatangan Bella, namun Sinta merasa lengah karena permasalahannya dengan Bella dan Melli sudah kelar.


Harapan Sinta semoga kedepannya mereka benar-benar menjadi teman yang baik dan tidak saling menjatuhkan satu sama lain. Karena Sinta tidak mau menjadi orang jahat seperti dulu lagi, waktu mereka semua masih tinggal serumah dengan Cessie sampai sekarang Sinta masih menyesali perbuatannya itu. Jadi Sinta tidak mau hal itu terulang kembali.

__ADS_1


"Hummm akhirnya masalah aku sama Melli dan Bella selesai juga, semoga kedepannya kami benar-benar menjadi teman yang baik tidak ada kesalapahaman diantara kami bertiga, cukup sudah dulu aku begitu jahat sama mbak Cessie walaupun itu aku lakukan dibawah tekanan mama, tapi sekarang semua sudah hancur mas Surya di penjara, mama di rumah sakit jiwa sedangkan perempuan gila itu entah kemana dia pergi."


"Harapa dan doaku untuk mbak Cessie semoga mbak Cessie mendapatkam laki-laki yang lebih baik dari mas Surya dan membahagiakannya, dan semoga ponakanku lahir dengan selamat walaupun mas Surya tidak mengakuinnya, tapi aku mengakuinya sebagai ponakanku karena dia lahir dari harim perempuan baik-baik."


Setelah selesai Sinta bersiap ia mengambil tasnya dan keluar dari kamar, ia berdiri didepan pintu menunggu kedua orang itu datang, tidak lama kemudian datang Melli. Sekarang Bella yang belum nongol.


"Bella...kamu gak kembali tidur lagi kan ya? kamu bersiap berapa jam, gak usa lama make upnya sudah cantik pari purna juga" ujar Melli membuat Sinta hanya mengelengkan kepala.


"Astaga anak ini mulutnya tidak bisa diam deh, tunggu sebentar lagi napa. Lagian kamu tadi tidak lihat Bella belum mandi, dia masih mandi bersiap baru keluar sabarlah markona"


Tidak lama kemudian Bella datang sudah rapi dengan senyum mengembang.


"Sorry aku agak lama karena aku masih bersemedi tadi hahha...."


"Jalan atau kalian berdua masih bertapa di bawah tiang listrik takutnya aliran listrik ngangkat kalian ke atas tiangnya baru tahu rasa, heran kayak tidak ada tempat lagi kalian berdiri sampai harus berdiri di bawah tiang itu. Yuk berangkat"


Akhirnya mereka bertiga berangkat ke restoran bersama, tidak ada masalah lagi di antara mereka. Membuat Bella merasa senang karena pada akhirnya Melli dan Sinta mau berteman dengannya.

__ADS_1


"Eh Mell, Sin. Kapan ya kita bertiga sekali-pergi ke mall ke kasian kita hari-hari hidup dengan pekerjaan pas libur justru tidur nyenyak di kamar hehe"


__ADS_2