
Mungkin bukan tanpa sebab Nadia bisa bertemu dengan pak tua dan bu kontrakan, karena bisa jadi itu adalah jalan terbaik Nadia ketemu dengan mereka dan setiap nasihat mereka yang sudah mereka sampaikan semoga Nadia gak mengabaikan dan gak menyia-nyiakan semua itu.
Namun sepertinya Nadia masa bodoh dan gak peduli dengan setiap, nasihat yang kedua orang tua itu sampaikan, Nadia merasa gak perlu mendengar mereka, ia mala mengikuti keegoisannya ketimbang mendengar setiap nasihat orang.
Setelah selesai mandi Nadia keluar dari kamar mandi dan bergegas menganti pakiannya, karena Nadia sudah gak tahan kantuknya, ia ingin segera ganti baju dan istirahat, tak menunggu lama, Nadia sudah selesai ganti baju dan langsung merapikan kasurnya dan membaringkan tubuhnya yang terasa sangat lelah.
"Hmmm kenapa semenjak saya pergi dari kehidup mas Iksan dan anak saya, hidup saya gak perna tenang dan bahkan saya mengalami banyak masalah datang silih berganti, saya jadi ingat sama mereka berdua, gimana kabar mereka ya anak saya pasti sudah besar. Semoga pada saat saya kembali mas Iksan gak marah sama saya dan mau menerima saya kembali demi anak kami"
Karena kantuknya sudah mennyeruak dan gak bisa ditahan lagi akhirnya Nadia tertidur, namun dalam tidur Nadia merasa ia sedang jalan-jalan disebuh taman yang sangat indah di timbuhi banyak sekali bunga yang mekar tampak juga cahaya lampu yang sangat terang menerangi seluruh taman itu.
Namun menjadi sorotan untuk Nadia dari kejauhan Nadia melihat seorang laki-laki lagi duduk sendirian di bangku yang tersedia di taman itu dengan pandangan sorot mata yang tajam kedepan.
Nadia yang melihat itu ia merasa kalau laki-laki itu familiar sepertinya ia kenal, Nadia melangkah mendekati dan betapa terkejutnya Nadia melihat siapa yang ada dihadapannya. Nadia menudur dua langkah kebelakang sambil membekap mulutnya.
"Ma mas...Iksan" ujar Nadia memanggil orang yang ada didepan matanya.
Sontak Iksan menoleh ke samping dan melihat Nadia, Iksan langsung bangkit dari duduknya dengan sorot mata yang tajam ia menatap Nadia dengan penuh amarah dan kebencian. Tapi gak ada satu katapun yang keluar dari bibirnya hanya, seketikan Iksan tersenyum sinis menatap Nadia.
"Mas Iksan ngapain disini? Selama ini saya cariin mas loh" ujar Nadia membuat Iksan seketika tertawa
__ADS_1
"Hhahaha...seharusnya saya yang bertanya sama kamu, selama ini kamu kemana jadi sekarang baru kamu muncul dihadapan saya"
"Mas maafkan saya mas, saya pergi karena ada alasan, tapi sekarangkan saya sudah kembali bukankah mas masih sendiri sampai sekarang karena menunggu saya pulang, mas mana anak kita?"
"Apa peduli kamu sama anak saya bukankah kamu gak perna mengharapkan kami berdua, sehingga kamu pergi jadi gak usa sok peduli sama kami berdua, karena tanpa kamu juga kami bahagia, jadi tolong jangan perna kembali lagi, karena saya sudah gak bisa menerima kamu lagi saya sudah menganggap kamu sudah mati. Anak saya juga sudah gak kenal lagi sama kamu karena dia sudah mempunyai ibu yang baik dan sangat menyayanginya"
Nadia lantas berjalan mendekati Iksan ingin memeluk Iksan, namum sayangnya Iksan mala mengelak dan mundur kebelakang menjauh dari Nadia." Mas aku tahu masih mencintai aku, aku minta maaf mas jangan memperlakukan aku begini, aku sangat merindukan kalian mas, aku kembali karena kangen sama kalian"
"Pergi jauh dari hidupku karena aku sama sekali gak sudih menerima kamu kembali perempuan hina dan menjijikan seperti kamu, dan ingat saya sudah punya istri penganti kamu jadi jangan pernah berharapa untuk kembali sama aku karena aku gak akan sudih kembali sama kamu"
Nadia benar-benar gak terimah kalau Iksan sudah punya wanita lain, ia berketab untuk mengambil hati anaknya untuk membujuk Iksan kembali dengannya.
"Gak mas jangan perlakukan aku begini mas, aku gak mau, ingat mas ada anak kita jangan egois mas saya ini ibunya. Jadi saya berhak menjaga dan merawatnya, dan mendingan tinggalkan perempuan itu mas, kitakan masih suami istri yang sah jadi saya gak mau".
"Gak mas...tolong dengarkan dulu penjalasan saya mas saya pergi karena punya alasan tersendiri, jangan tinggalkan aku mas, mana anak kita mas, saya mau ketemu dengannya mas tolong jangan halangi aku mas untuk ketemu dengannya mas kangen mas."
"Ayah......ayah kemana sih dari tadi aku nyariin ayah ternyata disini"
"Eh pricess ayah, sayang ngapain kesini bukannya tadi ada main sama bunda ha.."
__ADS_1
"Iya tadi ada main sama bunda karena ayah gak kelihatan makanya dira datang cariin ayah ternyata disini."
Dira sudah dalam dekapan Iksan karena Iksan takut nanti Nadia merampas Dira darinya. Nadia yang melihat kedatangan Dira langsung binar matanya, ia berpikir kalau ia bisa mengunakan Dira agar bisa kembali dengan Iksan. Nadia kanget lihat Dira yang sudah besar dan sangat cantik ia menutup mulutnya sangking kangetnya.
"Mas ini anak kita mas, ya ampun anak gadis ibu, kamu sudah besar dan sangat cantik sini peluk ibu nak ibu sangat merindukan mu". Ujar Nadia sambil mengulurkan tangannya dan lantas mau mengambil Dira dari pelukan Iksan namun tiba-tiba Dira menangis kuat.
"Arg....ayah Dira takut...Dira gak mau dengan perempuan jahat itu, usir dia ayah jangan biarkan perempun jahat itu disini Dira gak mau"
Nadia yang melihat dengan mata kepalanya sendiri menyaksikan anak kandungnya mengatakan kalau ia adalah perempuam jahat, Nadia mundur berapa langkah kebelakang ia sama sekali gak percaya kalau anaknya bisa berkata begitu, gak terasan bulir bening lolos begitu saja keluar dari kelopak matanya.
"Nak ini ibu kamu, ibu bukan perempuan jahat nak, ibu yang sudah susah paya melahirkan kamu nak, kenapa kamu bilang ibu jahat".
"Gak kamu bukan ibu aku, jadi pergi dari sini jangan dekati ayahku karena ayah gak mau sama perempuan jahat, Dira sudah punya bunda yang sangat sayang sama Dira jadi pergilah dari sini, yuk ayah kita pulang tinggalkan perempuam jahat ini."
"Tidak Dira ini ibu kamu nak, ibu yang sudah melahirkan kamu, jangan percaya sama ayah kamu, karena ayah kamu itu bohong."
"Nadia kamu lihat sendirikan anak yang kamu tinggalkan masih bayi sekarang sudah besar tapi sayangnya dia sama sekali gak kenal kamu, jadi pergilah dari sini karena saya sudah menceraikan kami, nanti ambil surat Cerainya.
"Mas....kok kalian disini sayang"
__ADS_1
Pas masih asyik bicara muncul seorang wanita cantik berdiri di samping Iksan membuat Nadia teriak histeris.
"Tidak........