
Ditempat lain.....
"Kesayangan ayah cepatan dong sudah selesai belum, nanti kita kesiangan loh sampai di pantai."
"Ia ayah dira yang sangat tanpan, tunggu sebentar lagi ya, dira masih siapin baru renang dulu sama sus..."
" Ok kalau begitu ayah tunggu di bawah ya, sus cepat ya nanti siang baru kita sampai semoga gak panas disana," ujar iksan sambil tersenyum mendengar pujian dari sang anak
"Iya pak." ujar suster
Jadi karena hari ini, hari weekend iksan rencana pergi ke pantai bersama dengan dira, karena dari tadi malam dira merengek untuk jalan-jalan ke pantai, terpaksa iksan kabulkan permintaan anak gadis kecilnya itu, karena kebetulan juga hari libur jadi gapapa pikirnya.
Karena pikir iksan gapapa, sekali-sekali juga, kecuwali setiap hari baru gak boleh, lagian selama ini karena iksan sibuk dengan pekerjaan jarang sekali pergi liburan dengan anak gadisnya itu, kadang kalau weekend iksan lebih suka bermain di taman samping rumahnya adem disitu pikirnya.
Iksan yang sudah turun ke lantai bawah, untuk menunggu dira dan susternya datang, tiba-tiba hpnya berdering tanda ada telpon masuk .
Drrrttttttt drtttttttt!
Iksan segera keluarkan hp nya dari dalam kantong celanan, ternyata ikasa dapat telpon dari orang kepercayaannya , ia langsung cepat angkat. Karena kalau telpon dari orang kepercayaan iksan, itu tandanya ada hal penting yang akan di sampaikan.
Ternyata orang kepercayaan iksan hanya melaporkan, kalau ia sudah selesai melaksanakan perintah dari iksan, jadi barangnya sudah di kirim bahkan sudah sampai di tangan target.
"Hallo bos, saya sudah melaksanakan sesuai dengan perintah bos, dan saya melihat kalau mantan istri bos sendiri yang menganbil kotak itu, fotonya sudah saya kirim bos."
"Bagus, kamu terus pantau mereka ya, apa ada suaminya di rumah?"
"Gak bos, suaminya baru saja keluar bersama dengan seorang gadis dan seorang wanita paru baya kemungkinan itu ibu dan adik dari suaminya itu bos."
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu tetap kamu pantau, karena saya pengen buat perempuan itu ketakutan"
"Baik bos, apa masih ada lagi yang harus saya kerjakan bos."
"Gak ada cukup aja dulu nanti saya kabarin kalau ada tugas baru"
"Baik bos"
Iksan mengakhiri panggil itu, sambil tersenyum sarkas, lantas berkata lirih" nikmati aja nadia penderitaan kamu, karena bukan cuman kamu yang menderita tapi laki-laki yang sekarang menjadi suami kamu juga akan menderita."
Iksan lantas segera buka foto dan video yang sudah dikirim oleh orang kepercayaannya itu, tapi gak sempat karena suara teriakan dira sudah mengemah diteliga lantas iksan segara masukan kembali hp kedalam kantong celana , iksan urungkan niat untuk membuka pesan itu, nanti aja kalau sempat baru buka pikir iksan.
"Ayah.........yuk dira sudah selesai, ayah dira bawah banyak baju takutnya dira mandi terus nanti basah giimana dira ganti pake apa" ujar dira menbuyerkan lamunan ayahnya.
"Ah sayang kamu sudah selesai siap, sus tolong bawah barang dira ke mobil ya"
"Baik pak"
"yuk ayah, dira gak sabar pengen cepat sampai di pantai." ujar dira sambil menunjukan senyum imutnya.
"Bik.....saya titip rumah ya, saya dengan dira mau pergi dulu."
"Baik pak"
"Yuk sayang" iksan mengendong dira dan melangkah keluar menuju ke mobil, pas sampai di mobil dira langsung duduk di depan dengan iksan sedangkan susternya ada di belakang.
Iksan senang melihat dira bahagia, sebagai seorang ayah tunggal menjaga dan merawat anaknya ia pengen anaknya selalu bahagia, jadi apapun yang dira minta iksan selalu kabulkan asal dira bahagia pikirnya.
__ADS_1
Karena iksan melihat dira sangat bahagia hanya karena di ajak kepantai, itu membuat iksan juga turut bahagia, apa lagi dari kecil dira kurang kasih sayang dari ibunya. Jadi iksan berusaha menjadi yang terbaik buat anak sematawayangnya itu.
"Nak tak perlu kamu tahu beban apa yang ayah pikul, tak perlu juga kamu merasakan seperti apa sakit yang ayah kamu rasakan, setelah ibu kamu pergi, tapi disaat ayah melihat kamu tumbuh besar menjadi anak gadis yang sangat cantik dan selalu membuat ayah tak ingin jauh darimu itu sudah cukup yang membuat ayah bahagia."
"Ayah kerja dari pagi sampai sore semua demi kebahagiaan kamu nak, hanya kamu yang bisa membuat ayah bahagia, selagi kamu bahagia ayah juga turut bahagia. Jadi jangan perna ingat ibu kamu lagi."
"Nadia kamu akan menyesal di kemudian hari karena kamu sudah menyakiti hati dan perasaan anak kamu sendiri"
Tak lama mereka sampai di pantai ternyata pantai sudah rameh sekali dengan pengunjung. Mungkin karena hari weekend jadi banyak orang yang membawa keluarganya ke pantai juga, karena di pantai memang tempat yang banyak di sukai orang.
Iksan keluar dari mobil dan ia keluarkan barang-barang bawaan mereka untuk masukan kedalam villa yang sudah di pesan sebelumnya, iksan takut kalau dira nanti bermain sampai capek dan giliran mau istirahat tapi gak ada tempat jadi iksan boking memang villa.
" Sus bawah barang-barang yang sisa itu kesini ya dan tolong ganti bajunya dira dulu biar kita ke pantai selagi masih agak pagi, lagian disini siang juga masih adem karena banyak pohon, tapi kalau siang sepertinya air laut agak panas ,"
Lantas suster dan dira masuk kedalam villa dan ganti baju, kalau iksan memang sengaja dari rumah pakai celana pendek terus baju kaos hitam jadi gak perlu ganti lagi pikirnya. Tak lama dira kembali bersama susternya, akhirnya mereka bertiga bergegas pergi ke pantai, baru juga mereka pergi sebuah mobil mewah masuk ke area villa dan parkir tepat di samping mobil iksan.
"Wah....kak ini villa nya bagus banget padahal di pantai loh...suasananya juga adem deh kayaknya, villa ini sudah ada orang deh, lihat tuh mobilnya, coba tadi kita gak singga sebentar pasti kita juga sudah sampai."
"Iya cesse disini adem banget ya, coba kamu lihat deh hari ini banyak sekali pengunjung dan semua villa yang ada disini sepertinya penuh semua. Untung kemarin saya cepat boking, kalau gak kita bisa gak dapet. Tapi karena aku takut kamu kelelahan terus pas mau istirahat gak ada tempat makanya sekalian aja, untuk princess."
"Makasih ya kak, kak sangat mengerti dengan kondisi ku coba suamiku dulu seperti kak mungkin aku wanita yang paling bahagia di dunia ini, tapi sayang suami aku goblok, jadi ai gak perna mengerti hal itu, ah lupain aja ia hanya mantan"
"Ah tak perlu ingat laki-laki brengset itu cess, wanita sebaik kamu gak pantas mendapat laki-laki kurang ajar itu
"Iya kk makasih"
"Fay, yuk. Kita ganti aku sudah gak sabar loh kepantai pengen rasakan air lautnya soalnya sudah lama sekali gak ke pantai."
__ADS_1