
Pak Arya dan yang lain masuk kedalam mobil masing-masing dan berangkat ke pengadilan, sepanjang perjalanan Aris gak berhenti menjailin Cessie, menurut Aris menjahilin adik angkatnya itu adalah sebuah hiburan tersendiri, karena adiknya itu lucu dan menyenangkan jarang ia marah.
Walaupun bisa di bilang sudah status seorang ibu nantinya kalau anaknya sudah lahir tapi di mata Aris, adiknya itu masih seperti anak gadis pada umumnya. Karena memang umur Cessie masih dua puluh empat tahun.
"Dik, kak gak bisa bayangin gimana reaksi Surya pas melihat kamu, apakah ia akan berlaku baik dan memohon belas kasihan kamu, atau ia berlaku egois dan ia merasa paling benar dan gak mau minta maaf, kak heran kok segitu jahatnya mantan suami kamu ya dek"?
"Kak aja sebagai laki-laki malu melihat seorang laki-laki berlaku buruk pada wanitanya, gimana hati nurani mereka ya sebagai laki-laki, diam-diam menghianati istrinya tapi mala berlagak seolah ia laki-laki yang baik dan bertanggung jawab, yang paling parahnya lagi laki-laki yang berani main kekerasan mendingan tinggalkan dia."
"Hmm memangaya kak sayang sama perempuan? dan apa kak sayang sama Cessie sebagai adiknya kak dan apakah kak sayang sama ibu dan Istri kak kelak"?
"Dik dengar ya, menurut kak wanita adalah seorang pahlawan yang kak sebagai laki-laki gak bisa melakukannya, wanita itu sanggup melakukan banyak hal kadang kalau kak pikir diluar akal sehat, kalau kak di posisi itu belum tentu sanggup."
"Contohnya seperti apa kak, yang gak bisa kak lakukan, pada hal laki-laki itu lebih kuat dari wanita"
" Kata siapa laki-laki itu kuat hahaha...kamu iru salah dek sebenarnya laki-laki itu gak sekuat perempuan. Contohnya hamil selama sembilan bulan seorang perempuan memikul perutnya yang begitu besar bawah kemana- tapi ia gak mengeluh. dan melahirkan dengan rasa yang begitu sakit dan menyedihkan, tapi perhatikan baik-baik setelah mereka selesai melahirkan dan melihat bayinya sehat, seketika sakitnya itu hilang."
"Dengan senyum dan air mata bahagia menetes begitu saja. Padahal pas mereka berjuang pas mau melahirkan antara dua mati dan hidup tapi seorang wanita perkasa ia rela mati demi buah hatinya, dan itu adalah ibu, kamu nanti dek dan istri kak nantinya dan juga untuk semua ibu didunia itu kalian hebat"
"Kak menyayangi kalian sepenuh hati kak, begitu juga istri kak nanti, kak akan melakukan yang terbaik untuk kalian yang selalu memberikan warna bahagia dalam kehidupanku."
__ADS_1
Cessie dan Faya tercengang mendengar perkataan Aris, Cessie benar-benar bahagia memiliki seorang kak angkat yang sangat menyayanginya, dan juga mengistimewakan seorang perempuan, sedangkan Faya ia tersenyum, dalam hati ia berkata" ternyata aku gak salah memcintaimu dalam diam mas, ternyata kamu laki-laki yang baik dan penyanyang.
Cessie sangat terharu mendengar perkataan Aris kak angkatnya itu, karena tak semua laki-laki bisa berpikir seperti itu, contohnya mantan suaminya yang begitu bejat. Jadi Cessie bersyukur bisa memiliki seorang kak laki-laki yang sangat menyanyanginya.
"Makasih banyak ya kak, Cessie sangat terharu dan bahagia memiliki kak laki-laki seperti kak Aris, jangan pernah berubah dan semoga kak secepatnya dapat wanita yang kak cintai dan mencintai kak" ujar Cessie sambil melirik Faya, begitu juga Aris melirik Faya dari kaca depan membuat Faya salah tingkah. Dan pipi merah merona kayak kepiting rebus.
Perjalanan mereka sangat gak terasa, karena mereka selingan dengan berbagai cerita yang menarik dan juga canda tawa dari mereka bertiga, akhirnya mobil yang mereka tumpangi berbelok ke parkir gedung pengadilan.
Cessie dan Faya keluar lebih dulu karena Aris masih memarkirkan mobilnya. Setelah selesai Aris nyusul keluar tapi mereka belum masuk kedalam karena masih satu jam lagi baru mulai.
Sedangkan sekarang mbak Evan sudah sampai di kontrakan Sinta untuk menjemputnya, namun pada saat Sinta keluar membuat mbak Eva terkejut, karena Sinta gak sendirian tapi bu Ayu juga ikut membuat mbak Eva agak sedikit marah sama Sinta.
"He.. Eva...memangnya kenapa kalau aku ikut kesana, kan Surya anak aku jadi gapapa dong aku datang lihat dia, siapa tahu aku bisa bawah pulang anakku Surya, kalian aja gak becus menjaganya makanya sampai sekarang gak pulang-pulang. Jadi biar mama aja yang jemput."
Mbak Eva hanya mengelengkan kepala melihat tingkah mamanya yang sudah gak waras, bukannya mbak Eva gak mau bu Ayu ikut, tapi mbak Eva takut bu Ayu buat kekacauan di pengadilan bahaya.
"Sinta kamu lihat sendirikan seperti apa tingkah mama, kalau sampai disana mama buat kekacauan gimana, siapa yang bisa mencengahnya. Kamu ini ya sudah mbak bilang jangan beritahu mama, kayak gini jadinya."
"Maaf mbak, aku hanya kasian sama mama, siapa tahu setelah mama melihat mas Surya mama bisa kembali seperti dulu lagi, semakin hari kondisi mama semakin para mbak, Sinta juga takut terjadi apa-apa sama mama. Maafin Sinta ya mbak, mas tapi mau gimana lagi."
__ADS_1
Mas Bram yang menyaksikan pertengkaran istri dan adik iparnya merasa serbah salah, gak tahu mau ngomong apa.
"Sayang, dengarkan mas, menurut mas yang dikatakan Sinta tadi ada benarnya, siapa tahu setelah mama ketemu dengan Surya, mama bisa pulih kembali seperti dulu lagi. Kalau soal mama ngamuk nanti mas yang akan menjaganya lagian disana juga banyak penjaga keamanan disana jadi mendingam kita bawah mama aja."
Numun tiba-tiba bu Ayu menangis" hihihi....masa aku mau pergi ketemu dengan anak aku, tapi mala di larang, dasar kamu anak durhaka Eva...mama mau pergi lihat anakku. Surya kenapa kamu melarang."
"Yaudah mah, masuk kedalam mobil tapi ingat ya mah, jangan buat onar disana kalau gak mama akan dibawah oleh polisi"
"Ha...gak mau ah...masa di bawah polisi kan anak saya juga polisi mana berani mereka sama anak saya hahaha"
Baik mbak Eva, Sinta dam mas Bram mereka sudah pasra mereka bertiga saling pandang, dengan perdebatan panjang lebar, dan mas Bram merayu mbak Eva, pada akhirnya mbak Eva luluh dan bu Ayu di ijinkan ikut dengan syarat Sinta harus ekstra menjaga bu Ayu jangan sampai ia membuat kekacauan di pengadilan.
Mereka masuk kedalam mobil, dengan bu Ayu dan Sinta di bangku penumpang sedangkan mbak Eva dan mas Bram didepan. Sepanjang perjalanan ke pengadilan, mulut bu Ayu gak bisa diam ia ribut aja kerjanya entah apa yang dia bicaran, kadang tertawa cekekikan dan kadang juga menangis. Membuat mbak Eva was-was hatinya gak tenang.
"Aduh....gimana ya kalau sampai mama buat onar disana, aku taru muka ini kemana melihat keluarga Cessie, pasti mereka gak nyaman apalagi mama gak suka sama keluarga Cessie semoga mas Bram bisa menjaga mama."Gumam mbak Eva dalam hati.
Mbak Eva benar-benar gak nyaman sama sekali bukan berarti mbak Eva gak mau bu Ayu ikut, tapi sekarang melihat kondisi bu Ayu rasanya sangat tak memungkinkan, membuat mbak Eva was was kalau sampai mas Bram gak bisa kendalikan bu Ayu bisa kacau semuanya.
Apalagi kalau bu Ayu melihat Surya di bawah sama pihak kepolisian, bisa ngamuk bu Ayu tapi semoga aja gak terjadi apa-apa, semoga bu Ayu bisa tenang dan gak buat kekacaun di dalam baik di ruang sidang maupun di luar, takutnya bu Ayi bisa saja di masukan ke rumah sakit jiwa.
__ADS_1