
Cessie gemas banget lihat putranya. Cessie bermain dengan putra nya sampai dia kembali tertidur akhirnya Cessie kembali kekamarnya untuk istirahat dan suster menemani Abian dikamarnya.
Sementara di jalan Faya dan mbak Eva asyik ngobrol mereka membahas tentang kehidupan mbak Eva di kampung, dan Faya juga menanyakan kabar Surya dan bu Ayu kepada mbak Eva.
"Mbak maaf jika Faya lancang tapi kalau boleh tahu mbak di kampung tinggal sama siapa terus bagaimana kabar mas Surya dan tante"?
" Gapapa Fay mbak di kampung Tinggal sama mertua, tapi mertua mbak sangat baik sama seperti tante Intan, kebetulan suami ada keluar kota makanya kesempatan untuk kesini berapa hari lagi suami pulang jadi mbak rencana akan pulang besok. Jika mbak tetap disini hati mbak terasa sakit Fay mengingat kembali apa yang sudah dilakukan oleh adik mbak dan ibu. Kalau seandainya adik mbak tidak menurut sama apa kata ibu mungkin sekarang kehidupan rumah tangga mereka sangat bahagia."
"Mbak, semua itu sudah berlalu, semua sudah diatur oleh Tuhan mbak lagian sekarang juga semua sudah mendapatkan balasannya. Ini sudsh jalannya di takdirkan oleh Allah, kalau biduk rumah tangga mbak Cessie dan mas Surya cukup sampai disiru saja, kita tidak bisa melawan takdir"
"Oh, ya. Mbak perna dengar bukannya kamu kerja di perusahaan kok sekarang gak ke kantor tapi justru ke butik"?
"Iya mbak, semenjak aku nikah ibu dan mas Aris menyuruhku untuk resign dari pekerjaan mbak untuk urus butik saja, dan kalau ada kesulitan di perusahaan baru aku bantu, kalau sekarang ayah sama mas Aris yang menghadle selama Cessie belum bisa masuk kantor."
Akhirnya mbak Eva sampai juga di tempat Sinta, tapi seperti biasa mobil tidak bisa masuk kedalam karena gang sempit jadi Faya antar mbak Eva sampai di dalam sekalian bantu membawa barang bawaannya.
"Makasih banyak ya Fay, kamu sudah mau antar mbak pulang hati-hati dijalan ya, sampai jumpa lagi nanti kalau ada waktu."
"Sama-sama mbak, kalau begitu Faya parmisi ya mbak"
Faya berlalu pergi meninggalkan mbak Eva dan Zila masih berdiri di depan kontrakan menatap kepergian Faya, setelah Faya menghilang dari hadapan mereka barulah mbak Eva dan Zila masuk kedalam kontrakan untung Sinta sudah tahu jadi kunci kontrakannya di selipkan kedalam sepatu yang ada di rak sepatu yang ada diluar.
__ADS_1
Mbak Eva membukan pintu kamar dan mengajak Zila masuk kedalam.
"Sayang yuk masuk bantuin mama angkat barangnya dong"
"Iya mah," jawab zila untung anak udah dua tahun lebih jadi bisa bantuin.
Mbak Eva, rencanan hari ini mau pergi jenguk bu Ayu karena semenjak mbak Eva datang belum sempat jenguk. Karena sudah panik dengan kondisi Cessie jadi mbak Eva lupa tujuan utama datang ke ibu kota untuk jenguk ibunya.
Sekalian mbak Eva juga mau jenguk Surya kebetulan sudah disini jadi sekalian saja, karena mbak Eva rencana berangkat malam biar sampai disana pagi, naik bus malam saja.
karena mbak Eva, sudah sarapan dan juga sudah mandi dirumah Cessie jadi tidak perlu mandi lagi sebenarnya rencana mbak Eva dari rumah Cessie langsung ke rumah sakit tapi barang bawaan mbak Eva banyak sekali jadi mbak Eva tidak tahu mau taru dimana, apalagi kalau naik taksi repot jadi lebih baik pulang ke kontrakan supaya barangnya di simpan dulu barulah mereka pergi.
Mbak Eva, langsung pesan taksi Online sebelumnya mbak Eva sudah hubungi Sinta kalau mbak Eva akan pergi ke rumah sakit jiwa.
"Ok mbak hati-hati dijalan Sinta gak bisa ikut karena ada kerja. Iya tadi antar Melli dan Bella katanya mereka berdua ada keperluan sedikit jadi temani mereka sebelum masuk kerja makanya Sinta hanya tinggalin kunci disitu."
Setelah selesai telpon Sinta, mbak Eva ngajak Zila kembali ke jalan raya depan karena taksi sudah mau sampai namun sebelumnya mbak Eva singah di rumah makan, beli makanan untuk di bawah kelapas.
"Yuk sayang kita pergi mobil sudah menunggu di depan jangan sampai kita lama." mbak Eva kembali mengendong Zila dan berlalu pergi ke depan jalan raya untuk menunggu taksi yang sudah dipesan tadi
Saat mbak Eva sampai didepan pas juga mobil taksi juga berhenti mbak Eva dan Zila langsung masuk kedalam mobil dan berlalu pergi.
__ADS_1
Hampir satu jam perjalanan akhirnya sampai juga di lapas, mbak Eva membayar ongkosnya dan menenteng makanan yang sudah dibeli tadi langsung masuk kedalam yang pasti harus melalui banyak pemeriksaan.
Sedangkan didalam sel seorang pria bertubuh tambun yang tidak terurus lagi asyik main kartu dengan teman-temannya sambil ngumpet karena kartunya jekek.
"Ah sial kalah deh...lagian kamu sih bro main nahan kartu bukannya di buang saja biar aku bisa masuk kamu mala tahan kalah jadinyakan."
" Ya mana aku tahu kamu menunggu kartu itu bisik ke biar aku buang segaknya kita bisa menang"
Mereka keasyikan main kartu jadi tidak menyadari ada seorang sipir yang dari tadi berdiri memperhatikan mereka sambil geleng kepala. Namun sipir itu biarkan saja lagian mereka hanya main-main sambil menghibur diri karena ada didalam sel.
"Pak Surya...keluar ada kunjungan untuk anda" perkataan sipir sontak mengundang perhatian karena setiap kali mendengar ada kunjungan untuk Surya berarti ada makanan enak, untung Sinta sudah beritahu mbak Eva soal perihal orang yang ada di tahanan jadi mbak Eva juga membeli sepuluh bungkus nasi padang untuk mereka.
"Wah....sepertinya kita akan makan enak nih, dari kita semua, aku yang selalu menunggu kunjungan dari keluarga bro Surya karena jika mereka datang pasti kita makan yang enak semoga hari ini kita makan yang enak juga ya Allah"
"Amin.....aku yakin sebentar lagi kita dapat rejeki makanan yang enak...bro sana di panggil sama pak sipir jangan lupa masuk bawah makanan yang enak ya kami tunggu loh disini."
"Jangan berharap karena aku juga belum tahu siapa yang datang menjunguk ku kalau keluargaku pasti mereka tahu kalau aku punya teman disini tapi kalau orang lain belum tentu kan, jadi jangan berharap ya takutnya kalian kecewa nanti"
Seketika semua temannya terdiam ada benarnya juga yang di katakan oleh Surya jadi jangan berharap lebih.
"Tapi aku sangat percaya kalau yang datang jenguk kamu adalah keluarga kamu yang sering kesini jadi kamu tidak mungkin kecewa" ujar Jo disambut anggukan yang lain.
__ADS_1
Surya di bukakan pintu oleh sipir dan tangannya langsung kembali di borgol oleh sipir. Dan pintu sel kembali di kunci. Masih dari jauh mbak Eva sudah melihat Surya sampai gak kenal kalau itu Surya karena Surya berubah drastis.
Mbak Eva melongo dengan mata membulat sempurna dan menutup kedua tangannya di mulut yang mengaga melihat Surya yang berdiri dihadapannya.