
Sementara pak Yanto dan istrinya berbincang dengan iksan, tiba-tiba pak Hartono dan Bu Manda datang." eh...besan disini...apakabar? sudah lama kita gak ketemu." ujar bu Manda sambil cipiki cipika sama bu Sari
"Iya nih besan, semua pada sibuk jadi gak sempat, oh ya kapan besan pulang?"
" baru satu minggu disini besan, biasa kangen sama cucu jadi sekalian aja datang berlibur."
"Iya ya besar, oh ya kami selaku orang tua Nadia, kami minta maaf atas perbuatannya, tapi jujur sampai sekarang juga anak itu gak perna pulang ke rumah, kami juga gak tahu dia dimana sekarang, tadi saya sempat bicara dengan nak Iksan, kalau memang dia sudah menemukan wanita yang baik untuk ibu sambung Dira gapapa, yang penting Dira bahagia."
"Gapapa besan kami maklumi, lagian itu bukan salah besan, mungkin itu pilihan dia jadi biarlah semoga Nadia bahagia diluaran sana tapi, sebelumnya saya minta maaf besan. Jika suatu saat tiba-tiba Nadia kembali pulang, kami sudah gak bisa menerima dia lagi jadi mungkin kami serakan kembali ke besan, kalau soal Dira kami tidak melarang, nanti kalau besan kangen sama cucu boleh kok datang jenguknya."
"Kalau soal itu, sudah kami bicarakan tadi sama nak Iksan, jadi Nadia bukan bagian dari keluarga besan lagi. Jika nanti suatu saat dia datang kembali usir saja dia, gak perlu kasih hani dia biarkan dia pergi untuk cari kebahagiaan dia sendiri." ujar bu Sari.
"Iya besan, tapi mau bagaimanapun juga dia seorang anak" ujar bu Manda membuat bu Sara tersenyum kecut.
Setelah obrolan panjang akhirnya bu Sari dan pak Yanto pamit pulang, karena kebetulan tadi baru selesai ketemu dengan seseorang, tapi tak disangka mereka ketemu dengan Dira.
Selepas pak Yanto dan istrinya pergi Iksan mengajak keluarganya untuk makan. Mereka menuju ke restoran yang ada di mall itu.
Sampai di lantai lima mereka mencari tempat duduk yang nyaman agar mereka bisa makan dengan tenang, apalagi Dira suka tempatnya bisa melihat pemandangan keluar, setelah mereka mendapatkan tempat, akhirnya mbak Alana pesan makanan, sebelum makanan datang mereka ngobrol dulu.
__ADS_1
"Nak! Kenapa kamu gak cari istri aja, kamu masih betah dengan kondisi begini, kasian Dira, kalau kamu kerja dia hanya tinggal dengan susternya di rumah, lihat tuh mantan mertua kamu saja sudah setuju kamu menikah lagi." ujar bu Manda
"Mah! Bukannya Iksan gak mau cari istri, tapi Iksan gak mau salah milih istri lagi, Iksan gak mau gagal yang kedua kalinya cukup sekali aja mah. Iksan mau cari wanita yang benar-benar mencintai Iksan mah, agar kedepannya gak pergi lagi dia. Sekarang ini Iksan suka dengan seorang cewek mah, tapi sayang masih dalam proses cerai."
"Loh kok kamu mala suka sama istri orang nak, jangan kamu jadi orang ketiga dalam rumah tangga orang lain nak, masih banyak wanita diluar sana yang baik."
"Mah, pah, dengar dulu penjelasan Iksan, Iksan belum selesai bicara juga ayah dan ibu langsung potong bagaimana Iksan bisa jelasin" ujar Iksan mendungan tawa ketiga orang itu.
"Yaudah nak silakan mau jelaskan apa".
Iksan berencana mau kasih tahu yang sebenarnya, kalau Nadia sudah menikah dengan suami orang, dan bahkan sudah hamil juga dengan laki-laki yang masih punya istri sah.
"Ha...dimana perempuan itu San..."
" Dia ada disini mbak, tapi sudah menikah bahkan sudah hamil, tapi dengan suami orang dan istri sah dari laki-laki ini juga lagi hamil, jadi mereka sekarang lagi dalam proses Cerai. Papa tahu siapa perempuan itu? " tanya Iksan pada sang papa tapi mala sang papa hanya mengelengkan kepala.
"Dia adalah putry tunggal dari pemilik perusahaan Arya grup, dan yang paling parahnya lagi, ternyata Nadia dengan laki-laki itu kerja sama perusahan Arya grup, Nadia sebagai sekretaris dan laki-laki itu sebagai manejer keungan, tapi gak tahu kenapa mereka berdua korupsi dan sekarang laki-laki itu masuk penjara, sedangkan Nadia buronan"
"Berita terakhir yang saya dengar Nadia sempat masuk rumah sakit dan keguguran, setelah itu aku gak tahu lagi sekarang ia ada dimana."
__ADS_1
baik mbak Alana maupun orang tua Iksan mereka terkejut dengan berita yang mereka dengar, karena selama ini semenjak Nadia pergi, mereka gak perna mendengar kabar tentang perempuan itu lagi. Dan sekarang mereka mendapatkan berita yang sangat mengejutkan mereka.
Setelah mereka tunggu, tak lama pesanan mereka datang, akhirnya mereka semua mengisi perut dengan semua makanan yang sudah tersaji di atas meja.
Sebenarnya Iksan sudah jatuh cinta dengan, Cessie tapi belum tentu Cessie mau Secarakan, Cessie sekarang sudah makin dekat dengan dokter Julio, dan Cessie sama sekali gak menaruh hati pada Iksan, Cessie hanya menggap Iksan teman sekolah dulu, gak lebih dari pada itu, tapi kalau Iksan merasa perasaanya terhadap Cessie lebih dari pada teman, itu urusan Iksan.
Setelah mereka selesai makan semuanya, saatnya pulang kerumah, karena terlihat sekali Dira sudah sangat lelah, jadi biar mereka pulang dan Dira bisa istirahat, apalagi Iksan juga masih banyak pekerjaan yang harus ia kerjakan dirumah.
Sepanjang perjalanan pulang ke rumah. Iksan masih memikirlan Cessie gimana kalau ia lamar Cessie aja, walaupun Cessie lagi hamil, takutnya kalau ia menunggu lama ada laki-laki lain yang duluan melamarnya, namum iksan juga masih takut kalau nantk Cessie menolaknya karena alasan masih hamil.
"Ah nanti aja aku diskusi dulu sama papa nanti kalau gimana baru aku lamar dia. Semoga ya Allah Cessie belum dekat dengan laki-laki lain agar dia mau menerima lamaranku Nanti,"
Hampir satu jam lebih dalam perjalanan yang di tempuh akhirnya mereka sampai juga di rumah, namun ternyata Dira sudah tidur pulas di pangkuan mbak Alana.
"San tolong angkat Dira dulu tapi hati-hati ya, jangan sampai Dira bangun, dia sudah kecapean jalan seharian makanya tidur di dalam mobil padahal biasanya sudah dia tidur kalau masih didalan mobil"
"Mbak jangan gerak dulu tunggu saya angkat Dira baru mbak turun".Iksan segerah turun dan Membalikan badan memutar mobil, Iksan langsung mengendong Dira dan bawah kedalam kamar dan menidurkannya.
Setelah Iksan melihat Dira sudah benaran tidur ia melangkah keluar dari kamar dan masuk ke ruang kerjanya, Iksan mau menyelesaikan semua pekerjaannya agar besok gak terlalu sibuk apalagi akhir-akhir ini banyak pekerjaan dari kantor yang masih numpuk, biasalah perusahaan Iksan makin jaya, jadi Iksan sangat sibu, dengan banyaknya file yang masuk.
__ADS_1