
Karena sekretaris Lita tidak mau bicara akhirnya Cessie kembali buka suara.
"Kamu jujur saja Lit
anggap saja saya ini kakak kamu kita bedah umur dua tahunkan jangan sungkan sama saya, atau begini saja sekarang ini anggap saja kita bukan patner kerja tapi kita teman jadi kita saling curhat satu sama lain boleh kamu curhat ke saya percayalah saya bisa menjamin rahasia kamu aman." ujar Cessie
Namun sekretaris Lita tidak tahu mau bicara apa akhirnya ia hanya jawab kalau tidak ada masalah, karna memang tidak ada masalah sekretaris Lita berpikir kalau itu bukan masalah Cessie tapi dia saja ya baper.
"Kamu tidak mau jujurkan baiklah saya akan kasih tahu kamu kenapa saya bertanya seperti itu karena dari kemarin perasaan saya tidak enak. Saya mendapati kamu menangis di ruangan kamu setelah keluar dari sini apakah kemarin perkataan saya menyakiti hatimu, karena kalau perkataan saya tidak menyakiti hatimu kenapa kamu menangis setelah keluar dari sini, maaf mungkin secara tidak sadar perkataan saya menyinggung perasaan kamu."
"Deg.....Aduh..kok bu Cessie tahu sih saya menangis di ruangan, perasaan kemarin bu Cessie tidsk keluar deh dari ruangan karena kalau bu Cessie keluar antara dua ke ruangan pak Aris kslau gak keruangan saya."
"Kalau memang betul bu Cessie keluar Kenapa saya tidak melihatnya ya, aduh gila banget deh. Kenapa kemarin pintu ruangan saya tidak saya tutup juga seharusnya saya tutup jadi gak kayak gini malu jadinya ketahuan menangis karena pak Aris." gumam Sekretaris Lita dalam hati.
Karena sekretaris Lita tidak bisa bohong lagi soal dia menangis tapi permasalahannya sekretaris Lita tidak mau beberkan, sekretaris Lita malu mengakuinya lagian sekarang sekretaris Lita juga sudah tidak peduli lagi perasaannya dengan pak Aris. Karena sudah ada sih ganteng pak Galu yang sangat romantis sudah mengisi kekosongan hati sekretaris Lita jadi soal pak Aris sudah tidak penting, apalagi pak Aris sudah mau menikah.
"Maaf bu, saya benar-benar minta maaf karena mungkin ibu melihat saya menangis kemarin,c bukan karena ibu tapi masalah lain ini persoalan dalam keluarga saya bu jadi saya pikiran akhirnya saya menangis maafin saya bu, membuat ibu salah paham tapi benaran bukan salah ibu "
" Serius kamu Lit, kamu tidak bermaksud membohongi saya kan Lit? Saya tidak mau menjadi penyebab kamu menangis nanti saya yang berdosa, saya tidak masalah jika kamu jujur jika saya salah lebih baik kamu jujur bisa saya perbaiki karena kenapa saya bicara begitu. Yang bisa menilai diri kita sebenarnya kita sendiri tapi juga orang lain contohnya diri saya menurut saya kalau saya orangnya baik tapi belum tentu penilaian kamu seperti itu."
"Ya Tuhan bu Cessie apa lagi yang harus saya katakan tidak mungkin saya jujur malu dong saya jatuh cinta dengan calon suami orang yang benar saja hahaha" sekretaris Lita justru tertawa dalam hati.
"Iya benar bu, saya serius ibu tidak perna melakukan kesalahan sama saya, justru saya yang selalu melakukan kesalahan seperti membuat salah laporan haha dan saya mengenal ibu memiliki pribadi yang baik."
"Kamu ya Lit saya serius justru kamu bercanda, jadi benar ya saya tidak melakukan kesalahan" tl
"Iya bu serius".
"Baiklah kalau begitu boleh kamu kembali bekerja kalau ada yang tidak kamu suka dari sikap saya, kamu boleh kok bilang jangan diam saja saya orangnya lebih senang jika ada yang jujur dari pada bohong." ujar Cessie
"Baik bu kalau begitu saya permisi bu" ujar sekretaris Lita
__ADS_1
Akhirnya sekretaris Lita gegas keluar dari ruangan dan masuk kembali kedalam ruangnya, dengan perasaan yang tidak enak karena sudah berbohong kepada bosnya.
"Hummm berbohongkan saya jadinya, ya terpaksan aja saya lakukan semoga bu Cessie tidak curiga. Aduh kenapa juga bodoh kali pintu gak saya tutup untung bukan pak Aris yang lihat atau dengar omonganku nanti makin besar kepala pikirnya aku mengejarnya"
Sekretaris Lita bangkit dari duduknya dan mengambil beberapa dokumen dan membawahnya ke Aris untuk minta tanda tangan.
Tok tok tok!
"Maaf pak ada berkas yang membutuhkan tanda tangan bapak" ujar sekretaris Lita
Aris yang sibuk dengan leptopnya menatap sekretaris Lita dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, biasanya kalau sekretaris Lita di tatap begitu detak jantungnya lari tak beraturan namun berbedah dengan saat ini justru tatapan Aris membuat sekretaris Lita jadi risi.
"Maaf pak saya taru disini ya saya parmisi dulu" sekretaris Lita meletakan dokumennya di ujung meja Aris dan
berlalu pergi membuat Aris heran dengan tingkan sekretaris Lita.
"Kenapa dengan sekretaris Lita lihatin saya kayak gitu banget, takut saya makan kali ya kayak lihat setan di siang bolong." gumam Aris
Aris yang inisiatif pesan makanan untuknya dan Cessie sekalian untuk sekretaris Lita. Namun belum juga makanan pesanan Aris datang ada seorang ob datang dan mengetuk pintu ruangan sekretaris Lita.
Sekretaris Lita bergegas membuka pintu ternyata ada ob di depan pintu yang di tangannya ada papar bag.
"Iya pak ada Apa ya maaf saya tidak pesan apa-apa" tanya sekretaris Lita.
"Maaf bu Ini ada kiriman dari manajer Galu untuk ibu katanya ibu jangan lupa makan nanti sakit" ujar ob yang mengantarkan makanan itu.
Pipi sekretaris Lita langsung merah merona karena malu bisa-bisanya pak Galu titip pesan begitu kepada ob gila hahaha.
"Ha...serius pak? Yaudah makasih ya dan sampaikan kepada manajer Galu bilang makasih dan titip pesan juga jangan lupa makan nanti sakit"
Hahaha pasangan yang sangat kocak ob jadi jembatan antara sekretaris dan manajer, ob yang mendengar jadi baper sendiri.
__ADS_1
"Baik bu akan saya sampaikan" ujar ob langsung bergegas pergi.
Sekretaris Lita masuk kedalam dengan hati yang girang, ia sangat bahagia mendapatkan perhatian dari pak Galu apalagi titip pesan itu so sweet banget.
"Makasih ya mas makanannya kamu buat hatiku adem sekali tapi aku takut, takut jatuh cinta lagi dan ternyata itu milik orang, maafkan aku mas semoga perhatian kamu ini tidak melukai hatiku kelak" gumam sekretaris Lita dalam hati
Sekretaris Lita membuka makanan itu seketika matanya membulat sempurna, karena melihat makanan yang ada ternyata semuanya makanan kesukaan sekretaris Lita. hati sekretaris Lita sangat bahagia.
"Astaga ini makanan kesukaan aku makanan enak, pintar sekali ya Allah mas Galu ambil hati seorang wanita. Tapi aku jangan terpancing dulu sama mas Galu mengirim ini belum tentun menyukaiku kan, sama seperti pak Aris yang sering mengirim aku makanan tapi buktinya cintakku bertepuk sebelah tangan membuat aku sakit hati"
"Aku tidak mau hal ini terjadi lagi, biarkan waktu yang mengatur semua ini"
Sekretaris Lita lantas memakan makanan itu yang di kirim oleh pak Galu namun baru saja sekretaris Lita mau menyapi makanan ke mulutnya pintu kembali di ketuk.
"Aduh siapa lagi sih mau makan juga menganggu aja," gerutu sekretaris Lita sambil bangkit berdiri dan gegas ke arah pintu untuk membuka pintu.
Saat sekretaris membuka pintu ternyata seorang kurir berdiri di depan pintu dengan tentengan di tangannya. Membuat sekretaris Lita binggung apa lagi ini pikirnya.
"Iya pak ada apa ya." tanya sekretaris Lita.
"Maaf buk ini ada kiriman makanan untuk ibu"
"Maaf pak saya tidak pesan makanan yang pesan atas nama siapa ya pak boleh saya tahu."
"Atas nama pak Aris bu" ujar kurir
Membuat sekretaris Lita menaikan kedua alisnya binggung kenapa pak Aris masih mengirimnya makanan bukankah sudah mau nikah.
"Maaf ya pak saya tidak bisa menerima makanan ini jadi tolong kembalikan ke pak Aris, karena saya sudah punya makanan kalau tidak buat bapak saja makanan itu"
"Tapi bu pak Aris menyuruh saya antar kesini"
__ADS_1
"Iya pak dari pada mubazir karena saya tidak makan lebih baik buat bapak saja"