
Sedangkan di tempat lain, yairu itu dikediaman pak Yanto semenjak perusahaan pak Yanto bangkrut, kebayakan pak Yanto menghabiskan waktunya bersama dengan bu Sari di rumah, kalau soal masih sisa bisnis yang lain pak Yanto sudah mempercayakan kepada orang kepercayaannya untuk mengelolah bisnis yang masih ada, karena pak Yanto dan bu Sari sekarang ingin menikmati sisa hidup mereka apalagi mereka sudah yakin bahwa mereka sudah tidak punya anak lagi.
Saat ini bu Sari dan pak Yanto lagi bersiap untuk pergi berlibur keluar kota dengan semua pelayan yang ada dirumah itu. Sehingga rumah itu sengaja di kosongkan sementara waktu. Mereka sekeluarga ingin menenangkan diri setelah semua masalah datang silih berganti.
Masih pagi-pagi bu Sari sudah bangun dengan semua isi rumah karena pesawat berangkat jam sepuluh pagi, jadi mereka bersiap dari sekarang agar mereka berangkat ke bandara lebih awal.
"Bibik....siapakan sarapan ya untuk kita semua nanti panggil semua satpam yang ada di luar biar kita semua makan bersama di meja, tidak ada yang makan di luar dan di dapur. Kita makan bersama pagi ini disini sebelum kita berangkat."
Mendengar perkataan bu Sari membuat asisten rumah tanggah bersitatap dengan yang lain, karena baru kali ini bos mereka menyuruh mereka makan bersama di meja makan, memang selama ini bu Sari dan pak Yanto sering menyuruh asisten rumah tanggah mereka makan bersama di meja makan hanya saja mereka selalu menolak.
Karena masa mereka makan bersama dengan bos tidak mungkin, jangan salah loh banyak kok di dunia nyata bos makan bersama dengan asisten rumah tangganya di meja. Jadi jangan heran kalau di dunia novel juga ada seperti itu.
"Tidak apa-apa bu kami semua makan di belakang aja sekalian kami bereskan semua" jawab asister rumah tangga yang satu.
"Bibik saya bilang kita makan bersama disini, jadi tidak ada yang boleh membantah tapi kalau bibik tidak mau makan disini berarti bibik tidak usa ikut." ujar bu Sari membuat asisten rumah tangganya pasang muka sedih membuat yang lain terkekeh termasuk bu Sari dan pak Yanto.
"Bik...mari kita makan bersama aggap aja ini rasa terimah kasih kami untuk kalian semua yang sudah bekerja disini, kalian sudah berjasa bagi kami. Ibu hanya bercanda sama bibik, tiket bibikkan sudah di boking masa bibik tinggal"
"Baik lah pak bu, kami siapkan dulu semua makanannya"
"Baiklah silakan ibu sama bapak juga mau bersiap dulu biar nanti setelah selesai makan kita langsung berangkat, ingat periksa semua bawaan ya jangan sampai ada yang belum selesai."
Pak Yanto dan Bu Sari kembali ke kamar, karena ini masih pagi juga baru jam tujuh, jadi tidak buru-buru banget. Setelah sampai di kamar bu Sari duduk meja riasnya tapi mukanya senduh sekali, melihat itu pak Yanto mendekati istrinya dan mengelus pundaknya.
__ADS_1
"Mah, mama kenapa tiba-tiba kayak sedih banget seperti itu, ada yang mama pikirkan, coba ceritakan ke papa mah."
"Pah...kenapa, apa salah dan dosa kita sehingga anak-anak kita tidak ada satupun yang hidup bersama kita, Ady sudah bahagia di surga. Tapi Nadia sampai sekarang kita tidak tahu dia dimana"
"Mah, tidak perlu memikirkan anak itu lagi mah, dia sudah membuang kotoran ke muka kita. Lihatlah tidak ada satu keluarga kitapun yang mau mendekati kita karena perbuatan anak itu, kita sudah melakukan yang terbaik untuknya mah"
"Tapi dia sendiri yang memilih jalan itu sekarang papa mau tanya sama mama, apa mama masih mengharapkan anak itu pulang, kalau mama masih mengharapkan biar kita batalkan aja kepergian kita dan papa pergi cari dia sampai dapat tapi ingat mah, setelah dia kembali mama jangan marah jika papa yang akan pergi."
Pak Yanto menatap manik mata istrinya yang senduh. Sebenarnya pak Yanto tidak mempersalahkan istrinya ingat kembali anaknya,. tapi mau bagaimana lagi sudah terlanjur kecewa, mereka di asingkan oleh keluarga besar mereka karena perbuatan Nadia. Dan karena Nadia juga perusahaan yang sudah di bangun dari nol hancur dalam sekejap mata. Sehingga membuat pak Yanto agak sedikit kesal dengan istrinya yang kadang bikin emosi.
"Pah, dari tadi mama tidak bilangkan untuk menyuruh papa pergi mencari anak itu, mama hanya sesal aja kenapa dia bisa melakukan hal memalukan itu pah, mama aja tidak sudih dia kembali kerumah ini, boleh dia kembali ke rumah ini tapi dengan satu syarat dia datang kembali bersama dengan Dira dan Iksan. Mama terimah dia tapi kalau dia beranu datang sendiri mendingan tidak perlu dia dstang kesini nanti mama usir dia dari sini dan bila perlu kita jual rumah ini dan pindah keluar kota."
Jawaban bu Sari membuat pak Yanta senyum karena tadi pak Yanto berpikir kalau bu Sari masih pengen Nadia kembali ke rumah itu. Tapi ternyata pak Yanto salah.
"Iya pah, mama juga, biarlah kita habiskan masa tua kita berdua saja pah, bukannya sebelum mereka lahir kita juga hidup berdua aja pah, jadi kita kembali lagi seperti dulu haah"
Akhirnya bu Sari dan pak Yanto kembali tenang dan mereka mulai bersiap untuk turun ke lantai bawah, karena sebentar lagi mereka akan sarapan dan sekalian berangkat ke bandara. Setelah selesai pak Yanto menyeret dua koper besar penuh dengan barang-barangnya dan bu Sari.
Pak Yanto juga memanggil seorang satpam untuk membantunya menurukan koper itu kebawah karena sangat berat.
"Ya ampun mah, bawah apa aja sih didalam ini berat sekali mah, ini isinya apa mah?" tanya pak Yanto namun bu Sari senyum aja dan turun kebawah.
Setelah sampai di bawah baru bu Sari bilang kalau isi koper itu hanya barang-barang untuk di pake disana.
__ADS_1
"Itu hanya pakian kita pah untuk selama disana memangnya papa gak mau bawah pakian terus sampai disana baru beli maksud papa begitu kah."
"Gak juga mah, hanya saja sangat berat kirain ada emas batangan yang mama bawah di dalam koper itu hahaha"
"Ada-ada aja papa, mana ada emas batangan di situ, itu hanya persediaan keperluan selama kita disana. Oh ya mana yang lain bik panggil mereka semua biar kita sarapan bersama takutnya nanti kita terlambat."
Bibik gegas pergi memanggil yang lain karena di rumah itu asister rumah tangga dan satpam terus supir. Sehingga setelah mereka semua pergi rumah itu akan sepih.
*****
Hay untuk para pembaca setiaku terimah kasih banyak, karena masih setia membaca karya saya, walaupun banyak kekurangan dalam menyusun kata dan ketikan.
Tapi kalian masih setia, makasih juga untuk yang selalu komen, baik yang komen bagus dan juga yang komen buruk . Saya berterimah kasih.
Tapi disini saya mau bilang bagi yang komen buruk selama ini tidak masalah bagi saya, jangan kalian berpikir jika komen kalian buruk membuat saya down dan berhenti berkarya itu bukan tipe saya. Lagian itu hak para pembaca dalam menilai jadi tidak masalah.
Semakin kalian komen buruk itu membuat saya semakin bersemangat untuk berkarya. Karena dengan komen kalian membuat saya terinpirasi dan makin semangat.
Begitu juga yang komen bagus dan berikan like. Makasih karena sejauh ini sudah mendukung karya saya.
Membuat suatu karya itu tidak muda apa lagi mencari ideh tapi saya berusaha, banyak sekali karya yang saya baca, lebih buruk juga kok dari pada karya saya.
Tapi saya orangnya suka menghargai karya seseorang biarpun karyanya tidak menarik tapi dia sudah berusaha maksimal, jadi setiap kali saya baca karya orang biarpun kurang bagus saya selalu bilang tetap semangat karena mencari ideh itu susa.
__ADS_1
Jangan pernah berharap orang menyanjung karya yang kamu tulis, karena tidak semua orang menyukainya dan tidak semua orang menghargainya, bagi para author yang lain tetap sangat berkarya selagi kita masih dikasih kesempatan untuk berkarya.