
Akhirnya Cessie, Aris dan Faya sampai di rumah. Mereka langsung bersiap karena undangan makan malam jam tujuh sedangkan sekarang sudah jam lima kurang mereka harus mandi dan bersiap juga makan waktu, kalau soal Abian Cessie tidak terlalu kuatir karena bu Intan dan suster sudah menyiapkan segala sesuatu untuk keperluan Abian, bahkan saat Cessie pulang Abian sudah rapi jadi Cessie hanya mengurus dirinya saja mandi dan make up secantik mungkin karena ini kali pertama akan Cessie bertemu langsung dengan keluarga besar dari dokter Julio yang belum perna kenal sebelumnya jadi Cessie mau berikam penampilan yamg terbaik.
Cessie justru takut dalam hati kalau nanti Cessie mendengar omongam dari keluarga besar dokter Julio soal status Cessie saat ini sebagai janda satu anak. Cessie gelisa kalau memang itu benar dan dokter Julio justru tidak membelanya sama sekali lebih baik batal nikah saja dari pada kayak pernikahan pertama lagi.
Biarpun Cessie gelisa dalam hati tapi Cessie tetap bersiap untuk pergi harus siapkan mental dan kesabaran kalau nanti apa yang di kuatirkan terjadi Cessie harus sabar.
"Ah...tidak mungkin keluarga dari ibu dan ayah seperti itu mereka keluarga besar dan Cessie yakin mereka adalah keluarga yang memiliki attitude yang baik tapi kalau nanti benaran ada omongan pasti dari keluarga jauh bukan keluarga inti.
Setelah Cessie selesai bersiap Cessie hendak turun ke bawah, malam ini Cessie sengaja pakai dress..hitam dipadukan dengan haihils senada dengan tas Cessie juga make up natural karena memang Cessie dari dulu sukanya make up natural.
Cessie turun kebawah ternyata semua orang sudah menunggunya, mereka menatap ke tangah dengan tatapan kagum.
"Wah....ayah, ibu coba lihat adik...kayak bidadari baru turun dari langit cantik sekali dia, bagaimana Julio tidak jatuh cinta" ujar Aris
"Iya nak adik kamu memang cantik sekali, kalau semua sudah siap kita berangkat..jangan sampai keluarga besar Julio menunggu kita tidak enak."
Akhirnya mereka masuk kedalam mobil dan mereka berangkat, sepanjang jalan Cessie hanya diam bertukar pikiran dengan yang lain karena pak Arya melihat gelagat Cessie agak ane akhirnya pak Arya bertanya kenapa putry nya begitu gelisa.
"Nak..ayah lihat kamu dari tadi kayak gelisa begitu ada apa.?..apakah ada sesuatu yang kamu sembunyikan, atau ada sesuatu yang menganjal di hatimu beritahu ayah?" Cessie yang dapat pertanyaan tiba-tiba dari pak Arya terkejut karena Cessie tidak menyangka ternyata pak Arya memperhatikannya.
__ADS_1
"Eh...tidak ada ayah...Cessie hanya takut saja...karena selama ini Cessie belum pernah ketemu dengan keluarga besar mas Julio, Cessie takut jika ada yang menolak Cessie karena status Cessie ayah"
Jawaban Cessie sontak membuat semua yang ada didalam mobil terdiam berapa detik kemudian pak Arya kembali buka suara.
"Nak buang jauh-jauh pikiran negatif kamu itu...tidak mungkin keluarga besar nak Julio seperti itu, lagian kalau memang ada yang seperti itu pas kita ada disana disitulah kita akan tahu apakah Julio benaran mencintai kamu atau tidak. Begitu juga Rina dan suaminya kalau mereka benaran menyayangi kamu pasti mereka akan membela kamu, tapi kalau mereka sama sekali tidak membela kamu maka malam ini juga ayah putuskan kalian batal nikah"
Mereka kembali tercengan dengan perkataan pak Arya termasuk bu Intan. Makanya bu Intan langsung menyelah.
"Pah...nak..kalian bicara apa ibu yakin Julio sangat mencintai kamu jadi jangan berpikir begitu ya, biarpun mereka belum mengenal kamu nak tapi percayalah mereka orang baik"
"Iya maaf bu, yah. Cessie hanya takut saja tapi Cessie juga sependapat dengan ayah kalau itu terjadi lebih baik batal saja, Cessie tidak mau menderita dengan masalah yang sama."
Saat dokter Julio melihat rombongan Cessie awalnya mau masuk jadi urun, dokter Julio berdiri menunggu mereka semua turun dokter Julio mencium punggung tangan bu Intan dan pak Arya, dokter Julio juga langsung mengendong Abian karena tadi dari rumah sakit sudah mandi bersih jadi bebas gendong Abian.
"Ayah...ibu masuk...putra papi pipi kamu gembul banget nak bikin papi gemas saja deh.."
Cessie di gandeng oleh dokter Julio sambil mengendong Abian mereka jalan beriringan masuk kedalam ternyata bu Rina dan suaminya hendak keluar untuk menyambut keluaga Cessie.
"Silakan masuk semuanya kita langsung saja ke ruang tengah, astaga cucu nenek tanpan sekali kayak papi nya sini nenek gendong dulu pipi cucu nenek gembul sekali."
__ADS_1
Bu Rina membawah semua keluarga Cessie ke ruang tengah, dan langsung mempersilahkan keluarga pal Arya duduk, ternyata semua keluarga sudah menunggu ada yang menatap Cessie dengan senyum bahagia ada yang biasa saja bahkan ada juga yang menatap Cessie dengan sinis.
Cessie sayang sini perkenalkan ini budhenya Julio kalau padhenya lagi keluar sebentar, ini putry dan putranya bu Rina perkenalkan satu persatu kepada Cessie, namun dari semua itu ada seorang ibu-ibu katanya adik angkat dari bu Rina menatap Cessie dengan tatapan sinis.
"Ini anak siapa mbak kok panggil cucu sih memangnya itu anak Julio...astaga jadi ternyata calon istri kamu itu janda satu anak toh...kirain masih anak gadis tahunya kamu pilih bekas orang...kamu sih tidak mau di jodohin coba kamu mau di jodohin budhe jodohin kamu dengan anak orang kaya masih gadis, kamu bilang sudah punya calon yang cantik dan berkelas eh...tahunya kelas rendahan janda bekas orang"
Cessie yang mendengar penuturan dari perempuan itu meresa sangat sakit hati sekali ternyata benar apa yang di kuatirkan Cessie tadi.
"Meri, jaga ucapan kamu ya! mbak undang kamu kesini untuk hadiri acara pernikahan Julio bukan berkata seperti itu dan sembarangan menilai calon mantu mbak...jangan kamu menilai orang dari statusnya ya, memangnya salah kalau status colon menantu mbak janda jangan kamu melihat seseorang dari status Meri" pekik bu Rina
"Loh...kok mbak marah sih seharusnya mbak bersyukur aku bicara begitu biar perempuan ini tahu diri, kalau namanya perempuan status janda berarti dia bukan perempuan baik-baik makanya dia di tinggal oleh suaminya apalagi sekarang masih punya anak bayi bisa jadi itu anak pria lain bukan anak suami sebelumnya."
Brakkk.....!
Dokter Julio memukul meja sampai menghasilkan bunyi kuat membuat semua orang terkejut termasuk perempuan mulut busuk itu.
"Budhe Julio menghargai budhe sebagai adik angkat ibu...tapi bukan dalam arti budhe ikut campur urusan keluarga Julio, Julio yang mau menikah kenapa budhe yang repot drngar ya budhe Julio tidak butuh restu dati budhe kadi jangan menghina calon istri Julio...jika budhe tidak mau ikut acara pernikahan Julio pintu terbuka budhe, silahkan keluar dari sini karena tanpa budhe acara nikahan Julio tetap berjalan jangan menghina calon istri Julio budhe karena calon istri Julio adalah perempuan yang terhormat, coba budhe ngaca deh putry budhe kenapa sekarang jadi janda juga apa karena dia perempuan tidak baik"?
Mampus jadi perdmpuan mulut comberan.
__ADS_1