
Sinta memandang Bella dengan tatapan tajam, Sebenarnya Sinta juga sudah geram dengan perbuatan Bella tapi pas Sinta melihat wajah senduh Bella yang memang dia benar-benar minta maaf akhirnya Sinta memaafkan Bella. Hanya saja Sinta belum menjawab permohonan Bella karena Sinta masih mau lihat sampai mana usaha Bella untuk meminta maaf. Apalagi karena sudah malam akhirnya Sinta gegas pergi masuk kedalam kamar dan langsung menutup pintunya.
Sinta pergi meninggalkan semua orang yang ada diluar termasuk Melli dan Bella sebenarnya, Sinta bukan tidak mau memaafkan Bella hanya saja Sinta masih ngetes Bella, setelah kepergian Sinta akhirnya yang lain juga nyusul masuk kedalam kamar masing- masing. Melli yang juga sudah bersiap mau masuk langsung dicegah oleh Bella kali ini Bella benar-benar menangis meminta maaf.
"Mell...aku tahu Sinta pasti sangat membenciku aku benar-benar minta maaf aku salah aku minta maaf Mell, apa yang harus aku lakukan agar Sinta mau memaafkanku aku tidak mau masuk penjara Mell tolong aku . Hanya karena iri hati aku melihat kamu lebih dekat dengan Sinta ketimbang aku, padahal aku juga pengen berteman baik sama kalian."
Melli berdiri dan membalikan badannya dan menatap Bella.
"Bell ini pelajaran untukmu lain kali berpikir dulu sebelum bertindak. Kamu tahu perbuatan kamu itu tidak bisa dibenarkan dimanapun, mendingan sekarang kamu intropeksi diri dulu baru datang minta maaf sama Sinta."
"Kamu istirahat aja besok baru kamu minta maaf sama Sinta, aku tahu Sinta tidak membencimu hanya saja dia masih emosi sama kamu, tapi kamu harus mengubah sikap kamu agar semua orang tidak menjauhi kamu, masuklah kekamar ini sudah larut malam kalau memang kamu benar-benar merasa bersalah dan mau meminta maaf besoklah kamu datangin dia minta maaf aku yakin dia akan memaafkan kamu."
Akhirnya Bella mendengar perkataan Melli dan masuk kekamarnya begitu juga dengan Melli mereka mandi dan bersiap untuk istirahat.
****
Keesokan harinya Cessie sudah siap untuk berangkat kepengadilan agama. Untuk mengadiri sidang cerai terakhir. Sedangkan tadi malam setelah Aris pulang dari kantor Aris sudah beritahu perihal soal Aris melamar Faya, jadi baik pak Arya maupun bu Intan senang dan mereka rencana akan melangsungkan pernikahan Aris dan Faya secepatnya.
Karena perut Cessie sudah makin membesar jadi Cesie kemana-mana selalu Memakai dress yang agak longar agar ia bisa leluasa.
__ADS_1
Namun karena hari ini sidang cerai jadi Cessie memilih pakai baju kemeja putih dan rok hitam, membuat aura kecantikan Cessie semakin memancar.
Setelah Cessie mengolesi sedikit make up tipis di wajahnya ia keluar dari kamarnya dan turun kebawah, jadi kamar Cessie masih tetap di lantai dua karena Cessie tidak mau pindah kebawah.
Katanya ia pernah baca artikel kalau ibu hamil itu harus banyak gerak, apalagi naik turun itu bagus untuk pas melahirkan nanti. Makanya Cessie tidak mau turun kebawah.
Cessie menuruni anak tangga satu persatu akhirnya sampai dibawah juga, ternyata di meja makan sudah ada bu Intan dengan pak Arya sedangkan Aris belum ada.
"Selamat pagi yah, bu kak Aris mana?"
"Sebentar lagi kak kamu datang nak, oh ya, apa kamu sudah siap untuk berangkat ke pengadilan sekarang nak" tanya pak Arya.
"Tidak nak, ibu tetap harus ikut inikan sidang cerai kamu terakhir, ibu mau mendengar keputusanya. Semoga mantan suami kamu tidak melakukan hal konyol disana agar semua bisa berjalan dengan baik, ibu tidak mau seperti yang sudah-sudah selalu ada masalah"
"Iya bu Cessie juga berharap begitu tapi kita tidak tahu, seperti apa nanti mas Surya, tahu sendiri sikap egoisnya tidak pernah hilang, merasa paling benar"
Pas lagi berbincang Aris datang dan langsung membuang bokongnya diatas kursi" pagi semuanya yah, bu dik sehat semuakan hari ini"? Tanya Aris
"Pagi juga nak sehat kok semunya, gimana nak kamu ikut juga gak ke pengadilan atau kamu ke kantor aja." tanya pak Arya
__ADS_1
" Aris ikut ayah, tapi Aris jemput Faya dulu setelah itu baru kami langsung aja ke pengadilan."
Akhirnya mereka mulai sarapan, setelah mereka sarapan saatnya mereka semua bersiap untuk menuju ke pengadilan agama seperti biasa Cessie pergi dengan bu Intan dan pak Arya, karena Cessie sudah tidak diijinkan lagi bawah mobil sendiri pak Arya takut terjadi apa-apa sama Cessie.
Jadi kalau kemana-mana kalau bukan pak Arya yang antar berarti Aris hanya dua orang itu yang bisa mengantar Cessie. Padahal ada sopir juga dirumah tapi heran kenapa tidak di pake hanya di pajang hahaha. Setelah sudah siap semua Cessie masuk kedalam mobil di ikuti bu Intan Dan pak Arya. Mereka mau beragkat kepengadilan.
Pak Arya menyetir mobilnya dengan kecepatan normal karena ini masih pagi jadi memang macet panjang, karena semua para pejuang pencari nafkah. Lagi berlombah untuk mencari jalan cepat agar sampai di tempat tujuan. Sama halnya dengan pak Arya karena mereka juga pengen cepat sampai di pengadilan.
"Nak, Julio datang gak kamu sudah kasih tahu dia belum kalau hari ini sidang cerai kamu." tanya pak Arya.
"Kalau hari ini aku sengaja tidak kasih tahu ayah, karena kemarin aku sudah kasih tahu pas ditanya biarlah kalau dia ingat dan kalau mau datang tidak apa-apa tapi takutnya kak Julio sibuk yah, mungkin banyak pasien atau gimana jadi kita tidak boleh menganggunya."
"Oh iya nak, baiklah kirain kamu sudah kasih tahu tapi memang ada benarnya juga takutnya menganggu kosentrasinya dalam menangani pasien."
Mereka kembali dia dan mereka berperang dengan pikiran masing-masing, Cessie masih memikirkan apalagi yang akan terjadi di pengandilan nanti ia takut Surya berbuat masalah lagi padahal Cessie sangat berharapa agar dia secepatnya lepas dari laki-laki itu.
"Semoga Surya tidak perlu hadir dipersidangan kali ini agar, prosesnya cepat selesai, karena kalau dia datang pasti panjang dramanya, aku tidak mau ada kekacauan lagi. Sebenarnya aku ingin kami berpisah secara baik-baik agar pada saat dia keluar aku bisa injinkan ketemu dengan anaknya tapi kalau seperti ini, aku tidak bisa membiarkan anakmu ketemu dengan laki-laki egois sepertinya." gumam Cessie dalam hati.
Karena pagi ini macet banget jadi agak sedikit lama sampai di pengadilan agama tapi itu tidak mengurangi semangat Cessie untuk mengikuti sidang hari ini. Sebenarnya Cessie juga merasa gugup tapi ia harus bisa kuat dan berani. Pak Arya mengemudi mobil tidak lama mobil berbelok masuk kedalan parkiran kantor pengadilan agaman.
__ADS_1
Pak Arya berusaha mencari tempat parkir yang aman karena masih pagi begini saja parkir pengadilan sudah penuh gila...ya ternyata banyak juga yang mengungat cerai pasangannya, bukan hanya Cessie yang ikut sidang hari ini tapi juga banyak pasangan yamg ikut namun bedah jam.