Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
112 Rencana kedatangan Keluarga Iksan


__ADS_3

Kalau dipikir-pikir Iksan terlihat sangat konyol, berani-beraninya ia menyuruh orang untuk mengirim karang bunga ucapan turut berduka cita ke rumah sakit. Untuk mantan istrinya yang jelas belum meninggal, tapi kita tidak bisa menyalahkan Iksan karena Iksan lakukan itu untuk meluapkan semua kekesalan terhadap mantan istrinya, yang selama ini sudah dipendam.


Dengan adanya kiriman karangan bunga kerumah mantan mertua, itu menandakan kalau Iksan ingin agar baik Nadia dan maupun keluarganya merasakan sakit yang perna Iksan dan Dira rasakan. Sampai sekarang dan Iksan juga ingin keluarga Nadia hancur termasuk Nadia. Ya Allah Nadia karena kelakuan buruk kamu lah, yang menyeret semua orang termasuk orang tua kamu yang tidak tahu apa-apa dan sudah mendidik kamu.


Setelah orang kepercayaan Iksan pergi, Iksan kembali melanjutkan pekerjaannya, ia membuka setia file yang masuk dan mengecek satu persatu dengan sangat benar dan teliti, namun Iksan sama sekali gak focus, pikirannya melayang kemana-mana.


Ikasan pengen cepat pulang aja kerumah untuk ketemu dengan sih princess kesayangannya. Namun Iksan juga mikirkan rencana yang sudah ia susun dengan rapih untuk membalas Nadia


"Siap mental kamu Nadia aku tunggu kamu keluar dari rumah sakit. Coba waktu itu kamu pergi Dira sudah besar mungkin ceritanya berbedah, aku gak sebenci ini sama kamu, dan coba waktu itu kamu hanya pergi sebentar dan kembali, mungkin aku akan memaafkan kamu."


"Tapi sayangnya kamu egois, kamu perempuan yang paling egois yang perna aku kenal kamu pergi tanpa sebab, kalau kamu pergi karana saya main kasar sama kamu baru saya yang akan memohon dan minta kamu balik, tapi ini jangankan kasar marahin kamu aja gak perna".


"Kamu pergi tanpa alasan yang jelas. Kamu menghilang begitu saja. Kamu tahu Nadia Dira sekarang sudah dua tahun lebih dia sangat cantik, tapi sayangnya dia sudah gak kenal sama kamu karena semua kenangan tentang kamu dan aku, sudah aku lenyapkan semua tanpa ada jejak".


" Itu karma untuk kamu Nadia Tuhan menghukum kamu karena berani meninggalkan anak kamu, sekarang kamu rasakan, sudah gak bisa punya anak seumur hidupmu, jika suatu saat kamu mengetahui kalau Dira adalah anak yang kamu tinggalkan. Jagan harap aku membiarkannya untuk bertemu dengan kamu, karena kamu gak pantas di sebut mama"


"Iksan tiba-tiba ingat pesan dari mbak Alana, ia segera telpon, lantas Iksan mengambil hpnya dan menekan nomor mbak Alana tak lama, ada sebuah suara yang lembut menyapa Iksan dari seberang telpon.


"Hallo San, kamu sibuk tak? Dari tadi mbak mau telpon kamu tapi mbak takut kamu sibuk nanti mbak jadi menganggu. Makanya mbak hanya kirim pesan aja biar kamu bisa baca nantinya" ujar mbak Alana

__ADS_1


"Iya Hallo mbak, iya nih agak lumayan sibuk di kantor, tadi gak sempat balas pesan mbak karena ada tamu. Ada apa mbak semua baik-baik aja kan?. Ayah dan ibu sehat kan mbak." Tanya Iksan


"Iya semua sehat, mbak hanya mau kabarin kalau besok mbak sama ayah dan ibu mau kesana"


"Ha...benaran mbak mau kesini sama ibu dan ayah? kok mendadak mbak kenapa gak kabarin dari semalam mbak"?


"Hahaha mbak sengaja San. Lagian ini juga tiba-tiba ibu dengan ayah minta kesana kebetulan....mbak juga kangen sama Dira ayah dan ibu juga makanya besok kami mau ke sana tolong jemput kita ok."


"Terus yang menghandle semua pekerjaan disana siapa mbak, kalau semua kesini berarti rumah kosong dong mbak"


"Olaha San...kan ada orang kepercayaan di setiap usaha kita ngapain kuatir, dan soal rumah kan ada asisten rumah tanggah dengam satpam astaga San kekuatiran kamu berlebihan tahu gak."


"Haahah betul juga ya mbak, ya gitu lah mbak karena sudah pernah kehilangan jadi belajar dari pengalaman itu." ujar Iksan sambil mengaruk kepalanya gak gatal sambi cengegesan.


"Ok siap mbak"


Iksan langsung menutup telponnya sambil tersenyum bahagia, karena orang tua dan mbak Alana datang. Dira pasti sangat senang, Iksan langsung menutup kembali leptopnya dan bersiap pulang ke rumah, ia rencana melakukan pekerjaannya dirumah aja setelah Dira tidur. Karena jam tidur Dira jam Tujuh jadi setelah Dira tidur baru Iksan selesaikan pekerjaannya di ruang kerja.


Iksan memanggil sekretarisnya dan bertanya apakah hari ini ada jabwal miting diluar atau di perusahaan. Namun kata sekretarisnya selama satu minggu ini gak ada jabwal. Iksan bernafas lega setidaknya ia segerah pulang untuk ketemu dengan pricessnya di rumah.

__ADS_1


"Pricess kesayangan papa, tunggu papa di rumah ya papa mau pulang," Iksan bergegas keluar dari ruangannya dan masuk kedalam lift.


Ting tong!!


Tak lama lift terbukan dan Iksan segerah keluar, dan melangkah menuju ke loby yang dimana mobilnya sudah terparkir disana. Iksan langsung masuk kedalam mobil dan menghidupan mesinnya, dengan kecepatan sedang Iksan melajukan mobilnya memecahkan keramainan di jalanan ibu kota.


Sebelum Iksan pulang ia mampir dulu ke toko kue untuk membeli kue kesukaan Dira dan juga satu bungan mawar untuk anaknya, padahal Dira masih kecil tapi Iksan memperlakukan Dira seperti permata yang sangat berharga.


Biasanya seorang laki-laki membelikan bunga untuk kekasih atau pacarnya, ini mala Iksan beli bunga setiap hari untuk anak semata wayangnya. Setelah selesai beli Iksan langsung membayar dan gegas keluar dari toko dan masuk kedalam mobil, sepanjang perjalanan Iksan menyungingkan senyumnya.


Iya gak sabar untuk memberikan apa yang sudah ia belih ke anaknya kesayangannya.


******


Sedangkan di tempat lain, pak Arya dan bu Intan lagi bersiap untuk berangkat kantor polisi. Karena gak ada Aris dan Cessie di rumah jadi, mereka juga kesepian.


Mungkin dengan cara mereka keluar bisa mengobati kesepian bu Intan dan pak Arya karena rencana kau malam Cessie dan Aris masih nginap di rumah Cessie. Pak Arya dan bu intan akan nyusul mereka makan bu Intan lagi siapkan pakaian untuk ganti disana.


"Mah, sarapan dulu baru kita berangkat, nanti kalau selesai dari kantor polisi kita mampir ke kantor aja biar mama bisa istirahat di sana, soalnya ada hal penting yang mau papa bicarakan dengan Aris dan Cessie."

__ADS_1


"Iya pah, sebenarnya mama rencana mau ke butik sih pah tapi gak jadi nanti aja. Mama ikut ke kantor aja lagian sudah ada yang menghandle. Jadi nanti besok-besok aja mama ke butik. Lagian mama juga sudah pantau dari jauh jadi papa gak usa kuatir"


Akhirnya bu Intan dan pak Arya mereka hanya berdua aja sarapan biasanya mereka berempat sekarang tinggal mereka berdua yang membuay mereka kesepian.


__ADS_2