Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
414


__ADS_3

Surya langsung di larikan ke rumah sakit karena sudah kritis, sehingga membuat temannya dan kedua sipir panik, mereka juga langsung minta tolong polisi untuk membatu dan mengawal Surya ke rumah sakit seorang petugas langsung menghubungi Sinta dan mengabari kalau Surya lagi dalam perjalanan di larikan ke rumah sakit karena kritis.


"Pak tolong hubungi salah satu keluarga pak Surya, dan beritahu mereka jika pak Surya lagi dalam perjalanan kerumah sakit karena kritis" ujar seorang petugas.


"Baik pak, soalnya yang bisa di hubungi adalah saudara perempuan pak Surya Sinta namanya, saya akan menghubunginya kalau keluarga pak Surya yang lain saya tidak tahu soalnya ibu nya pak Surya juga sudah meninggal" ujar petugas itu.


Petugas tersebut mengeluarkan hp nya dan langsung menelpon Sinta yang kebetulan nomor hp Sinta ada pada petugas itu, karena setiap kali terjadi sesuatu dengan Surya petugas itu juga yang selalu menelpon Sinta. Karena mbak Eva sama sekali tidak mau tahu tentang urusan Surya.


Sinta yang sementara santai di rumah bersama dengan Iksan, karena baru pulang dari kantor mendengar hpnya berbunyi, namun Sinta justru tidak mengubrisnya Sinta santai bahkan tidak mengangkat telpon itu, akhirnya Iksan yang mengangkat telpon setelah menegor Sinta.


"Sayang itu ada telpon masuk angkat dulu siapa tahu penting? Kok di lihatin gitu aja bukannya angkat"? ujar Iksan.


"Mas sepertinya ini dari pihak kepolisian dari lapas dimana mas Surya di tahan, malas angkat pasti mas Surya buat onar lagi disana tidak perlu angkat mas malas" ujar Sinta kesal. Tapi Iksan tidak mengindahkan perkataan Sinta.


"Jangan begitu sayang, biarpun mas dulu tidak menyukai mas Surya tapi, mau bagaimana pun juga mas Surya tetap ipar mas jadi jangan berpikir yang negatif terus belum tentu mereka telpon karena mas Surya buat onar bukan? sini hpnya biar mas yang angkat. Dan bukannya mas Surya sudah berubah ya sayang?" Ujar Iksan.


Karena mereka berdua asyik berdebat akhirnya mati telponnya, tapi tidak berselang lama hp kembali berdering dari nomor yang sama sehingga Iksan langsung mengangkat telponnya.


"Hallo..selama sore!" Ujar Iksan.

__ADS_1


"Hallo selamat sore pak, apakah ini dengan keluarganya pak Surya?" tanya petugas yang menelpon.


"Iya benar pak ada apa ya, dengan pak Surya" tanya Iksan lagi.


"Jadi begini pak, kami dari pihak lapas ingin mengabari kalau saat ini kami dan pak Surya lagi dalam perjalanan menuju ke rumah sakit karena pak Surya lagi kritis pak, jadi tolong keluarga segerah datang ke rumah sakit karena kemungkinan besar pak Surya tidak selamat." Ujar petugas.


"Deg.....!" Sinta juga mendengar semua percakapan Iksan dan petugas dari lapas membuat jantung Sinta berdegup kencang. Sinta langsung bangkit dari duduknya dan mengambil hp dari tangan Iksan dan langsung bicara dengan petugas.


"Hallo pak, apa barusan bapak bilang, pak Surya kritis"? Tanya Sinta sekali lagi.


"Iya bu, jadi tolong segerah datang ke rumah sakit sekarang juga" sambung petugas.


Setelah Sinta mematikan telpon Sinta langsung menatap Iksan.


"Mas Sinta harus ke rumah sakit sekarang mas, mas Surya kritis, memang sudah lama mas Surya sakit tapi semenjak masalah Abian itu Sinta tidak perna menjenguk mas Surya sampai ibu meninggal baru ketemu lagi pas mas Surya dapat ijin untuk datang ikut pemakaman ibu" ujar Sinta tiba-tiba air mata Sinta mengalir begitu saja membasahi pipinya perasaannya tidak enak dan mengatakan jika akan terjadi sesuatu, hal itu membuat hati Sinta sangat sakit memang sudah banyak kesalahan yang sudah di lakukam oleh Surya tapi Sinta tahu kalau akhir-akhir ini Surya sudah sangat berubah.


"Ya Allah, semoga mas Surya tidak kenapa-napa memang sudah banyak kesalahan yang dia lakukan bahkan sampai sekarang Abian belum maafin mas Surya, ibu sudah tidak ada sekarang mas Surya kritis tolong selamatkan dia ya Allah, dan tobatkan lah dia dari segala dosanya, aku memang tidak menyukai sikapnya tapi aku juga belum siap kehilangan dia ya Allah cukup ibu yang sudah duluam pergi." gumam Sinta dalam hati.


Iksan yang melihat Sinta tepaku di tempat dengan air mata mengalir, langsung memeluk Sinta dan menenangkannya dan mengajak Sinta ke rumah sakit.

__ADS_1


"Sayang tenang ya percaya mas Surya baik-baik saja, seharusnya mas tidak perlu membenci mas Surya karena selama ini mas Surya tidak tahu kalau Nadia mantan istri mas itu sudah punya suami dam anak, mas sudah maafin mas Surya sayang ayuk kita kerumah sakit sekarang dan jangan lupa hubungi mbak Eva juga sayang." ujar Iksan langsung menarik tangan Sinta dan keluar dari rumah menujuh ke garasi mobil.


Sinta dengan Iksan langsung masuk kedalam mobil dan keluar dari halaman rumah mereka menujuh ke rumah sakit, karena setiap kali Surya di larihkan ke rumah sakit Sinta dengan Iksan yang selalu datang sehingga mereka sudah tahu di rumah sakit mana Surya di rawat nanti. Sepanjang jalan kerumah sakit Sinta hanya menatap kosong kedepan Sinta tidak bicara apapun, karena sekarang pikirannya tertujuh ke kondisi Surya sekarang.


"Sayang, kenapa melamun begitu? Coba telpon mbak Eva dulu saya biar mas hubungi Julio saja untuk membawah Abian ke rumah sakit, jika memang ini akhirnya dari kehidupan mas Surya setidaknya Abian sudah mengenal ayah kandungnya dan mau memaafkan dia" ujar Iksan.


"Mas nanti aja hubungi mbak Eva, kita sampai di rumah sakit dulu biar pastikan kondisi mas Surya seperti apa baru lah Sinta hubungi mbak Eva, supaya Sinta bisa bicara sesuai dengan apa yang Sinta lihat, kalau telpon sekarang apa yang harus Sinta katakan hanya bilang kritis aja tapi belum lihat kondisinya" ujar Sinta.


Benar juga yang di katakan Sinta, biar sampai di rumah sakit aja dulu baru mengabari semuanya setelah tahu kondisi Surya seperti apa.


"Iya kamu benar sayang lebih baik jangan dulu." ujar Iksan.


Sedangkan di tempat lain Surya sudah sampai di rumah sakit dan langsung di tangani oleh dokter, Surya langsung di bawah keruang UGD karena memang kondisi Surya sudah kritis.


"Pak bagaimana dengan keluarga Pak Surya ada yang datang tidak" tanya seorang petugas.


"Tunggu saja pak karena tadi katanya mereka segerah datang kemari, tapi kalau keluarganya tidak datang, apapun yang terjadi biar kita saja yang mengurusnya pak sekarang saya lihat dari keluarga pak Surya tidak ada yang peduli dengan pak Surya mungkin karena keluarga pak Surya sangat kecewa dengan tingkah laku pas Surya". Ujar petugas.


"Ya sudah kita tunggu saja dulu karena masih di periksa oleh dokter, nanti kita tanya kondisinya dan tunggu sampai keluarganya datang lagian kalau mereka tidak pun kita akan tetap menjaga disini."

__ADS_1


polisi menunggu diluar karena Surya masih di periksa oleh dokter didalam ruang UGD, lagian Sinta dan Iksan juga dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.


__ADS_2