
Pov Iksan.
Saya Iksan Aditia Angara.
Anak kedua atau anak bungsu dari pasangan suami istri Amanda Ashara da Hartono Agara, saya memiliki seorang saudara perempuan yang sangat cantik dan lembut hati namanya Alana Kanila.
Sejak dari kecil keluarga kami memang sudah terbilang kaya, karena ayah dan ibu saya, orang tua yang pantang menyerah dalam menguliti didunia bisni.
Mereka berusaha keras membangun perusahaan yang berkecambung didunia properti dan tambang mas, jadi kalau di bilang saya dari keluarga kaya, bisa di bilang iya, tapi masih nomor dua di bawah perusahaan Arya grup yang sekarang melambung dimana-mana.
Saya sebagai anak laki-laki satu-satunya dari keluarga pasti, saya harus berusaha untuk menjadi seorang pengusaha sukses seperti orang tua saya, tapi kalau soal memlih pasangan saya jarang sekali mendekati wanita, apa lagi wanita yang dekat dengan saya hanya karena harta yang di miliki keluarga, itu yang membuat saya gak suka.
Karena saya kulia ambil jurusan manejemen jadi kalau soal bisnis, gak usa di tanya karena itu adalah dunia saya, kalau kak Alana dia maunya buka usaha sendiri seperti butik dan juga toko berlian.
Saya selalu mendukung setiap usaha kak alana karena kakak alana adalah gadis yang lembut dan sangat menyanyangiku. Mungkin juga karena saya adik satu-satunya haahha.
Karena anak perusahaan lagi di rintis di negara kelahiranku , karena dulu kami pindah keluar negeri karena bisnis perusahaan ayah yang lagi berkembang disana jadi terpaksa ayah memboyong kami keluar negeri.
Tapi sekarang ayah kembali membuka perusahaan baru di negara kelahiran saya, jadi pas ayah mengatakan, kalau saya harus kembali ke tanah kelahiran, saya langsung setujuh, jadi ayah mengutus saya untuk mengurus anak perusahaan itu, karena saya juga masih sendiri jadi bebas saya terimah. Akhirnya saya kembali lagi di dimana saya di lahirkan.
Sudah satu bulan saya di ibu kota mengurus perusahaan, ternyata perusahaan yang saya pengang berkembang sangat pesat. Itu yang membuat saya sangat bahagia karena perusahaan bisa berkembang di bawa tanganku. Suatu hari saya ada janji pertemuan dengan klien di restoran.
Sekitar jam sebelah saya sampai di tempat tersebut tak lama kemudian klien datang, dan kami langsung membahas tentang kerja sama, ternyata klien saya langsung tertarik dengan penawaran saya, akhirnya saya kerja sama dengan perusahaan tersebut. Setelah klien pergi saya juga bagun dari duduk dan hendak pergi, kembali ke perusahaan karena besok weekend jadi rencana besok mau pergi libur dengan teman-teman baru juga beberapa langkah
brukkkkkk....
Tiba-tiba ada seseorang yang menabrak saya. Lantas saya langsung minta maaf padahal saya tahu itu bukan kesalaham saya, tapi tak apa, lagian meminta maaf bukan hal yang sulit pikirku.
__ADS_1
"Maaf mbak" kata ku sambil menunduk untuk mengambil tas mbak yang jatuh tadi. Pas angkat kepala ternyata saya melihat seorang gadis cantik putih tinggi berdiri di depan saya dengan senyum manis.
Saya langsung berikan tasnya dan berkata" maaf mbak gak segaja."
"Gapapa pak maaf saya yang tadi jalan sambil main hp makanya gak melihat mas lewat tadi." ujarnya
Karena saya langsung tertarik sama dia akhirnya kami berdua kenal hari itu juga jadi ternyata nama gadis itu nadia sesuai dengan orangnya juga cantik cuiiiihhh.... dan pada akhirnya kami bertukar nomor hp.
Mulai dari situ kami sering telpon wa nanyain kabar, dan bahkan berdua sering kali makan malam bersama, dan pak weekend kami selalu memiliki waktu itu sekedar jalan-jalan. Lama-lama besama dengan nadia ternyata manis juga dan saya diam-diam menaruh hati padanya.
Selama enam bulan kami bersama akhirnya saya memberanikan diri untuk ungkapkan perasaan ku, namun tak ku sangka dia juga langsung terimah dan mendesak saya untuk menikahinya, karena saya sudah jatuh cinta jadi gak berpikir kedepannya seperti apa.
dan ia juga mengajak saya untuk datang melamarnya langsung ke orang tuanya, akhirnya saya setuju dan singkat cerita saya langsung datang kesana dan melamar nadia
"Tante, om, maaf jika saya lancang datang sendiri, tapi kedatangan saya kesini ingin menyampaikan kalau saya, mencintai anak gadis om dan tante."
"Saya sanggup om, saya akan mendidik nadia nanti dengan baik, om percaya lah sama saya"
"Ok baiklah kalau begitu lebih mulianya lagi jika orang tua nak iksan datang kesini agar om dan tante juga kenal dan kita membicarakan hari pernikahan"
Sebenarnya saya pengen lamaran yang resmi, baru menikah tapi nadia menolak entah kenapa saya juga binggung, padahal sebagian besar anak gadis yang mai menikah.
Mereka berpikir kalau menikah itu sekali seumur hidup jadi pengen yang wah....gitu dari pertemuan orang tua dan harus lamaran resmi biar semua oran tahu, baru lanjut menikah, tapi herannya nadia gak mau akhirnya baik saya maupun orang tua sepakat gak usa lamaran lagi, tapi langsung nikah.
Ternyata orang tua nadia juga langsung setujuh, akhirnya saya janji akan membawa kedua orang tua datang temui keluarga nadia satu minggu lagi.
Dan sesuai janji saya kepada kedua orang tua nadia satu minggu kemudia saya datang bersama dengan kedua orang tua saya.
__ADS_1
"Berarti sudah fiks ya pak yanto anak kita satu bulan lagi mereka segera menika" tanya ayah
" Iya pak Har, sebentar lagi kita sudah berbesan haahaha" ujar pak yanto ayahnya nadia
Dan akhirnya kedua belah pihak menentukan tanggal pernikahan kami dan pada akhirnya kami menikah satu bulan kemudian, saya sangat mencintai nadia, jadi apapun yang dia minta tak perna saya gak berikan.
Awalnya rumah tangga kami harmonis, dan setelah kami menikah saya dengan nadia kembali ke luar negeri dan perusahasan di ibu kota saya serakan ke orang kepercayaan ku.
Setelah kami menikah berapa bulan Tuhan samgat baik, akhirnya nadia hamil saya sebagai seorang suami yang sangat mengiginkam seorang anak saya sangat bahagia sekali.
Saya manjain nadia, dia minta mobil saya belikan, dia minta apa saja selalu saya turuti apa lagi saya laki-laki yang terbilang sangat royal. Karena saya selalu ingat pesan ibu.
"Jangan perna menyakiti hati anak gadis orang, kecuwali dia lah yang memulainya baru kamu bertindak, jadi saya selalu berpengang teguh kata-kata ibu. Karena ibu adalah wanita yang palinh lembut hatinya makanya nurun ke kak alana"
Waktu terus berjalan, tak terasa nadia sudah melahirkan seorang putry kecil yang sangat cantik, tapi sayangnya putryku wajahnya hampir mirip denganku seperti sebuah kata pepata "pinang dibelah dua" seperti itu lah saya dan dira kalau badannya seperti nadia. Itu adalah suatu kebahagiaan terbesar dalam hidup ku.
Saya selalu mengatakan kepada nadia bahwa saya sangat mencintainya, suatu ketika pas kami mau istirahat nadia berkata kepadaku.
"Mas, kalau suatu saat, aku pergi meninggalkan mas dan dira, gimana reaksi mu mas, apa mas benci sama aku,, terus ceraikan aku?" ujarnya
Pas mendengar itu saya tertengun, karena jujur saya gak mau kehilangan nadia."Loh kamu kenapa ngomong gitu sayang gak baik loh, kamu gak ada rencana kan mau pergi meninggalkan kami berdua"?tanyaku namun nadia hanya tersenyum dan berkat." aku juga gak tahu mas. Akhirnya aku lanjut lagi perkataanku.
"Tapi kalau suatu saat kamu pergi dari kami berdua itu artinya kamu gak sayang lagi sama kami berdua sayang, jadi mendingan jangan pernah pulang lagi kesini, karena secinta apapun saya terhadap seorang wanita kalau dia sudah memilih pergi untuk apa lagi di pertahankan, saya langsung ceraikan.." ujarku
Saat mendengar itu nadia menatapku dalam sembari berkata:" itu namanya bukan cinta mas tapi benci, kalau seandainya dia pulang dan memohon mas gak mau maafin juga" tanya nadia lagi.
Namun saya mengeleng kepala dan berkata:" tak ada kata maaf, untuk seseorang yang tak mau menghargai cinta yang tulus yang sudah diberikan, tapi mala pergi dan setelah itu balik lagi, itu namanya permainan karena cinta yang tulus datang hanya sekali"
__ADS_1