Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
288


__ADS_3

Sekretaris Lita membuang pandangnya ke setiap arah untuk mencari tempat yang nyaman karena sekretaris Lita rencana ingin bicara dengan pangeran tanpan jadi cari tempat yang aman biar pas telpon tidak ada yang menganggu.


Ternyata masih ada bangku kosong cukup untuk dua orang jadi sekretaris Lita melangkah mendekati bangku itu dan duduk, setelah duduk sekretaris Lita masih kepikiran dengan perkataan pak Bambang tadi soal proyek yang dia tender tadi harus dia yang menangani karena pak Bambang tidak mau orang lain yang menanganinya.


"Bagaimana ya aku bilang sama pak Arya...aku juga gak mungkin jujur ke pak Arya kalau tadi pak Aris gak ikut memang sih pak Aris suka nyembelin tapi jangan sampai karena hal ini jadi tidak enakan, aku tidak mau hanya karena gara-gara proyek ini jadi masalah. Tapi kalau aku bilang aku yang menangani proyek ini apa alasan yang tepat agar pak Arya tidak merasa aku yang sok berkuasa....aduh kenapa jadi ruwet gini sih."


"Aku pikir setelah aku menangkan tender ini selesai tugasku tapi kenapa jadi ribet gini....apa yang harus aku lakukan lebih baik aku harus cerita sama mas Galu deh siapa tahu ada solusi biar gak pusing."


Sekretaris Lita mengambil hpnya dari dalam tas dan video call dengan pak Galu.


"Hay....mas lagi ngapain kok kayak di luar tuh mas sama siapa disitu mas" tanya sekretaris Lita


"Hay princes kenapa muka kamu kucel banget begitu dan sudah malam begini kok kamu masih di luar dengan siapa disitu kamu dari mana princess"


"Mas belum jawab loh pertanyaan aku kenapa mas balik bertanya sih jawab dong mas ada dimana itu kok kayak di luar"


"Astaga kamu kenapa mengemaskan begitu sih....kamu takut ya mas ada diluar terus mas di goda perempuan lain, hahaha kamu tenang saja selama kamu gak ada disini mas gak kemana-mana kok mas malas keluar karena gak ada kamu disini untuk temani mas. Ini mas baru selesai mandi terus duduk di gazebo sayang sini lihat biar jangan curigaan..."


Pak Galu mengubah arah kamera dan mengahadpakan ke sekitarnya dan benar saja pak Galu ada dirumah membuat sekretaris Lita tenang.

__ADS_1


"Sudahkan kalau mas ada dirumah sekarang kamu jawab ada diamana sekarang kenapa seperti rame sekali disitu."


"Iya mas aku lagi di taman dekat danau soalnya mumet banget mas...ini aku baru pulang ketemu dengan klien mas jadi syukur aku menangkan tender itu mas makasih ya doannya."


"Wah...hebat banget kamu princess bisa menangkan tender itu, tapi kok kamu sendirian mana pak Aris memang tadi gak sama kalian pergi"?


"Itu dia mas yang membuat aku binggung sekarang, soalnya tadi aku Pergi meninggalkan pak Aris di hotel karena ketiduran dia, aku sudah selesai siap dan menunggu dia tapi sudah mau setegah tujuh dia tidak kunjung keluar kamar akhirnya aku pergi meninggalkan dia tadi. Aku sudah takut kalau terlambat bisa gawat kalau kami gagal memenangkan proyek itu tapi untung biarpun aku sendirian yang datang aku menang mas bahkan pak Bambang maunya aku yang menangani proyek ini mas pak Bambang gak mau orang lain apalagi Pak Aris itu yang membuat aku bunggung mas"


"Aku gak tahu harus bicara nanti dengan pak Arya..kalau nanti aku bilang pak Bambang gak mau pak Aris yang memengang proyek itu terus alasanku apa? takutnya nanti pak Arya berpikir kalau aku yang mau merebut proyek itu dari pak Aris dan aku juga gak mungkin jujur ke pak Arya soal pak Aris, takutnya nanti pak Arya marah mas jadi aku gak tahu bagaimana makanya aku sengaja datang ke danau untuk menenangkan diri sekalian hubungi mas soalnya besok kami harus pergi ke proyek untuk mengecek"


Sekretaris Lita menjelaskan panjang lebar ke pak Galu gak ada yang tersisa entah kenapa sekretaris Lita juga sangat percaya dengan pak Galu , sekretaris Lita merasa plong setelah selesai menceritakan semuanya ke pak Galu, dan pak Galu belum kasih saran karena masih mencerna setiap kata-kata yang di ucapkan oleh sekretaris Lita.


"Kalau menurut mas jangan dulu ceritakan kebenarannya kalau kalian sudah sampai biarkan pak Arya yang bertanya duluan biar kalian tahu kemana arah pembicaraan itu. Kalau mamang keadaan yang memaksa kamu untuk berkata jujur ya menurut mas tidak masalah karena itu juga untuk kemajuan perusahaan, tapi kalau memang tidak ada pertanyaan yang membuat kamu harus jawab jujur tentang pak Aris yang tidak turut hadir ya tidak apa-apa kalau sayang tidak kasih tahu."


"Tapi jelaskan kepada pak Aris bawah soal penanganan proyek itu murni permintaan dari pak Bambang, kalau memang pak Arya tidak percaya biar saja pak Arya menghubungi pak Bambang agar pak Arya sendiri yang mengetahui kebenaran, karena mas juga takut nanti kalau kamu membicarakan itu pikir mereka kamu yang ingin cari nama atau cari apa lah itu makanya sengaja bilang kamu yang harus menanganinya"


Ya sih benar juga kata pak Galu lagian pak Bambang juga sudah menghubungi pak Arya jadi pak Arya sudah tahu kejadiannya seperti apa, tinggal tunggu saja Aris pulang dan mendapatkan amukan dari pak Arya.


Lagian kalau dilihat memang Aris tidak bertanggung jawab seharusnya kalau sudah tahu sore tidak perlu tidur lagi ini masih saja tidur jadinya keenakan tidurnya, giliran bangun sudah malam dan justru ngamuk lagi di depan pintu kamar sekretaris Lita, pada akhirnya juga malu sendirinya karena tahu sekretaris Lita sudah pergi dari tadi.

__ADS_1


"Baiklah mas makasih ya mas untung ada mas jadi aku bisa cerita soalnya dari tadi aku sudah pusing tidak tahu mau buat apalagi, tapi suatu kebanggaan buat aku juga sih mas bisa menang tender jadi biar langsung nikah hahaha."


"Iya seharusnya kamu bangga pada diri kamu sendiri karena setiap proyek yang kamu tangani tidak ada yang gagal itu artinya kamu itu perempuan yang sangat hebat dan kinerjanya sangat bagus, mas yakin kamu pasti dapat pujian dari pak Arya atau bisa jadi kamu dapat hadia apalagi ini proyek besar loh bukan proyek kecil"


"Makasih ya mas untuk pujiannya mas baik dan sangat perhatian sama aku semoga kita tetap berteman walaupun nanti kita sudah punya pasangan masing-masing."


Mana ada kalian punya pasangan masing-masing kalian berdua yang akan bersatu dan hidup bahagia.


*******


Hay para pembaca setia maaf ya, baru bisa menyapah lagi.


Makasih untuk semua kakak-kakak yang masih setia membaca..maaf banyak sekali kekuarangan.


Oh, ya. Saya mau menangapi komentar katanya kenapa sekarang ceritanya sekretaris Lita terus bukannya Cessie...padahal Cessie peran utamanya.


Jadi begini ya kakak yang baik hati..memang selama ini saya selalu buat cerita menurut permintaan para pembaca, karena saya mau setiap para pembacaku itu senang karena saya mau mendengar saran dan kritik.


Sebelum saya membuat cerita tentang sekretaris Lita, saya pernah baca komen yang katanya kenapa ceritanya berputar di Cessie dan Sinta terus seharusnya banyakin cerita sekretaris Lita dan pak Galu.

__ADS_1


Tapi kenapa setelah saya buat cerita sekretaris Lita ada lagi yang bilang kalau kenapa ceritanya sekretaris Lita lagi, hahaha jadi saya harus bagaimana para pembaca setia apa yang harus saya lakukan biar bisa membuat pembaca setia sama-sama senang.


__ADS_2