
Surya hanya menelan ludah dengan kasar, dulu Sinta yang selalu membelah dan mendukungnya bahkan Sinta berani melawan mbak Eva dan Cessie karena mbak Eva lebih sayang dengan Cessie di banding sama Nadia.
Namun sekarang Sinta justru mala berbalik dan lebih membelah Cessie bahkan Sinta sampai menohon pada Surya agar menjauhi Cessie dan juga anaknya.
Hal ini membuat Surya berpikir lebih keras lagi karena bukan hanya Sinta yang bicara begitu tapi Tejo juga mengatakan hal yang sama. Padahal Tejo tidak mengenal siapa Cessie. Surya sengaja menanyakan siapa yang meminta Sinta untuk berbicara begitu apakah Cessie yang meminta.
"Sin kamu jujur sama mas, apa Cessie yang meminta kamu untuk mengatakan ini kepada mas atau kamu sendiri yang inisiatif untuk mengatakannya" tanya Surya.
Sinta menatap manik mata Surya, kadang Sinta heran dengan cara berpikir mas nya ini, karena tidak selamanya orang itu harus memohon untuk menyampaikan.
"Mas Sinta bukan anak kecil lagi yang harus di suruh...Sinta sudah besar mas, Sinta juga sudah sadar dan sangat tahu mana yang baik mana yang jahat mas, dan Sinta juga tahu mana yang salah dan mana yang benar mas jadi tidak ada seorangpun yang mengajari aku atau menyuruhku untuk menyampaikan hal ini kepada mas, ini hanya inisiatif ku saja karena aku baru sadar kalau mbak Cessie itu yang terbaik tapi kalau mas masih tidak berubah dan tetap egois untuk berpikir masih mau menganggu mbak Cessie maaf mas ini pertama dan terakhir kali aku datang jengguk mas disini, karena kedepannya aku tidak akan datang lagi."
Surya yang mendengar itu tercengang, karena ia tidak percaya kalau hanya karena membelah Cessie Sinta bisa berkata seperti itu kepadanya. Padahal hanya Sinta satu-satunya harapan Surya saat ini.
"Kamu jangan bohong Sinta kamu pasti di paksakan sama Cessie untuk bicara begitu sama mas, karena memang dia belum bisa melupakan mas, dia sengaja bicara begitu sama kamu agar bisa menyampaikan itu kepada mas." bentak Surya
__ADS_1
"Cukup... Mas... bangga sekali mas bicara begitu, aku sudah bilang dari awal semenjak kalian resmi cerain aku tidak pernah ketemu dengan mbak Cessie sampai detik ini. Aku juga tidak tahu dimana mbak Cessie sekarang. Aku hanya mau pada saat kamu keluar dari sini mas kamu jadi orang yang baik. Jangan sampai keegoisanmu mas membawa malapetaka lagi untukmu ingat itu mas ibu masih di rumah sakit jiwa karena kamu mas"
"Jangan mas berpikir kalau mas masih di harapkan oleh mbak Cessie dan keluarganya, jangan berharap itu terjadi mas, karena kalau memang mbak Cessie masih sayang dan cinta sama mas tidak mungkin perceraian akan terjadi bukan? Ingat mas kesalahan mas itu sangat fatal, yang membuat mas masuk kesini itu bukan karena perselingkuhan mas dan perempuan itu."
"Tapi karena mas melakukan kecuragan di perusahaan mbak Cessie, jangankan mbak Cessie mas seandainya itu aku yang ada di posisi mbak Cessie aku akan lakukan hal yang sama terhadapmu mas, jadi jangan merasa dirimu mas yang paling benar terus yang lain salah"
" Iya Sin mas tahu tapi seharusnya Cessie itu tidak memperlakukan mas seperti ini, apalagi dia hamil anak mas, kalau nanti anak itu lahir terus dia tahu ayahnya masuk penjara bagaimana perasaannya, mas yakin pasti dia akan membenci Cessie ibunya karena sudah berani memasukan ayahnya penjara"
"Mas ternyata mas sama sekali belum sadar juga ya, memang kalau dasarnya egois ya sampai kapanpun tetap egois. Mas tidak semuda itu orang memaafkan kesalahan seorang penghianat seperti kamu mas, kamu yakin mas anak itu akan membenci mbak Cessie, bukankah nanti sebelaiknya kalau anak itu tahu ayah kandungnya sendiri menghianatai ibunya waktu masih dalam perut ibunya."
"Dan yang paling menyakitkan bagaimana kalau anak itu tahu kalau ayah kandungnya sendiri mengaku jijik terhadapnya, dan tidak mau mengakuinya sebagai anak bagaimana mas. Apakah mas masih yakin dia tidak membencimu mas. Jujur mas aku kecewa dan menyesal aku datang kesini untuk mengunjungimu tahu aku kayak gini mendingan aku kerja."
Belum selesai Surya berbicara sudah di potong oleh Sinta membuat Surya terkejut.
"Tapi apa mas, mas mau bilang kalau mas tidak melakukan kesalahan, seperti itu kah maksud mas? Mas udah ya aku mau pulang tapi maaf mas ini pertama dan terakhir kalinya aku datang kesini untuk jenguk mas aku kecewa, kecuwali mas mau beruba mungkin lima tahun atau enam tahu kemudian baru aku datang"
__ADS_1
Sinta benar-benar kecewa terhadap kaknya yang menurutnya masih egois, Sinta tidak habis pikir dengan kaknya itu pikirannya dangkal dan masih mementingkan egonya itu. Sinta pikir setelah Surya masuk penjara jadi sudah ada perubahan namun sayangnya masih belum ada hasil.
Justru Surya berpikir kalau Cessie yang menyurunya untuk memohon pada Surya agar tinda menganggunya.
Memang kalau orang dasarnya sudah jahat ya susah meruba sifatnya , karena seseorang itu mau beruba kecuwali dari dirinya sendiri. Karena walaupun banyak orang yang mau menasihatinya tapi kalau orang tersebut tidak pengen beruba ya sama aja.
Contohnya seperti Surya sudah tidak terhitung berepa banyak orang yang sudah mengingatkan dan menasihatinya tapi plin-plan seperti tidak ada komitmen dalam hatinya, selalu bimbang.
Padahal sebelum ketemu dengan Tejo dan Sinta, Surya juga sudah pernah dinasehati oleh seseorang juga, tapi semuanya itu sia-sia. Surya mendengar dan ia membiarkan berlalu begitu saja setiap masihat yang datang padanya.
Sinta yang sudah tersulut emosi bangkit dari duduknya dan hendak pergi namun dengan Cepat Surya menahan Sinta tapi karena tangan Surya di borgol jadi susa menaham Sinta, sehingga Sinta berlalu pergi begitu saja, Surya yang melihat itu terus memanggil nama Sinta tapi parcuma karena Sinta sama sekali tidak menoleh.
Surya sedih karena Surya berharap Sinta mengerti perasaannya tapi sayangnya Sinta tidak mau mengerti itu. Sekarang orang yang sangat Surya harapkan kembali kecewa dengannya dan bahkan Sinta sudah bilang gak akan datang jenguk Surya lagi.
"Ya ampun kenapa jadi begini sih, seharusnya Sinta mengerti perasaanku, kalau aku tidak mau kehilangan anak dan Cessie. Sekarang semua berpihak kepada Cessie bahkan adik dan mbakku sendiri mereka tidak ada seorangpun yang mengerti dan memahami perasaan ini"
__ADS_1
"Aku hanya mau pas aku keluar dari sini, aku bisa kembali hidup bahagia dengan Cessie dan anakku. Tapi tidak ada yang mau mendukungku, apa aku salah ingin rujuk dengan Cessie, aku yakin Cessie belum bisa melupakanku jadi dia tidak akan menikah secepat itu apalagi ada anak kamu berdua masih bisa rujuk"
Surya masih saja bergurau, ia berharap setelah ia keluar dari tahanan Cessie belum nikah dan dia bisa menikahi Cessie lagi, gila memang sih Surya dua belas.